Tanggapan Kejadian Gempa Bumi Di Laut Banda, Provinsi Maluku, Tanggal 22 September 2020

Bersama ini, kami sampaikan laporan tanggapan terjadinya gempa bumi di Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kepulauan Tanimbar, Laut Banda, Provinsi Maluku, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman, serta hasil analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sebagai berikut:

1. Informasi gempa bumi

Kejadian gempa bumi terjadi pada hari Selasa tanggal 22 September 2020 pukul 08:19 WIB. Menurut informasi BMKG lokasi pusat gempa bumi terletak di Laut Banda pada koordinat 6.87°LS dan 129.45°BT dengan magnitudo (M5.2) pada kedalaman 141 km dan berjarak sekitar 242.5 km barat laut kota Saumlaki (ibu kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar) serta berjarak sekitar 232.9 km timur laut kota Tiakur (ibu kota Kabupaten Maluku Barat Daya). Berdasarkan informasi dari USGS, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 6.862°LS dan 129.391°BT dengan magnitudo (4.9) pada kedalaman 173.9 km. Menurut informasi dari GFZ, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 129.41°BT dan 7.00°LS dengan magnitudo (M5.0) dan kedalaman 190 km.

2. Kondisi geologi daerah terkena gempa bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya. Daerah tersebut pada umumnya disusun oleh batuan berumur Pra Tersier (terdiri – dari batuan metamorf, meta sedimen), Tersier (terdiri – dari batuan sedimen dan batugamping) dan Endapan Kuarter (terdiri – dari endapan pantai dan aluvial). Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.

3. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, maka kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas penunjaman lempeng di Laut Banda yang terbentang mulai dari tenggara pulau Timor, tenggara Pulau Yamdena, timur Kepulauan Kai dan membelok  hingga utara Pulau Seram. Menurut catatan dari Badan Geologi sumber gempabumi penunjaman di Laut Banda diperkirakan pernah memicu terjadinya tsunami pada tahun 1629, 1674, 1852, dan 1938. Disamping dari aktivitas penunjaman, sumber pembangkit tsunami lainnya diperkirakan dari longsoran cekungan Weber yang bisa dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat. Selama bulan September 2020 telah tercatat lima kejadian gempabumi bersumber dari penunjaman lempeng di Laut Banda yaitu tanggal 4, 8, 13, 17 dan 22 September 2020 yang memperlihatkan bahwa penunjaman ini bersifat aktif.  

4. Dampak gempa bumi

Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada laporan tentang kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat kejadian gempa bumi ini. Guncangan gempa bumi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya diperkirakan pada skala II-III MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami karena meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, namun kedalamannya dalam, sehingga tidak terjadi deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

5. Rekomendasi

  1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPPD setempat, serta tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya mengenai  gempa bumi dan tsunami.
  2. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan dengan kekuatan lebih kecil.

Demikian tanggapan kejadian gempa bumi ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

==================

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi – KESDM

maluku2020