Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku, Tanggal 17 Maret 2021

maluku tenggara barat

Bersama ini, kami sampaikan analisis geologi kejadian gempa bumi di Kabupaten Maluku Tenggara Barat,  Provinsi Maluku sebagai berikut:

I. Informasi gempa bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Rabu, tanggal 17 Maret 2021, pukul 02:08 WIB. Berdasarkan informasi dari BMKG, pusat gempa bumi terletak di Laut Banda pada koordinat 129.78° BT dan 6.82° LS, dengan magnitudo (M5,4) pada kedalaman 157 km, berjarak sekitar 212 km barat laut Maluku tenggara barat. Berdasarkan data dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 129,663° BT dan 6,662° LS, dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 155,4 km.

 

II. Kondisi geologi daerah terlanda gempa bumi

Wilayah-wilayah yang terletak dekat dengan sumber gempa bumi merupakan pulau-pulau di Kabupaten Maluku tenggara Barat yaitu Kepulauan Babar dan Kepulauan Tanimbar. Daerah ini sebagian besar disusun oleh batuan berumur Pra Tersier (batuan metamorf dan meta sedimen), Tersier (batuan sedimen dan batugamping) dan Endapan Kuarter (endapan pantai dan aluvial). Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.

 

III. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman, maka kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas zona penunjaman di Laut Banda. Zona penunjaman ini membentang mulai dari selatan pulau Timor, selatan Kepulauan Babar, tenggara Pulau Yamdena, timur Kepulauan Kai dan membelok  hingga utara Pulau Seram dengan mekanisme gempa bumi pada umumnya merupakan sesar naik. Menurut catatan dari Badan Geologi sumber gempa bumi penunjaman di Laut Banda pernah memicu terjadinya tsunami pada tahun 1629, 1674, 1852, dan 1938. Disamping dari aktivitas penunjaman di Laut Banda, sumber pembangkit tsunami lainnya diperkirakan dari longsoran cekungan Weber yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat.

 

IV. Dampak gempa bumi

Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan yang diakibatkan oleh kejadian gempa bumi ini. Berdasarkan data dari BMKG, guncangan gempabumi ini tidak dirasakan. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena energinya tidak cukup kuat untuk mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

 

V. Rekomendasi

  • Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  • Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan kekuatannya lebih kecil.