Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Perairan Barat Daya Bengkulu, Tanggal 8 Maret 2021

Bengkulu 090321

I. Informasi gempa bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Senin, 8 Maret 2021, pukul 19:56:35 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di Samudera Hindia pada koordinat 101.06° BT dan 4.40° LS (berjarak sekitar 150 km barat daya kota Bengkulu) dengan magnitudo M5.5 pada kedalaman 10 km. 

II. Kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa bumi

Pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di sebelah barat daya Pulau Sumatera. Kegempaan di Pulau Sumatera sangat dipengaruhi oleh zona penunjaman di sebelah barat Pulau Sumatera, Sesar Mentawai, dan Sesar Sumatera. Wilayah yang berdekatan dengan lokasi pusat gempa adalah pesisir barat Bengkulu. Morfologinya adalah dataran pantai dan pada bagian tengah merupakan perbukitan. Batuan wilayah pesisir barat Bengkulu pada umumnya tersusun oleh batuan sedimen berumur Tersier (konglomerat aneka bahan, breksi, batugamping terumbu, batulempung tufan, dan batuan rombakan gunung api) serta endapan Kuarter terdiri-dari aluvial pantai, sungai, rawa dan batuan rombakan gunung api muda. Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Guncangan gempa bumi pada umumnya akan dirasakan lebih kuat pada wilayah yg disusun oleh batuan Tersier yang telah mengalami pelapukan dan endapan Kuarter, karena bersifat urai, lepas, tidak kompak dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. Selain itu daerah pesisir barat kota Bengkulu rentan terjadi likuefaksi apabila dipicu guncangan gempa bumi kuat, karena endapan Kuarter tersebut jenuh air dan muka air tanahnya dangkal (kurang dari 15 m).

III. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, maka kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas zona penunjaman antara lempeng samudera Indo-Australia dan lempeng benua Eurasia. Zona penunjaman ini membentang mulai barat Pulau Sumatera, selatan Jawa, selatan Bali – Nusa Tenggara dan membelok di Kepulauan Maluku. 

IV. Dampak gempa bumi

Hingga laporan ini dibuat, belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan yang diakibatkan kejadian gempa bumi ini. Berdasarkan data BMKG, guncangan gempa bumi ini dirasakan di Kota Bengkulu dengan skala intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity) dan di Kepahiang serta curup dengan skala intensitas I-II MMI.  Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami. 

V. Rekomendasi

  1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  2. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.