Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Laut Banda, Provinsi Maluku, Tanggal 4 April 2021

Maluku 040421

Bersama ini, kami sampaikan analisis geologi kejadian gempa bumi di Laut Banda, Provinsi Maluku sebagai berikut :

1. Informasi gempa bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Minggu tanggal 4 April 2021 pukul 01:42 WIB. Menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di Laut Banda pada koordinat 5,12°LS dan 128,19°BT dengan magnitudo (M5,9) pada kedalaman 329 km dan berjarak sekitar 165,7 km selatan Kota Ambon (ibukota Provinsi Maluku). Berdasarkan data dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 128,113° BT dan 5,114° LS, dengan magnitudo (M5,9) pada kedalaman 328,7 km. Menurut informasi dari_GeoForschungsZentrum_ (GFZ) Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 128,14° BT dan 5,13° LS, dengan magnitudo (M5,9) pada kedalaman 348 km.

 

2. Kondisi geologi daerah terlanda gempa bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan Pulau Ambon dan daerah sekitarnya. Morfologinya berupa perbukitan, lembah dan dataran pantai yang disusun oleh batuan berumur Tersier (terdiri – dari batuan sedimen dan batuan rombakan gunungapi) dan Endapan Kuarter (terdiri – dari endapan aluvial pantai, sungai dan rawa). Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.

 

3. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber (focal mechanism) dari USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas penunjaman lempeng di Laut Banda yang terbentang mulai dari tenggara pulau Timor, tenggara Pulau Yamdena, timur Kepulauan Kai dan membelok hingga utara Pulau Seram. Mekanismenya adalah sesar naik berarah utara – selatan. Menurut catatan Badan Geologi sumber gempabumi penunjaman di Laut Banda pernah memicu terjadinya tsunami pada tahun 1629, 1674, 1852, dan 1938. Disamping dari aktivitas penunjaman, sumber pembangkit tsunami lainnya diperkirakan dari longsoran cekungan Weber yang bisa dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat.

 

4. Dampak gempa bumi

Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi di Kota Ambon pada skala II-III MMI (Modified Mercally Instensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami walaupun lokasi pusat gempa bumi berada di laut, karena energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan terjadinya tsunami.

 

5. Rekomendasi

  • Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat, dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  • Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil.