Kegiatan Sosialisasi Pasca Gempabumi Pidie Jaya

 

SOSIALISASI GEMPABUMI DI KABUPATEN PIDIE JAYA
Pendahuluan
Sebagai negara dengan kondisi tektonik lempeng yang unik, yaitu pada pertemuan antara 3 lempeng aktif dunia, Lempeng Eurasia, Indian-Australia dan Pasifik, hal ini menyebabkan Indonesia sangat rawan dengan bencana gempabumi. Dalam 15 tahun terakhir, ada 13 kejadian gempabumi merusak di Indonesia yang menimbulkan korban jiwa, dan 7 terjadi di Sumatera, yaitu Aceh (2004), Nias (2005), Bengkulu (2007), Padang (2009), Mentawai (2010), Aceh Tengah (2013) dan Pidie Jaya (2016).
Kejadian Gempabumi Pidie Jaya pada tanggal 7 Desember 2016 menyebabkan 104 meninggal dunia dan kerugian material akibat rusaknya bangunan dan infrastruktur. Badan Geologi bekerja sama dengan Dinas ESDM Provinsi Aceh dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya melakukan sosialisasi pada pelajar SD, SMP dan SMA/SMK.
Maksud dari sosialisasi ini adalah: 1) Mengenalkan pemahaman sederhana tentang gempabumi dan bencana yang ditimbulkan jika terjadi gempabumi, melalui pembekalan materi dan permainan interaktif. 2) Memberikan simulasi prosedur jika terjadi gempabumi. Tujuan dari sosialisasi adalah untuk mengurangi risiko bencana melalui penguatan kapasitas masyarakat dengan pemupukan kesadaran tentang gempabumi dan cara antisipasi jika terjadi gempabumi. Target peserta adalah para pelajar karena pada kasus Gempabumi Pidie Jaya 7 Desember 2016, banyak bangunan sekolah yang rusak dan terpaksa dirobohkan karena tidak layak dan membahayakan jika digunakan lagi.
Sosialisasi dilaksanakan pada sekolah-sekolah di Kabupaten Pidie Jaya yang bangunan sekolahnya dirobohkan karena rusak parah akibat goncangan gempabumi.
Pelaksanaan
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di SMPN 2 Trienggadeng. SMPN 3 Bandarbaru, SD N Antara, SD N 3 Meureudu, SMA N 1 Trienggadeng dan SMK N 1 Bandar Baru. Para siswa antusias mengikuti jalannya sosialisasi yang dikemas dengan beberapa permainan dan simulasi. Materi sosialisasi terkait pengenalan konsep gempabumi ringkas dan bagaimana proses terjadinya di daerah Pidie Jaya. Bentuk permainan dikemas dengan ilustrasi gambar dan keterangan yang kemudian di susun kembali menjadi sebuah bentuk poster hasil karya masing-masing tim dari sekolah setempat. Kegiatan ditutup dengan simulasi jika terjadi gempabumi yang dipraktekkan langsung terhadap siswa-siswi peserta. Yaitu upaya bagaimana melakukan penyelamatan diri ketika terjadi gempabumi, berupa melindungi kepala dengan tas, bantal dsb, mendekat kearah tembok (menjauhi kaca jendela), berlindung di bawah meja dan keluar ruangan mencari tanah lapang / terbuka.
1. Sosialisasi di SMP N 2 Trienggadeng, 30 Januari 2017
Sosilaisasi dikuti oleh semua siswa kelas 2 yang berjumlah 40 orang.
sos1
Gambar 1.Suasana Pemberian Materi dan permainan di SMPN 2 Trienggadeng
2. Sosialisasi di SMP 2 Bandar Baru, 31 Januari 2017
Sosialisasi diikuti oleh semua siswa di SMP 2 Bandar Baru yang berjumah sekitar 46 orang.
