Tanggapan Kejadian Gempa Bumi Di Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Tanggal 12 September 2020

TANGGAPAN KEJADIAN GEMPA BUMI DI KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR, TANGGAL 12 SEPTEMBER 2020

Bersama ini, kami sampaikan laporan tanggapan terjadinya gempa bumi di Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman serta hasil analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi  sebagai berikut:

1. Informasi Gempa Bumi
Gempa bumi terjadi pada hari Sabtu tanggal 12 September 2020 pukul 14:10:34 WIB. Berdasarkan data dari BMKG lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 119,13° BT dan 9,78° LS, dengan magnitudo (M5,0) pada kedalaman 10 km dan berjarak sekitar 41 km selatan Kota Tambolaka (ibu kota Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur).  Menurut data The United States Geological Survey (USGS) lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 119,042° BT dan 9,787° LS, dengan magnitudo (M4,5) pada kedalaman 35 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ) lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 119,01° BT dan 9,80° LS, dengan magnitudo (M4,4) pada kedalaman 10 km.



2. Kondisi geologi daerah terkena gempa bumi
Lokasi pusat gempa bumi terletak di perairan selatan Kabupaten Sumba Barat Daya. Wilayah tersebut pada umumnya disusun oleh batuan berumur Tersier yang terdiri-dari batuan sedimen, batugamping dan batuan rombakan gunung api serta endapan Kuarter yang terdiri-dari endapan pantai dan endapan aluvial. Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan akan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.

3. Penyebab gempa bumi
Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman, maka kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif. Pada tanggal 5 hingga 9 Agustus 2020 yang lalu telah terjadi serangkaian kejadian gempa bumi di dekat lokasi pusat gempa bumi tanggal 12 September 2020 yang diakibatkan oleh aktivitas sesar normal. Sesar normal tersebut diperkirakan terbentuk akibat proses penunjaman antara lempeng Indo-Australia dan mikro kontinen pada akhir Jaman Kapur di selatan Pulau Sumba.

4. Dampak gempa bumi
Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada laporan tentang kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat kejadian gempa bumi ini. Guncangan gempa bumi di daerah pantai selatan Kabupaten Sumba Barat Daya diperkirakan pada skala II – III MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami karena meskipun pusat gempa bumi terletak di laut, namun tidak memicu deformasi pada morfologi laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

5. Rekomendasi
a. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPPD setempat, serta tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya mengenai  gempa bumi dan tsunami.
b. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan dengan kekuatan lebih kecil.

Demikian tanggapan kejadian gempa bumi ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
=============
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
Badan Geologi – KESDM