Badan Geologi Lakukan Sosialisasi Gempabumi Dan Tsunami Ke Sd Dan Smp Di Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah

1. Latar Belakang 

Kabupaten Banjarnegara yang terletak di wilayah Provinsi Jawa Tengah merupakan daerah rawan bencana gempabumi. Sumber gempabumi di Kabupaten Banjarnegara  berasal dari sesar aktif yang terletak di darat. Sebaran sesar aktif ini belum teridentifikasi dan terpetakan dengan baik, namun diperkirakan terdapat di daerah Kalibening hingga Wanayasa. Untuk mengetahui sebaran dan jalur sesar aktif ini harus dilakukan penyelidikan detil dengan metode geologi, geofisika dan geodesi.

Kejadian gempabumi merusak daerah Banjarnegara paling tidak tercatat dua kali, yaitu tanggal 19 April 2013 dan 18 April 2018. Kejadian gempabumi tanggal 19 April 2013 episenter terletak di darat dengan kedalaman 10 km, kekuatan M 4,8 dan mengakibatkan kerusakan bangunan, retakan tanah dan gerakan tanah di Kecamatan Batur dan Kejajar. Kejadian gempabumi tanggal 18 April 2018 episenter juga terletak di darat dengan kedalaman 4 km, kekuatan M 4,4 mengakibatkan 2 orang meninggal, 21 org luka-luka, 316 bangunan mengalami kerusakan di Kecamatan Kalibening. Berdasarkan letak dan kedalaman kedua kejadian gempabumi merusak tersebut, maka sumber gempabumi tersebut berasal dari sesar aktif di darat.

Hingga kini kejadian gempabumi tidak dapat ditentukan dengan tepat (kapan, dimana, berapa kekuatannya), sehingga upaya terbaik dalam menghadapi kemungkinan terulangnya kejadian gempabumi dilakukan dengan upaya mitigasi. Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan atau sosialisasi. Kegiatan sosialisasi gempabumi dan tsunami ini ditujukan kepada para siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah terdampak pada kejadian gempabumi tahun 2018. Kegiatan sosialisasi ini melibatkan dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Banjarnegara. Materi tsunami diberikan agar para guru dan siswa juga mengetahui tentang bencana tsunami dan upaya mitigasinya. Kegiatan sosialisasi ini harus dilakukan secara terus menerus dan dilakukan secara teratur agar para siswa meningkat kesadaran dan pengetahuan upaya mitigasi gempabumi.

 

2. Tim Sosialisasi Gempabumi Badan Geologi

Tim sosialisasi Gempabumi Badan Geologi (BG) terdiri-dari lima orang, yaitu : Arianne Pingkan Lewu, ST sebagai kepala tim dengan anggota tim Dr. Supartoyo, Pandu Adi Minarno, ST, Fadlianto Nur Falah dan Sofyan. Tim sosialisasi BG telah berada di Kabupaten Banjarnegara pada hari Minggu tanggal 24 Nopember 2019, dan menyelesaikan tugasnya pada tanggal 29 Nopember 2019.  Tim sosialisasi BG bertugas untuk melakukan koordinasi dengan instansi terkait, Kepala sekolah tempat sosialisasi, menyiapkan metode dan bahan sosialisasi, melakukan kunjungan ke sekolah tempat sosialisasi guna mengetahui kondisi tempat sosialisasi dan melaksanakan kegiatan sosialisasi. Metode sosialisasi terdiri-dari tiga bagian yaitu : penyampaian materi tentang gempabumi dan tsunami disampaikan oleh Dr. Supartoyo, Arianne Pingkan Lewu, ST., dan Pandu Adi Minarno, ST. Permainan mitigasi gempabumi dan tas siaga bencana disampaikan oleh Pandu Adi Minarno, ST., Sofyan dan Fadlianto Nur Falah. Adapun simulasi gempabumi disampaikan oleh Dr. Supartoyo, Arianne Pingkan Lewu, ST., dan Sofyan.

