Tanggapan Rangkaian Gempa Bumi Di Perairan Barat Daya Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Tanggal 19 Oktober 2020

Mentawai

I. Informasi Gempa bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Senin, 19 Oktober 2020, pukul 14:31 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 100,32° BT dan 3,31° LS (33 km baratdaya Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai) dengan magnitudo M5,8 pada kedalaman 14 km. Gempa bumi tersebut diikuti oleh kejadian gempa berikutnya:

  • Pada 19 Oktober 2020, pukul 14:47 WIB, berpusat di koordinat 100,40° BT dan 3,31° LS (32 km baratdaya Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai) dengan magnitudo M5,7 pada kedalaman 12 km.
  • Pada 19 Oktober 2020, pukul 15:14, berpusat di koordinat 100,37° BT dan 3,34° LS (36 km baratdaya Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai) dengan magnitudo M5,0 pada kedalaman 19 km.
  • Pada 19 Oktober 2020, pukul 16:42, berpusat di koordinat 100,33° BT dan 3,30° LS (32 km baratdaya Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai) dengan magnitudo M5,3 pada kedalaman 10 km.

II. Kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa bumi

Pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di perairan baratdaya Pulau Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai. Berdasarkan tatanan tektonik Pantai Barat Sumatera dipengaruhi oleh zona tunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia, sehingga memberikan kontribusi tektonik di laut maupun di daratan Pulau Sumatera. Wilayah yang berdekatan dengan sumber gempa bumi adalah Kepulauan Mentawai yang disusun oleh batuan bancuh berumur Pra-Tersier dan batuan sedimen berumur Tersier. Guncangan gempa kemungkinan juga dirasakan di wilayah barat Sumatera Barat dan Bengkulu yang dominan disusun oleh batuan sedimen berumur Tersier dan Kuarter serta batuan Vulkanik Kuarter. Jenis batuan berumur muda seperti alluvium dan batuan Kuarter biasanya bersifat urai dan mengamplifikasi guncangan gempa bumi.

III. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan posisi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi berasosiasi dengan aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Gempa bumi ini merupakan gempa bumi interface yang terjadi pada bidang gesek antara kedua lempeng tersebut. Dalam 5 hari ke belakang (sejak 15 Oktober 2020) setidaknya terdapat 8 kejadian gempa bumi dengan magnitudo lebih besar dari M5,0 yang bersumber dari sistem yang sama.

IV. Dampak gempa bumi

Berdasarkan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Kepulauan Mentawai, Padang, Painan, dan Muko-muko dengan intensitas II-III MMI (Modified Mercalli Intensity), serta di Kota Bengkulu sebesar I-II MMI. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun berpusat di laut namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu tsunami. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi terkait kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini.

V. Rekomendasi

  • Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  • Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.