Tanggapan Kejadian Gempa Bumi Di Samudera Hindia, Perairan Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, Tanggal 19 Agustus 2020

Sumba (190820)

Bersama ini, kami sampaikan laporan tanggapan terjadinya gempa bumi di Samudera Hindia, perairan selatan Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur, berdasarkan informasi yang diperoleh dari BMKG dan USGS Amerika Serikat, serta hasil analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sebagai berikut:

1. Informasi gempa bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Rabu tanggal 19 Agustus pukul 09:09:03 WIB. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 119.62° BT dan 11.63° LS, dengan magnitudo (M5.0) pada kedalaman 10 km dan berjarak sekitar 230 km selatan Kota Waingapu (ibukota Kabupaten Sumba Timur), 223 km selatan Kota Waibakul (ibukota Kabupaten Sumba Tengah), dan 222 km Kota Waikabubak (ibukota Kabupaten Sumba Barat). Menurut data The United States Geological Survey (USGS) lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 119.766° BT dan 11.633° LS, dengan magnitudo (M4.7) pada kedalaman 9.5 km.

2. Kondisi geologi daerah terkena gempa bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak di Samudera Hindia, perairan selatan Pulau Sumba. Wilayah tersebut pada umumnya disusun oleh batuan berumur Tersier yang terdiri-dari batuan sedimen, batugamping dan batuan rombakan gunung api serta endapan Kuarter yang terdiri-dari endapan pantai dan endapan aluvial. Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan akan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.

3. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman, maka kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas zona outer rise di selatan zona penunjaman dan Pulau Sumba.

4. Dampak gempa bumi

Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada laporan tentang kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat kejadian gempa bumi ini. Guncangan gempa bumi di pesisir pantai selatan Pulau Sumba diperkirakan pada skala intensitas II – III MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami karena meskipun pusat gempa bumi terletak di laut, namun tidak memicu deformasi pada morfologi laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

 

5. Rekomendasi

  • Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPPD setempat, serta tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya mengenai gempa bumi dan tsunami.
  • Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan dengan kekuatan lebih kecil.