Tanggapan Kejadian Gempa Bumi Di Kabupaten Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, Tanggal 16 Desember 2020

Laporan tanggapan terjadinya gempa bumi di Kabupaten Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman, serta hasil analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sebagai berikut:


1. Informasi gempa bumi

 Telah terjadi gempa bumi tektonik di Kabupaten Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara tanggal 16 Desember 2020 pada pukul 06:21:58 WIB. Menurut informasi dari BMKG lokasi pusat gempa bumi berada di laut pada koordinat 5,21°LU dan 125,43°BT, dengan magnitudo (M6,2) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 178,5 km utara Kota Tahuna (ibu kota Kabupaten Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara).  Berdasarkan data USGS Amerika Serikat lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 125,439°BT dan 5,207°LU dengan magnitudo (M6,1) pada kedalaman 26,9 km. Menurut data dari GFZ Jerman lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 5,23°LU dan 125,48°BT, dengan magnitudo (M6,2) pada kedalaman 10 km.

2. Kondisi geologi daerah terkena gempa bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan daerah Kabupaten Sangihe dan Kabupaten Talaud. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh endapan Kuarter yang terdiri – dari endapan pantai, endapan sungai dan batuan rombakan gunungapi muda yang sebagian telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunungapi muda yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. 

3. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan lokasi, kedalaman pusat gempa bumi, dan data mekanisme sumber (focal mechanism) dari USGS Amerika Serikat, maka kejadian gempa bumi ini disebabkan oleh sesar naik yang berarah relatif utara – selatan yang terbentuk akibat aktivitas penunjaman ganda Punggungan Talaud Mayu.

4. Dampak gempa bumi

Hingga tanggapan ini dibuat belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan akibat kejadian gempa bumi ini. Kejadian gempa bumi ini terekam di Pos Pengamatan Gunung Api Awu di Tahuna, Kabupaten Sangihe, dan terasa pada skala II MMI (Modified Mercally Intensity). Menurut informasi dari BMKG, guncangan gempa bumi terasa di daerah Kabupaten Sangihe dan Kabupaten Talaud pada skala II-III MMI. Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, karena meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut namun energinya tidak cukup untuk mengakibatkan terjadinya deformasi bawah laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

5. Rekomendasi

  1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat, dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai  gempa bumi dan tsunami. 
  2. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil.

 

sangihe