Sosialisasi Gempabumi Dan Tsunami Ke Sekolah Di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu

1. Latar Belakang

Kota Bengkulu merupakan salah wilayah rawan bencana gempabumi dan tsunami di Indonesia. Sumber gempabumi di kota ini berasal dari zona subduksi di laut dan sesar aktif di darat, sedangkan sumber pembangkit tsunami berasal dari megathrust yang merupakan bagian atas zona subduksi. Dalam kurun waktu dua puluh tahun terakhir telah terjadi dua bencana gempabumi dan tsunami di daerah ini. Pada tanggal 4 Juni 2000 telah terjadi gempabumi dengan kekuatan atau magitudo M 7,9 yang mengakibatkan 100 orang meninggal dunia. Pada tanggal 12 September 2007 terjadi gempabumi dengan kekuatan atau magitudo M 8,4 yang mengakibatkan 14 orang meninggal dunia, tsunami di pantai Bengkulu Selatan dan Muko-Muko dengan tinggi rendaman di darat (flow depth) berkisar 40 cm hingga 100 cm, serta landaan ke darat (run up distance) berkisar 50 m hingga 400 m. Beruntung kejadian gempabumi tersebut tidak mengakibatkan tsunami besar.

Hingga kini kejadian gempabumi dan tsunami tidak dapat ditentukan dengan tepat (kapan, dimana, berapa kekuatannya), sehingga upaya terbaik dalam menghadapi kemungkinan terulangnya kejadian gempabumi dan tsunami dilakukan dengan upaya mitigasi. Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan atau sosialisasi. Kegiatan sosialisasi gempabumi dan tsunami ini ditujukan kepada para siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bengkulu. Kegiatan sosialisasi ini melibatkan dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bengkulu dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu. Kegiatan sosialisasi ini harus dilakukan secara terus menerus dan dilakukan secara teratur agar para siswa meningkat kesadaran dan pengetahuan upaya mitigasi gempabumi dan tsunami.

2. Tim Sosialisasi Gempabumi Badan Geologi

Tim sosialisasi Gempabumi Badan Geologi (BG) terdiri-dari lima orang, yaitu : Dr. Akhmad Solikhin sebagai kepala tim dengan anggota tim Dr. Supartoyo, Pandu Adi Minarno, ST, Juanda dan Tudi Untoro. Tim sosialisasi BG telah berada di Kota Bengkulu pada hari Minggu tanggal 10 Nopember 2019, dan menyelesaikan tugasnya pada tanggal 15 Nopember 2019. Tim sosialisasi BG bertugas untuk melakukan koordinasi dengan instansi terkait yaitu BPBD Kota Bengkulu, Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, Kepala sekolah tempat sosialisasi, menyiapkan metode dan bahan sosialisasi, melakukan kunjungan ke sekolah tempat sosialisasi guna mengetahui kondisi tempat sosialisasi dan melaksanakan kegiatan sosialisasi. Metode sosialisasi terdiri-dari tiga bagian yaitu : penyampaian materi tentang gempabumi dan tsunami disampaikan oleh Dr. Supartoyo dan Dr. Akhmad Solikhin, permainan mitigasi gempabumi dan tas siaga bencana disampaikan oleh Pandu Adi Minarno, ST., Juanda dan Tudi Untoro serta simulasi gempabumi disampaikan oleh Dr. Supartoyo dan Dr. Akhmad Solikhin.

3. Kegiatan Sosialisasi Gempabumi

Sesuai dengan surat dari Dinas Pendidikan Kota Bengkulu nomor 421.2/609/II.D.DIK/2019 tanggal 7 Nopember 2019, maka dipilih empat sekolah untuk kegiatan sosialisasi gempabumi dan tsunami yang terdiri-dari dua Sekolah Dasar (SD) dan dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagaimana tercantum pada Tabel 1 berikut ini.

Tabel 1. Daftar lokasi sekolah untuk kegiatan sosialisasi gempabumi.

No.

Lokasi Sekolah

Waktu Pelaksanaan

1.

SD Negeri 1 Kota Bengkulu

Senin, 11 Nopember 2019

2.

SD Negeri 11 Kota Bengkulu

Selasa, 12 Nopember 2019

3.

SMP Negeri 7 Kota Bengkulu

Rabu, 13 Nopember 2019

4.

SMP Negeri 9 Kota Bengkulu

Kamis, 14 Nopember 2019

Kegiatan sosialisasi mencakup pemaparan materi tentang gempabumi dan tsunami, permainan gempabumi (terdiri dari dua jenis, yaitu poster upaya mitigasi gempabumi dan tas siaga bencana) serta simulasi pada saat terjadi gempabumi ketika siswa sedang belajar atau berada di dalam ruangan. Pada bagian pertama pemaparan materi gempabumi dan tsunami, para siswa diberikan materi yang meliputi pengertian gempabumi dan tsunami, sumber gempabumi dan sumber pembangkit tsunami, jenis dan klasifikasi gempabumi, peralatan pemantau gempabumi, parameter gempabumi, kriteria pantai rawan tsunami dan upaya mitigasi gempabumi dan tsunami. Kegiatan pemaparan materi diselingi dengan tanya jawab dan diskusi. Untuk tingkatan SD pesertanya adalah siswa kelas 5 dan 6, sedangkan untuk tingkatan SMP peserta adalah siswa kelas 8 dan 9. Kegiatan pertama ini diakhiri dengan menyanyikan lagu berisi upaya mitigasi gempabumi dan tsunami.

