Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, 17 April 2021

Analisis geologi kejadian gempa bumi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, sebagai berikut:

I. Informasi gempa bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Sabtu, 17 April 2021, pukul 03:55:14 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),  lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 3,66°LU dan 126,85°BT dengan magnitudo (M5,5) pada kedalaman 46 km, berjarak sekitar 43 km Tenggara Kota Melonguane (Ibukota Kabupaten Kepulauan Talaud) atau berjarak sekitar 152 km timur Tahuna (ibu kota kabupaten Sangihe), Provinsi Sulawesi Utara. Berdasarkan informasi GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 126,74° BT dan 3,65° LU, dengan magnitudo 5,3 (Mw) pada kedalaman 30 km. Berdasarkan data The United States Geological Survey (USGS), Amerika, pusat gempa bumi berada pada koordinat 126,829° BT dan 3,584° LU, dengan magnitudo M 5,4 pada kedalaman 18,9 km. 

II. Kondisi geologi daerah terlanda pusat gempa bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan daerah Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kepulauan Sangihe. Morfologinya berupa perbukitan, lembah dan dataran pantai. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh endapan Kuarter yang terdiri dari endapan pantai, endapan sungai dan batuan rombakan gunungapi muda yang sebagian telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunungapi muda yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. 

III. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan lokasi, kedalaman pusat gempa bumi, dan data mekanisme sumber (focal mechanism) dari GFZ maka kejadian gempa bumi ini diperkirakan akibat aktivitas sesar aktif dengan mekanisme sesar mendatar yang berarah tenggara-barat laut (kedudukan N 126o E, dip 76o, rake -7o) 

IV. Dampak gempa bumi

Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi diperkirakan dirasakan di daerah Tahuna dan Melonguane pada skala intensitas II – III MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena energinya tidak cukup kuat untuk mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

V. Rekomendasi

  1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  2. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil.

170421_melonguane