 

3. Kegiatan Sosialisasi Gempabumi

Sesuai dengan surat dari BPBD Kabupaten Banjarnegara nomor 360/0279/BPBD/2019 tanggal 21 Nopember 2019, maka dipilih tiga sekolah untuk kegiatan sosialisasi gempabumi dan tsunami yang terdiri-dari dua Sekolah Dasar (SD) dan satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagaimana tercantum pada Tabel 1 berikut ini. 

Tabel 1. Daftar lokasi sekolah untuk kegiatan sosialisasi gempabumi. 

No.

Lokasi Sekolah

Waktu Pelaksanaan

1.

SMP Negeri 2 Kalibening

Selasa, 26 Nopember 2019

2.

SD Negeri 1 Kertosari

Rabu, 27 Nopember 2019

3.

SD Negeri 1 Kasinoman

Kamis, 28 Nopember 2019

Kegiatan sosialisasi mencakup pemaparan materi tentang gempabumi dan tsunami, permainan gempabumi (terdiri dari dua jenis, yaitu poster upaya mitigasi gempabumi dan tas siaga bencana) serta simulasi pada saat terjadi gempabumi ketika siswa sedang belajar di dalam kelas. Pada bagian pertama pemaparan materi gempabumi dan tsunami, para siswa diberikan materi yang meliputi pengertian gempabumi dan tsunami, sumber gempabumi dan sumber pembangkit tsunami, jenis dan klasifikasi gempabumi, peralatan pemantau gempabumi, parameter gempabumi, kriteria pantai rawan tsunami dan upaya mitigasi gempabumi dan tsunami. Kegiatan pemaparan materi diselingi dengan tanya jawab dan diskusi. Bagi siswa yang bisa menjawab pertanyaan dari nara sumber akan diberi hadiah. Untuk tingkatan SD pesertanya adalah siswa kelas 4, 5 dan 6, sedangkan untuk tingkatan SMP peserta adalah siswa kelas 7 dan 8. Kegiatan penyampaian materi diakhiri dengan menyanyikan lagu berisi upaya mitigasi gempabumi dan tsunami.

Bagian kedua merupakan permainan gempabumi.  Pada permainan pertama dan kedua para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Permainan pertama adalah tas siaga bencana. Selanjutnya masing-masing kelompok diminta untuk memilih barang-barang yang dipergunakan untuk antisipasi menghadapi kejadian bencana. dan dimasukkan ke tas siaga bencana. Barang yang dipilih dijepit dan barang yang tidak dipilih dimasukkan ke tas siaga bencana tanpa dijepit.

Selanjutnya permainan kedua adalah upaya mitigasi gempabumi. Permainan ini dengan mencocokkan gambar yang berkaitan dengan upaya mitigasi gempabumi yang terdiri-dari sebelum, pada saat dan setelah kejadian gempabumi. Setelah dipelajari oleh masing-masing kelompok, kemudian materi ditarik kembali oleh nara sumber. Selanjutnya masing-masing kelompok diminta untuk menyusun kembali menjadi sebuah bentuk poster yang memuat upaya mitigasi gempabumi. Untuk tingkatan SD peserta diminta hanya menempelkan gambar, sedangkan untuk tingkatan SMP peserta diminta menempel dan menulis keterangan gambar. Selanjutnya hasil dari masing-masing kelompok pada permainan tas siaga bencana dan poster upaya mitigasi gempabumi dinilai oleh tim. Untuk kelompok terbaik akan menerima hadiah yang disediakan oleh tim.

Pada bagian ketiga materinya adalah simulasi gempabumi. Pada bagian ini peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu kelompok keluar ruangan, kelompok berlindung dibawah meja, kelompok melindungi kepala, dan kelompok menjauhi kaca jendela dengan merapat ke tembok atau dinding. Simulasi dipraktekkan secara langsung terhadap para siswa tentang upaya yang dilakukan pada saat terjadi gempabumi sewaktu berada di ruangan. Adapun kejadian gempabumi ditandai dengan bunyi sirine. Pembagian kelompok pada sesi ini menyesuaikan dengan kondisi tempat sosialisasi.