Pada bagian kedua merupakan permainan gempabumi. Para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Permainan gempabumi terdiri-dari dua jenis, yaitu upaya mitigasi gempabumi dengan mencocokkan gambar yang berkaitan dengan upaya mitigasi gempabumi dan tas siaga gempabumi. Selanjutnya nara sumber menjelaskan materi permainan yang dikemas dengan ilustrasi gambar dan keterangannya. Gambar tersebut menampilkan upaya mitigasi gempabumi, meliputi upaya sebelum kejadian, pada saat kejadian gempabumi, dan setelah kejadian gempabumi. Setelah dipelajari oleh masing-masing kelompok, kemudian materi ditarik kembali oleh nara sumber. Selanjutnya para peserta diminta untuk menyusun kembali menjadi sebuah bentuk poster yang memuat upaya mitigasi gempabumi, meliputi tindakan sebelum kejadian, pada saat kejadian, dan setelah kejadian gempabumi. Untuk tingkatan SD peserta diminta hanya menempelkan gambar, sedangkan untuk tingkatan SMP peserta diminta menempel dan menulis keterangan gambar. Permainan kedua para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok diminta untuk memilih barang-barang yang dipergunakan untuk antisipasi menghadapi kejadian bencana. Selanjutnya barang-barang tersebut dimasukkan ke tas siaga bencana. Selanjutnya poster dari masing – masing kelompok pada permainan pertama dan tas siaga pada permainan kedua akan dinilai oleh tim, dan untuk kelompok terbaik akan menerima hadiah yang disediakan oleh tim.

Pada sesi ketiga atau sesi terakhir, materinya adalah simulasi gempabumi. Pada sesi simulasi gempabumi peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu kelompok keluar ruangan, kelompok berlindung dibawah meja, kelompok melindungi kepala, dan kelompok menjauhi kaca jendela dengan merapat ke tembok atau dinding. Simulasi dipraktekkan secara langsung terhadap para siswa tentang upaya yang dilakukan pada saat terjadi gempabumi sewaktu berada di ruangan. Adapun kejadian gempabumi ditandai dengan bunyi sirine. Pembagian kelompok pada sesi ini mengikuti kondisi tempat sosialisasi.

Dengan materi – materi tersebut kegiatan sosialisasi gempabumi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para pelajar tingkat SD dan SMP di Kota Bengkulu tentang gempabumi dan tsunami serta upaya mitigasinya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas siswa tentang gempabumi dan tsunami. Pada saat terjadi gempabumi dan tsunami, para siswa diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh. Dengan dipahaminya pengertian dan tata cara menyelamatkan diri pada saat terjadi gempabumi dan tsunami, diharapkan kepanikan dan korban akibat kejadian gempabumi dan tsunami di kemudian hari dapat diminimalisir.

Sasaran lainnya adalah setelah kegiatan sosialisasi ini, nantinya diharapkan para guru dapat melakukan kegiatan simulasi gempabumi dan tsunami secara rutin. Kegiatan simulasi pada prinsipnya sama dengan kegiatan olah raga, yaitu harus sering berlatih. Dengan sering berlatihnya para siswa melalui kegiatan simulasi ini diharapkan pada saat terjadi gempabumi dan tsunami, kepanikan dan korban jiwa akan dapat diminimalisir atau dikurangi.

Kegiatan sosialisasi pada empat sekolah tersebut berjalan lancar. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi gempabumi dan tsunami hingga selesai pada masing-masing sesi. Para guru juga mendampingi murid-muridnya pada kegiatan tersebut. Para siswa dan guru mengharapkan agar kegiatan ini dapat dilaksanakan kembali di sekolahnya pada masa yang akan datang (*Pty*).

 

satu

Gambar 1. Tim sosialisasi gempabumi dan tsunami Badan Geologi yang melaksanakan tugas di Kota Bengkulu.

dua

Gambar 2. Kegiatan gempabumi dan tsunami di SDN 1 Kota Bengkulu.

tiga

Gambar 3. Kegiatan gempabumi dan tsunami di SDN 11 Kota Bengkulu.

empat

Gambar 4. Kegiatan gempabumi dan tsunami di SMPN 7 Kota Bengkulu.

lima

Gambar 5. Kegiatan gempabumi dan tsunami di SMPN 9 Kota Bengkulu..

enam

Gambar 6. Penyerahan data gempabumi dari tim sosialisasi kepada Kepala BPBD Kota Bengkulu.

tujuh

Gambar 7. Foto bersama Kepala Sekolah dan guru SDN 11 Kota Bengkulu.

delapan

Gambar 8. Penyerahan data gempabumi dan poster dari tim sosialisasi kepada Guru Kelas 8 SMPN 7 Kota Bengkulu.

sembilan

Gambar 9. Foto bersama Kadis ESDM Provinsi Bengkulu setelah diskusi tentang bencana geologi.