Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Perairan Barat Provinsi Bengkulu, Tanggal 29 Maret 2021

Bengkulu 290321

Bersama ini kami sampaikan analisis geologi kejadian gempa bumi di perairan barat Provinsi Bengkulu, sebagai berikut:

I. Informasi Gempa bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Senin, 29 Maret 2021, pukul 11:13 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 102,59° BT dan 4,65° LS, dengan magnitudo M5,2 pada kedalaman 23 km, berjarak 42 km baratdaya Bengkulu Selatan, Bengkulu. The United States Geological Survey (USGS), Amerika Serikat, menginformasikan bahwa gempa bumi berpusat di koordinat 102,624° BT dan 4,559° LS pada kedalaman 59,7 km dengan magnitudo M5,0. GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman melalui GEOFON program menginformasikan bahwa gempa bumi berpusat di koordinat 102,64° BT dan 4,57° LS dengan magnitudo M5,0 dan kedalaman 61 km.

II. Kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa bumi

Pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di sebelah barat daya Pulau Sumatera. Kegempaan di Pulau Sumatera sangat dipengaruhi oleh penunjaman Sunda di sebelah Barat Pulau Sumatera, Sesar Mentawai, dan sesar Sumatera. Wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa adalah pesisir barat Bengkulu. Morfologinya secara umum merupakan dataran pantai dan semakin ke timur berupa perbukitan. Batuan wilayah pesisir Bengkulu tersusun oleh konglomerat aneka bahan, breksi, batugamping terumbu dan batugamping klasitik dari Formasi Bintuhan berumur Plio-Plistosen, serta endapan Kuarter berupa endapan aluvial pantai, sungai, rawa dan batuan rombakan gunung api muda. Guncangan gempa bumi pada umumnya akan dirasakan lebih kuat pada wilayah yg disusun oleh endapan Kuarter dan batuan Tersier yang telah mengalami pelapukan karena bersifat urai, lepas, tidak kompak dan memperkuat efek guncangan.

III. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan posisi pusat gempa bumi dan kedalamannya, maka kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Gempa bumi ini merupakan gempa bumi interface subduksi yang terjadi pada bidang gesek antara kedua lempeng tersebut dan pada umumnya mempunyai mekanisme sesar naik.

IV. Dampak gempa bumi

Hingga laporan ini dibuat, belum ada informasi terkait korban jiwa dan kerusakan bangunan yang diakibatkan gempa bumi ini. Berdasarkan data BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Bengkulu Selatan, Manna dan Seluma dengan intensitas III - IV MMI (Modified Mercalli Intensity), di Kepahiang, Argamakmur, Enggano dan OKU Selatan dengan intensitas II-III MMI, di Curup pada intensitas II MMI, serta di Krui dan Liwa dengan intensitas I-II MMI. Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena walaupun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami.

V. Rekomendasi

  • Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  • Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.