Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, Tanggal 13 April 2021

Analisis geologi kejadian gempa bumi di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, sebagai berikut:

1. Informasi gempa bumi

 Kejadian gempa bumi terjadi pada hari Selasa tanggal 13 April 2021 pukul 22:47:31 WIB. Menurut data BMKG, lokasi pusat gempa bumi terletak di Laut Maluku pada koordinat 0,71°LU dan 126,10°BT dengan magnitudo (M5,2) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 130,5 km tenggara kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Berdasarkan data The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 126,111° BT dan 0,612° LU, dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 42,9 km. Menurut data GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 126,13° BT dan 0,60° LU, dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 54 km.

2. Kondisi geologi daerah terkena gempa bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan daerah Kota Bitung. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh morfologi perbukitan yang tertutupi oleh batuan rombakan gunungapi muda, lembah dan dataran pantai. Batuannya berumur Tersier (terdiri-dari batuan sedimen dan rombakan gunungapi) dan endapan Kuarter yang terdiri – dari endapan pantai, endapan sungai dan batuan rombakan gunungapi muda yang sebagian telah mengalami pelapukan. Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan dan endapan Kuarter tersebut bersifat lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. 

3. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan lokasi, kedalaman pusat gempa bumi, dan data mekanisme sumber (focal mechanism) dari GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi tersebut akibat aktivitas penunjaman ganda Punggungan Talaud Mayu, dengan mekanisme sesar naik berarah utara  timur laut – selatan barat daya.

4. Dampak gempa bumi

Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi di Kota Bitung dan Manado diperkirakan pada skala II – III MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena energinya tidak cukup kuat untuk mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

5. Rekomendasi 

  1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat, dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai  gempa bumi dan tsunami. 
  2. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang kekuatannya semakin mengecil.

 

130421