Analsisi Geologi Kejadian Gempa Bumi Merusak Di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Tanggal 26 Februari 2020

Halmahera 270221

Bersama ini, kami sampaikan analisis geologi kejadian gempa bumi merusak di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, sebagai berikut:

1. Informasi gempa bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Jumat tanggal 26 Februari 2021 pukul 18:02 WIB di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Menurut informasi dari BMKG lokasi pusat gempa bumi terletak di Pulau Bacan pada koordinat 0,54°LS dan 127,51°BT, dengan magnitudo (M5,2) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 10 km timur laut Kota Labuha (ibu kota Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara).

2. Kondisi geologi daerah terkena gempa bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak di Kabupaten Halmahera Selatan, Pulau Bacan. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh batuan berumur Pra Tersier (terdiri – dari batuan metamorf, meta sedimen), Tersier (terdiri – dari batuan sedimen dan batuan rombakan gunungapi) dan Endapan Kuarter (terdiri – dari endapan pantai dan aluvial). Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. Selain itu morfologi terjal yang tertutup oleh batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan akan berpotensi terjadi gerakan tanah/ longsoran apabila dipicu guncangan gempabumi kuat di daerah ini.

3. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif. Menurut informasi dari BMKG mekanismenya adalah sesar normal. Menurut data tektonik dari Robert Hall (2020) terdapat sesar mendatar di Pulau Bacan berarah barat laut – tenggara. Berdasarkan data tersebut maka mekanisme sesar normal ini diperkirakan bagian dari sistem sesar mendatar yang mengalami tarikan.

4. Dampak gempa bumi

Hingga laporan ini dibuat menurut informasi dari CNN melalui media online, kejadian gempa bumi ini telah mengakibatkan bencana berupa kerusakan bangunan (pagar tembok Kantor Pengadilan Negeri Halmahera Selatan roboh, retakan dinding di rumah sakit dan Gedung DPRD). Belum diketahui adanya korban luka atau jiwa, dan dilaporkan aliran listrik padam. Berdasarkan foto dari media tersebut guncangan gempa bumi terasa cukup kuat dan diperkirakan pada skala V MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat.

5. Rekomendasi

  • Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat, dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  • Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang kekuatannya semakin mengecil.
  • Bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman sesuai dengan arahan dari BPBD setempat.
  • Apabila terdapat retakan tanah pada bagian atas perbukitan akibat guncangan gempa bumi, agar waspada terhadap kemungkinan terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi dan curah hujan tinggi.