Evaluasi Bencana Geologi Periode Maret 2018 Dan Potensi Longsor Bulan April 2018

presscon

Press release berkaitan dengan kebencanaan geologi selama Bulan Maret - April 2018

oleh Ka. Pusat PVMBG, bertempat di Ruang Monitoring PVMBG, 3 April 2018.

 

Dari 127 Gunungapi Aktif di Indonesia, 69 gunung dipantau secara menerus 24 jam/hari. Saat ini, 1 (satu) gunung api status AWAS/Level IV (G. Sinabung), 1 (satu) gunung api status SIAGA/Level III (G. Agung), dan 18 gunung api Status Waspada/Level II diantaranya G. Dukono dan G. Ibu masih mengalami erupsi menerus.

presscon2

Rekaman CCTV kawah sileri pada 1 April 2018 pukul 13:44:42 WIB

 

presscon3

Kondisi Kawah Ijen pada tanggal 22 Maret 2018

 

Pada tanggal 21 Maret 2018 G. Ijen mengalami aktivitas Hembusan yang menyebabkan aliran gas vulkanik hingga mencapai lebih dari 7 km dari Kawah Ijen ke arah Desa Watu Capil dan Margahayu. Pasca terjadinya hembusan gas, konsentrasi CO2 dan gas Sulfur di area kawah terkadang terdeteksi di atas ambang batas Normal. Kegempaan cenderung berkurang terutama gempa-gempa Vulkanik Dangkal. Potensi bahaya saat ini terutama gas-gas vulkanik konsentrasi tinggi di sekitar kawah dan kemungkinan terjadinya hembusan gas tiba-tiba dari Kawah Ijen. Rekomendasi agar masyarakat di sekitar G. Ijen dan pengunjung/wisatawan/penambang tidak diperbolehkan mendekati bibir kawah maupun turun dan mendekati dasar kawah serta tidak boleh menginap dalam kawasan G. Ijen dalam radius 1 km dari kawah. Masyarakat yang bertempat tinggal di bantaran lembah di sepanjang aliran Sungai Banyu Pait agar selalu waspada terhadap potensi ancaman aliran gas-gas vulkanik yang berbahaya dan tetap memperhatikan perkembangan aktivitas G. Ijen.

Pada tanggal 1 April 2018 pukul 13:42:55 WIB terjadi letusan freatik di kawah Sileri, yang mengeluarkan semburan lumpur dengan tinggi kurang lebih 150 m. Semburan lumpur mencapai jarak terjauh 200 meter dari Kawah Sileri. Hasil pengukuran Gas di udara pasca terjadinya semburan pada jarak sekitar 40 m dari pusat letusan, tidak terdeteksi adanya gas-gas konsentrasi tinggi dan berbahaya (Gas CO2 0.04 % volume), gas H2S dan SO2 tidak terdeteksi. Rekomendasi agar masyarakat dan wisatawan tidak mendekati kawah Sileri pada jarak 200 meter dari bibir Kawah.

Evaluasi kejadian gerakan tanah/longsor selama periode Maret 2018 yang melanda sebagian besar Jawa, Sulawesi, Maluku, Papua dan sebagian Sumatera terutama dipicu oleh intensitas curah hujan tinggi – sangat tinggi. Selama bulan Maret terjadi 146 kejadian gerakan tanah/tanah longsor di 43 kabupaten/kota, dimana sebagian besar terjadi di P. Jawa. Dampak kejadian tersebut, mengakibatkan 431 rumah/bangunan rusak, 8 orang meninggal. Kejadian longsor juga berulang kali terjadi di kawasan Puncak (Cianjur dan Bogor) termasuk kawasan Puncak Pass. Longsor di kawasan tersebut sudah sering, kejadian pertama kali terjadi Januari 2009, 2013 dan 2014.

Potensi gerakan tanah/longsor pada bulan April 2018, berdasarkan Peta Peringatan Potensi Terjadi Gerakan Tanah/ Tanah Longsor yang merupakan Overlay Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah/ Tanah Longsor dari Badan Geologi dengan Hasil Prakiraan Curah Hujan dari BMKG menunjukan bahwa Potensi Longsor dan Banjir Bandang di Indonesia pada bulan April 2018 sedikit berkurang jika dibandingkan dengan bulan Februari dan Bulan Maret. Namun demikian potensi terjadinya gerakan tanah di seluruh Indonesia masih mungkin terjadi terutama di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua.

Untuk kebencanaan gempabumi, kejadian gempabumi di Indonesia selama Maret 2018 antara lain terjadi : gempabumi dengan magnitudo (M 4,0 – 4,9) sebanyak 170 kejadian, magnitudo (M 5,0 – 5,9) sebanyak 20 kejadian, serta magnitudo (M 6,0 – 6,9) sebanyak 1 kejadian. Tidak ada kejadian gempa bumi merusak pada bulan Maret 2018.

 

presscon4

Kondisi longsor di Puncak Pass, Foto yang banyak beredar Bangunan Puncak Pass Resort seolah-olah Miring, sebenarnya area yang terdampak Sebuah bungalow dan Bangunan house keeping hancur, dan mushola rusak berat