Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, Tanggal 12 Maret 2021

Jayawijaya 120321

Bersama ini, kami sampaikan analisis geologi kejadian gempa bumi di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, sebagai berikut:

1. Informasi gempa bumi

Kejadian gempa bumi terjadi pada hari Jumat tanggal 12 Maret 2021 pukul 08:16:16 WIB. Menurut data BMKG, lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 4,23°LS dan 138,90°BT dengan magnitudo (M5,6) pada kedalaman 10 km dan berjarak sekitar 24,7 selatan kota Wamena (ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua). Berdasarkan data dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 138,362° BT dan 4,742° LS, dengan magnitudo (M5,4) pada kedalaman 10 km. Menurut informasi GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 138,47° BT dan 4,69° LS, dengan magnitudo (M5,5) pada kedalaman 10 km.

2. Kondisi geologi daerah terkena gempa bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak di darat di daerah Kabupaten Jayawijaya. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh morfologi perbukitan, lembah dan dataran terutama pada daerah dekat sungai. Batuannya terdiri dari batuan berumur Pra Tersier (Trias sampai dengan Silur), Tersier dan endapan Kuarter. Batuan Pra Tersier terdiri-dari : batuan metamorf, batuan ultrabasa, gabbro, diabas, andesit, basalt dan batuan sedimen (konglomerat polimik, batupasir, batulempung, batulanau). Batuan sedimen terdiri-dari batuan sedimen dan batugamping terumbu. Endapan Kuarter terdiri-dari : endapan aluvial sungai dan rawa. Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Sedimen telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. Selain itu pada morfologi perbukitan yang tersusun oleh batuan yang telah mengalami pelapukan akan berpotensi terjadi gerakan tanah bila dipicu guncangan gempa bumi kuat di daerah Kabupaten Jayawijaya.

3. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan lokasi, kedalaman pusat gempa bumi, dan data mekanisme sumber dari USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif dengan mekanisme sesar naik (kedudukan sesar naik menurut data USGS Amerika Serikat : N 282oE, dip 67o dan rake 106o). Menurut peta geologi dan peta seismotektonik yang diterbitkan oleh Badan Geologi, sesar naik ini membentang di selatan Kota Wamena berarah barat barat laut – timur tenggara.

4. Dampak gempa bumi

Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi di sekitar lokasi pusat gempa bumi diperkirakan pada skala IV – V MMI (Modified Mercally Intensity) dan di Kota Wamena diperkirakan pada skala IV MMI. Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat.

5. Rekomendasi

  • Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat, dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  • Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil.