Ulasan Kejadian Gempabumi Indonesia Tahun 2016 : Sumber Gempabumi Yang Belum Tergali

Kepulauan Indonesia merupakan salah satu wilayah di Bumi yang sangat aktif dari segi kegempaan dikarenakan tataan tektoniknya yang kompleks. Dalam setahun setidaknya terdeteksi lebih dari 5.000 kejadian gempa bumi di wilayah Indonesia, baik yang guncangannya dirasakan oleh masyarakat maupun yang tidak. Sebagian besar gempa bumi di wilayah Indonesia dihasilkan dari aktivitas penunjaman (subduksi) dan sebagian lainnya dari aktivitas patahan/sesar. Wilayah Indonesia juga sering kali mengalami gempa bumi besar (magnitudo lebih besar dari M7,0). Gempa bumi dengan magnitudo M 7,0 – 7,9 rata-rata sebanyak 1 - 2 kali dalam setahun, sedangkan magnitudo lebih besar dari M 8,0 terjadi sekali dalam 5 - 10 tahun. Dari lima belas kejadian gempa bumi terbesar di dunia sejak tahun 1900, empat diantaranya berlokasi di wilayah Indonesia. Bencana gempa bumi tidak mengenal batas negara. Tak jarang pula terjadi gempa bumi merusak di luar Indonesia menimbulkan bencana di wilayah Indonesia, atau sebaliknya. Dalam kurun waktu 17 tahun (1990-2016) setidaknya telah terjadi 152 kejadian gempa bumi merusak dengan rata-rata 6 – 12 kejadian dalam satu tahun. Pada tahun 2016, kejadian gempa bumi merusak di Indonesia mencapai jumlah terbanyak yaitu 18 kejadian dan 12 diantaranya dilakukan kegiatan tanggap darurat bencana gempa bumi oleh PVMBG, Badan Geologi.

Ringkasan 1

Peta lokasi pusat gempa bumi yang merusak atau menimbulkan bencana di wilayah Indonesia sepanjang tahun 2016.

Beberapa Di Indonesia, masih banyak patahan aktif yang belum terdefinisikan dan bahkan belum teridentifikasi keberadaannya sama sekali. Hal tersebut dapat dikarenakan tidak tercatatnya sejarah kegempaan atau tidak tampaknya morfologi patahan di permukaan karena tertimbun oleh batuan muda yang tebal. Tujuh dari kejadian gempa bumi merusak di tahun 2016 bersumber dari patahan aktif yag belum terdefinisikan. Keberadaan patahan aktif yang belum tergali ini menjadi tantangan bagi para ahli gempa bumi dan instansi-instansi yang terkait dalam mitigasi gempa bumi. Untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan suatu patahan aktif memang bukan pekerjaan yang mudah dan dengan waktu yang tidak pendek. Diperlukan penelitian terpadu dengan melibatkan berbagai bidang keahlian seperti geologi, geofisika dan geodesi untuk dapat memperoleh informasi parameter suatu patahan. Hasil dari penelitian ini akan sangat berguna untuk mengetahui tingkat kerawanan suatu wilayah terhadap guncangan gempa bumi, sehingga dapat menentukan langkah mitigasi bencana gempa bumi yang tepat.

Kumpulan hasil penyelidikan tanggap darurat bencana gempa bumi di Indonesia sepanjang tahun 2016 yang dilakukan PVMBG, Badan Geologi beserta ulasan terkait patahan aktif yang belum terdefinisikan, terdapat dalam Buku Tanggap Darurat Kejadian Gempabumi Tahun 2016: Memburu Sumber Gempa Bumi yang Belum Tergali (Klik untuk mendownload)