Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Laut Banda, Provinsi Maluku, Tanggal 20 April 2021

Laut Banda (200421)

Bersama ini, kami sampaikan analisis geologi kejadian gempa bumi di Laut Banda, Provinsi Maluku, sebagai berikut:

1. Informasi gempa bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Selasa tanggal 20 April 2021 pukul 08:35:00 WIB. Menurut informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lokasi pusat gempa bumi terletak di Laut Banda pada koordinat 6.15°LS dan 130.35°BT dengan magnitudo (M5.1) pada kedalaman 122 km dan berjarak sekitar 230 km barat laut kota Saumlaki (ibu kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar). Berdasarkan informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 6.110°LS dan 130.254°BT dengan magnitudo (4.8) pada kedalaman 103.1 km.

 

2. Kondisi geologi daerah terlanda gempa bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Daerah tersebut merupakan perbukitan, lembah dan dataran pantai, yang disusun oleh batuan berumur Pra Tersier (terdiri – dari batuan metamorf dan meta sedimen), Tersier (terdiri – dari batuan sedimen dan batugamping) dan Endapan Kuarter (terdiri – dari endapan pantai dan aluvial). Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.

 

3. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, maka kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas penunjaman lempeng di Laut Banda yang terbentang mulai dari tenggara pulau Timor, tenggara Pulau Yamdena, timur Kepulauan Kai dan membelok hingga utara Pulau Seram. Menurut catatan dari Badan Geologi sumber gempabumi penunjaman di Laut Banda pernah memicu terjadinya tsunami pada tahun 1629, 1674, 1852, dan 1938. Disamping dari aktivitas penunjaman, sumber pembangkit tsunami lainnya diperkirakan dari longsoran cekungan Weber yang bisa dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat.

 

4. Dampak gempa bumi

Hingga laporan ini dibuat, belum ada informasi tentang korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut informasi dari BMKG guncangan gempa bumi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada skala II-III MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak mengakibatkan terjadinya tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena tidak terjadi deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

 

5. Rekomendasi

  • Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat, serta tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya mengenai gempa bumi dan tsunami.
  • Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan dengan kekuatan lebih kecil.