Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Laut Banda, Provinsi Maluku, Tanggal 20 Maret 2021

Analisis geologi kejadian gempa bumi di Laut Banda, Provinsi Maluku, sebagai berikut:

1. Informasi gempa bumi

 Kejadian gempa bumi terjadi pada hari Sabtu tanggal 20 Maret 2021 pukul 15:26:02 WIB. Menurut informasi BMKG lokasi pusat gempa bumi terletak di Laut Banda pada koordinat 5.94°LS dan 130.56°BT dengan magnitudo (M5.0) pada kedalaman 16 km dan berjarak sekitar 243,4 km barat laut kota Saumlaki (ibu kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar). Berdasarkan informasi dari USGS Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 5.925°LS dan 130.473°BT dengan magnitudo (4.5) pada kedalaman 104.9 km. Menurut informasi dari GFZ Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 130.52°BT dan 6.04°LS dengan magnitudo (M4.6) dan kedalaman 121 km.

2. Kondisi geologi daerah terkena gempa bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Daerah tersebut pada umumnya disusun oleh batuan berumur Pra Tersier (terdiri – dari batuan metamorf dan meta sedimen), Tersier (terdiri – dari batuan sedimen dan batugamping) dan Endapan Kuarter (terdiri – dari endapan pantai dan aluvial). Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.

3. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, maka kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas penunjaman lempeng di Laut Banda yang terbentang mulai dari tenggara pulau Timor, tenggara Pulau Yamdena, timur Kepulauan Kai dan membelok  hingga utara Pulau Seram. Menurut catatan dari Badan Geologi sumber gempabumi penunjaman di Laut Banda pernah memicu terjadinya tsunami pada tahun 1629, 1674, 1852, dan 1938. Disamping dari aktivitas penunjaman, sumber pembangkit tsunami lainnya diperkirakan dari longsoran cekungan Weber yang bisa dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat.  

4. Dampak gempa bumi

Hingga laporan ini dibuat, belum ada laporan tentang kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut informasi dari BMKG guncangan gempa bumi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada skala II-III MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak mengakibatkan terjadinya tsunami karena meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, namun tidak terjadi deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

5. Rekomendasi

  1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat, serta tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya mengenai  gempa bumi dan tsunami.
  2. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan dengan kekuatan lebih kecil.

banda