Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Laut Banda, Provinsi Maluku

Analisis geologi kejadian gempa bumi di Laut Banda, Provinsi Maluku, sebagai berikut:

1. Informasi gempa bumi 

 Gempa bumi terjadi pada hari Minggu tanggal 7 Maret 2021 pukul 08:22:10 WIB di Laut Banda, Provinsi Maluku. Menurut informasi dari BMKG lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 5,64°LS dan 130,89°BT, dengan magnitudo (M5,8) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 205 km barat Kota Langgur (ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku). Berdasarkan data The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 5,688°LS dan 130,774°BT, dengan magnitudo (M5,2) pada kedalaman 86 km. Menurut data GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 5,68°LS dan 130,84°BT, dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 84 km.


2. Kondisi geologi daerah terkena gempa bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan daerah Kabupaten Maluku Tenggara. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh batuan berumur Tersier (terdiri – dari batuan sedimen dan batugamping) dan endapan Kuarter (terdiri – dari endapan pantai dan aluvial). Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. 

3. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, maka kejadian gempa bumi ini diperkirakan akibat aktivitas zona penunjaman di laut Banda. Mekanisme pada zona penunjaman umumnya adalah sesar naik. Zona penunjaman ini membentang mulai dari tenggara pulau Timor, selatan Kepulauan Babar, tenggara Pulau Yamdena, timur Kepulauan Kai dan membelok  hingga utara Pulau Seram. Menurut catatan dari Badan Geologi sumber gempabumi penunjaman di Laut Banda diperkirakan pernah memicu terjadinya tsunami pada tahun 1629, 1674, 1852, dan 1938. Disamping dari aktivitas penunjaman, sumber pembangkit tsunami lainnya diperkirakan dari longsoran cekungan Weber yang dapat terjadi apabila dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat.  

4. Dampak gempa bumi

Hingga laporan ini dibuat belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut informasi BMKG guncangan gempa bumi terasa di daerah Kabupaten Maluku Tenggara pada skala III MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami.

5. Rekomendasi 

  1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat, dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai  gempa bumi dan tsunami. 
  2. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang kekuatannya semakin mengecil.

laut banda