Konferensi Pers Pvmbg Tentang G. Karangetang, G. Agung Dan G. Merapi

Tanggal 8 Februari 2019 bertempat di Ruang Monitoring Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi Ir. Kasbani, M.Sc didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha Ir. Gede Suantika, M.Si. dan Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi Wilayah Barat Ir. Kristianto, M.Si  mengadakan konferensi pers tentang tiga aktivitas gunungapi yaitu G. Karangetang, G. Agung dan G. Merapi.

Dalam pemaparannya Kepala PVMBG menerangkan, bahwa 3 gunungapi yang saat ini aktif semuanya selalu dalam pemantauan PVMBG secara langsung selain dengan Pengamat yang rutin mengirimkan berita juga dengan mengirimkan Tim Tanggap Darurat ke gunung-gunung tersebut.

Rekomendasi yang dikeluarkan oleh PVMBG berkaitan dengan kegiatan gunungapi tersebut adalah :

G. Karangetang

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona perkiraan bahaya yang meliputi radius 2.5 km dari puncak Kawah 2 (utara) dan Kawah Utama (selatan)dan area perluasan sektoral dari puncak kearah Barat-Barat laut sejauh 3 km dan ke arah Baratlaut-Utara sejauh 4 km.
  • Masyarakat di sekitar G. Karangetang yang berada di area Barat laut-Utara dari Kawah 2, di antaranya Kampung Niambangeng, Kampung Beba dan Kampung Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran G. Karangetang yaitu di luar zona perkiraan bahaya tersebut di poin (1).
  • Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak G. Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke laut.
  • Masyarakat disekitar G. Karangetang dianjurkan agar senantiasa menyiapkan masker penutup hidung dan mulut untuk mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.
  • Masyarakat di sekitar G. Karangetang diharap untuk tetap tenang, tidak terpancing isu-isu mengenai erupsiG. Karangetang yang tidak jelas sumbernya dan selalu mengikuti arahan dari BPBD Kabupaten Sitaro.

Untuk lebih lengkap, Siaran Pers dapat diunduh di link berikut ini : 

http://www.vsi.esdm.go.id/index.php/kegiatan-pvmbg/download-center/doc_download/5081-gunung-karangetang

http://www.vsi.esdm.go.id/index.php/kegiatan-pvmbg/download-center/doc_download/5084-lampiran-karangetang

G. Agung

  • Zona perkiraan bahaya berada di seluruh area di dalam radius 4 km dari puncak.
  • Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual/terbaru.
  • Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung

Untuk lebih lengkap, Siaran Pers dapat diunduh di link berikut ini : http://www.vsi.esdm.go.id/index.php/kegiatan-pvmbg/download-center/doc_download/5079-gunung-agung 

G. Merapi
  • Agar dikosongkan dari aktivitas masyarakat Wilayah dalam radius 3 km dari puncak
  • Pemerintah daerah dan masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik
  • Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi
  • Masyarakat yang tinggal di KRB lll dimohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas erupsi G.Merapi.

Untuk lebih lengkap, Siaran Pers dapat diunduh di link berikut ini : http://www.vsi.esdm.go.id/index.php/kegiatan-pvmbg/download-center/doc_download/5083-gunung-merapi

 

WhatsApp Image 2019-02-08 at 16.29.59

WhatsApp Image 2019-02-08 at 16.30.14

 

WhatsApp Image 2019-02-08 at 16.31.48