sos2
Gambar 2.Suasana permainan merangkai gambar poster dan simulasi gempabumi di SMPN 3 Bandar Baru
3. Sosialisasi di SDN Antara Trienggadeng, 1 Februari 2017
Kegiatan sosialisasi di SD N Antara dilaksanakan dengan bekerja sama dengan Dinas ESDM Provinsi Aceh. Sosialisasi diikuti oleh seluruh siswa dari kelas I sampai kelas VI, yang dibagi menjadi 2 kelompok. Tim Dinas ESDM Provinsi Aceh mengemas materi sosialisasi dalam bentuk Geomobil yang di dalamnya terdapat maket-maket kebumian untuk peragaan serta penayangan film terkait kebencanaan geologi yang dikhususkan untuk anak-anak.Tim dari PVMBG ikut serta didalamnya untuk memberikan pengetahuan-pengetahuan terkait kebencanaan gempabumi melalui kuis-kuis yang disampaikan.
sos3
Gambar 3.Penjelasan Maket Kebumian kepada Siswa SD N Antara, Trienggading, Pidie Jaya
4. Sosialisasi di SDN 3 Meureudu, 2 Februari 2017
Kegiatan sosialisasi di SDN 3 Meureudu, masih bekerja sama dengan Dinas ESDM Provinsi Aceh. Sosialisasi diikuti oleh semua siswa dari kelas I sampai dengan kelas VI dan dibagi menjadi 2 kelompok. Kegiatan sosialisasi kepada siswa-siswi SD ini difokuskan untuk pengenalan gempabumi yang dapat dengan mudah mereka pelajari sesuai jenjang usia pendidikannya dan dilakukan beberapa percobaan yang menambah pemutakhiran pengetahuan mereka.
sos4
Gambar 4.Penjelasan materi di luar ruangan dan simulasi pada saat terjadi gempabumi di SD N 3 Meureudu, Pidie Jaya
5. Sosialisasi di SMAN 1 Trienggadeng, 3Februari 2017
Sosialisasi diikuti oleh perwakilan dari masing- masing kelas X, XI dan XII dan berjumlah 70 siswa.
sos5
Gambar 5. Pembekalan Materi Pengenalan Gempabumi dan Simulasi di SMA N 1 Trienggadeng
6. Sosialisasi di SMKN 1Bandar Baru, 30 Januari 2017
Sosialisasi diikuti oleh perwakilan dari masing- masing kelas X dan XII dan berjumlah 85 siswa. Kelas XI sedang praktek lapangan.
sos6
Gambar 6. Pembekalan Materi Pengenalan Gempabumi dan Foto Bersama Siswa-Siswi Peserta di SMK N 1 Bandarbaru
Evaluasi
Dari ke 6 sekolah yang tim Badan Geologi kunjungi untuk sosialisasi, sekolah SDN Antara dan SDN 3 Meureudu pernah menerima sosialisasi sebelumnya dari instansi lain. Hal ini terlihat dari mereka hafal dan fasih menyanyikan lagu “Kalau Ada Gempa”, yang liriknya berisi upaya-upaya yang dilakukan pada saat kejadian gempabumi. Lagu ini sangat pas untuk anak SD, tetapi untuk anak SMP dan SMA mungkin tidak terlalu tepat.
Untuk anak usia SD yang rentangnya cukup panjang, dari kelas I sampai kelas VI, sangat tepat dibagi menjadi 2 kelompok dalam menerima materi. Untuk kelompok kelas I-III, materi disampaikan dengan banyak permainan dan menonton film kartun tentang kejadian gempabumi. Sedangkan untuk kelas IV-VI pemberian materi di kelas sudah bisa dilakukan, hanya perlu mempertimbangkan durasi, karena kalau terlalu lama mereka bisa bosan. Pemberian materi yang interaktif dan melibatkan mereka, seperti permainan akan lebih menarik dan lebih mengena ke sasaran.
Materi untuk siswa SMP dan SMA/SMK tidak terlalu jauh berbeda. Namun tetap saja pemberian materi yang interaktif dan melibatkan lebih menarik.