Dengan materi – materi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para pelajar tingkat SD dan SMP di Kabupaten Banjarnegara tentang gempabumi dan tsunami serta upaya mitigasinya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas siswa tentang gempabumi dan tsunami. Pada saat terjadi gempabumi  dan tsunami, para siswa diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh. Dengan dipahaminya pengertian dan tata cara menyelamatkan diri pada saat terjadi gempabumi dan tsunami, diharapkan kepanikan dan korban akibat kejadian gempabumi dan tsunami di kemudian hari dapat diminimalisir.

Sasaran lainnya adalah setelah kegiatan sosialisasi ini, nantinya diharapkan para guru dapat melakukan kegiatan simulasi gempabumi secara rutin di sekolahnya. Dengan sering berlatihnya para siswa melalui kegiatan simulasi ini diharapkan pada saat terjadi gempabumi, kepanikan dan korban jiwa akan dapat diminimalisir atau dikurangi.   Kegiatan sosialisasi pada tiga sekolah tersebut berjalan lancar. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi gempabumi dan tsunami hingga selesai pada masing-masing sesi. Para guru juga disamping mendampingi murid-muridnya juga mengikuti kegiatan sosialisasi hingga selesai. Para siswa dan guru mengharapkan agar kegiatan ini dapat dilaksanakan kembali di sekolahnya pada masa yang akan datang.

banjarnegara 1 (021219)

Gambar 1. Tim sosialisasi gempabumi dan tsunami Badan Geologi sedang melapor, koordinasi dan diskusi dengan Bapak Hendro (Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Banjarnegara).

 

banjarnegara 2 (021219)

Gambar 2. Tim sosialisasi gempabumi dan tsunami Badan Geologi sedang melapor, koordinasi dan diskusi dengan Bapak Andri Sulistyo (Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Banjarnegara).

 

banjarnegara 3 (021219)

Gambar 3. Pemaparan materi gempabumi dan tsunami di SMPN 2 Kalibening.

 

banjarnegara 4 (021219)

Gambar 4. Para siswa dan guru SMPN 2 Kalibening mengikuti permainan pertama (tas siaga bencana).

 

banjarnegara 5 (021219)

Gambar 5. Para siswa dan guru SMPN 2 Kalibening mengikuti permainan kedua (upaya mitigasi gempabumi).

 

banjarnegara 6 (021219)

Gambar 6. Pemaparan materi gempabumi dan tsunami di SDN 1 Kertosari.

 

banjarnegara 7 (021219)

Gambar 7. Permainan pertama (tas siaga bencana) di SDN 1 Kertosari.

 

banjarnegara 8 (021219)

Gambar 8. Pemaparan materi gempabumi dan tsunami di SDN 1 Kasinoman.

 

banjarnegara 9 (021219)

Gambar 9. Para siswa SDN 1 Kasinoman dengan penuh semangat sedang menyanyikan lagu gempabumi dan tsunami yang dibuat oleh tim BG.

 

banjarnegara 10 (021219)

Gambar 10. Para siswa SDN 1 Kasinoman sedang melakukan permainan kedua (poster upaya mitigasi bencana gempabumi).

 

banjarnegara 11 (021219)

Gambar 11. Foto bersama setelah acara sosialisasi gempabumi dan tsunami dengan para siswa dan guru SMPN 2 Kalibening.

 

banjarnegara 12 (021219)

Gambar 12. Foto bersama setelah acara sosialisasi gempabumi dan tsunami dengan para siswa dan guru SDN 1 Kertosari.

 

banjarnegara 13 (021219)

Gambar 13. Foto bersama setelah acara sosialisasi gempabumi dan tsunami dengan para siswa dan guru SDN 1 Kasinoman.