Laporan Kebencanaan Geologi, 04 November 2019

Logo_ESDM

Hari ini, Senin, 4 November 2019, Bencana/Bahaya Geologi yang terjadi sbb:
1. Gunungapi    

Gunungapi Sinabung (Sumatera Utara)
Tingkat aktivitas sejak tanggal 20 Mei 2019 pukul 10.00 WIB diturunkan menjadi Level III (Siaga). G.Sinabung (2.460 m dpl) mengalami erupsi sejak tahun 2013. Erupsi terakhir tanggal 9 Juni 2019. 
Cuaca berawan, mendung, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan tenggara. Suhu udara sekitar 16 - 26°C. Gunungapi tertutup kabut, asap kawah tidak teramati. 
Melalui rekaman seismograf pada 03 November 2019 tercatat:

  • 6 kali Gempa Hembusan
  • 1 kali Gempa Tektonik Lokal
  • 4 kali Gempa Tektonik Jauh

Rekomendasi:

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 km dari puncak G. Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor Selatan - Timur, dan 4 km untuk sektor Utara-Timur.
  • Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah, mengamankan sarana air bersih, dan membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.
  • Masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunungapi Sinabung agar mewaspadai potensi banjir lahar terutama pada saat terjadi hujan lebat.

VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 10 Juni 2019 pukul 14:21 WIB, terkait emisi gas dengan ketinggian kolom asap 2.960 m di atas permukaan laut atau sekitar 500 m dari puncak. Kolom asap bergerak ke arah timur-tenggara.

 

Gunungapi Agung (Bali)
Gunungapi Agung di Bali kembali memasuki fase erupsi mulai 21 November 2017 hingga saat ini,setelah beristirahat lebih dari 53 tahun. Tingkat aktivitas saat ini adalah Level III (Siaga).
Cuaca berawan,mendung dan hujan, angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara sekitar 21 – 25°C. Gunungapi jelas hingga tertutup kabut, asap kawah bertekanan lemah, berwarna putih tipis dengan tinggi 50 m di atas puncak.
Melalui rekaman seismograf pada 03 November 2019 tercatat: 3 kali Gempa Tektonik Jauh
Melalui rekaman seismograf pada 04 November 2019 (Pukul. 00:00-06:00 WITA) tercatat: 1 Kali Tektonik Jauh
Rekomendasi:

  • Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakiaan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak G. Agung.
  • Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di G.Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan.

VONA: VONA terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 13 Juni 2019 pukul 01:48 WITA, terkait erupsi pada 13 Juni 2019 pukul 01:38 WITA. Kolom abu tidak teramati. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan lama gempa 3 menit 53 detik.

 

Gunungapi Karangetang (Sulawesi Utara)
Tingkat aktivitas Level III (Siaga). G. Karangetang (1.784 m dpl) kembali memasuki periode erupsi sejak 25 November 2018.
Cuaca cerah, berawan, angin bertiup lemah ke timur laut dan timur. Suhu udara sekitar 26 - 31°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih tebal, tinggi 150 m di atas puncak. Guguran lava pijar ke arah kali Sense 1.000-1.500 m dari puncak.
Melalui rekaman seismograf tanggal 03 November 2019 tercatat:

  • 77 kali Gempa Guguran
  • 19 kali Gempa Hembusan
  • 1 kali Gempa Hybrid
  • 2 kali Gempa Vulkanik Dangkal
  • 1 kali Gempa Tektonik Lokal
  • 5 kali Gempa Tektonik Jauh

Rekomendasi: Terhitung mulai tanggal 27 Agustus 2019 rekomendasi teknis adalah sebagai berikut:

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan dihimbau agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,5 km dari Kawah Utama (Selatan) dan Kawah II (Utara), serta di dalam area perluasan sektoral dari Kawah II ke arah Utara-Barat Iaut sejauh 4 km dan dari Kawah Utama ke arah Barat sejauh 3 km.
  • Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak G.Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

VONA: VONA terakhir terkirim kode warna YELLOW, terbit tanggal 25 November 2018 pukul 13:32 WITA, terkait emisi abu vulkanik dengan ketinggian sekitar 2.284 m di atas permukaan laut atau sekitar 500 m di atas puncak, angin bertiup ke arah timur.

 

Gunungapi Soputan (Sulawesi Utara)
G. Soputan (1.809 m dpl) mengalami penurunan aktivitas vulkanik sehingga tingkat aktivitasnya diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) terhitung sejak 8 Oktober 2019 pukul 16.00 WITA.
Cuaca cerah, mendung dan hujan, angin bertiup lemah hingga lemah ke arah barat,barat daya. Suhu udara sekitar 19 - 34°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama teramati berwarna putih tipis dengan tinggi 20-30 m di atas puncak.
Melalui rekaman seismograf tanggal 03 November 2019 tercatat:

  • 14 kali Gempa Guguran
  • 1 kali Gempa Hembusan
  • 9 kali Gempa Tremor Harmonik
  • 6 kali Gempa Tektonik Jauh

Rekomendasi: Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1.5 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman guguran lava dan awan panas guguran.
VONA: VONA terkirim kode warna RED, terbit tanggal 16 Desember 2018 pukul 05:54 WITA, terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu maksimum 8.809 m di atas permukaan laut atau sekitar 7.000 m di atas puncak.

 

Gunungapi Anak Krakatau (Lampung)
Tingkat aktivitas Level II (Waspada), sejak 25 Maret 2019. G. Anak Krakatau (157 m dpl) mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak 18 Juni 2018 dan diikuti rangkaian erupsi pada periode September 2018 hingga Februari 2019. Pada  tanggal 29 Oktober 2019  terjadi erupsi  yang terekam di seismogram dengan amplitudo 41 mm durasi sekitar 4 menit 57 detik.
Cuaca cerah, angin bertiup lemah ke arah utara, suhu udara sekitar 25 – 32°C. Gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Melalui CCTV teramati asap putih tipis -tebal tinggi 25-150 m dari dasar kawah.
Melalui seismograf tanggal 03 November 2019 tercatat:

  • 1 kali Gempa Low Frekuensi
  • 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal

Rekomendasi: Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 29 Oktober 2019 pukul 10:49 WIB. Berkaitan dengan erupsi yang terekam oleh alat pemantau gunungapi dengan amplitudo maksimum 41 mm dan durasi 4 menit 57 detik.

 

Gunungapi Merapi (Jawa Tengah - Yogyakarta)
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). G. Merapi (2.968 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus.
Cuaca cerah, berawan, mendung dan hujan, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur laut, timur dan tenggara. Suhu udara sekitar 14 – 22.3oC. Gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah  teramati berwarna putih,tebal tinggi 450 m di atas puncak.
Melalui rekaman seismograf pada 03 November 2019 tercatat:

  • 7 kali Gempa Guguran
  • 7 kali Gempa Hybrid
  • 1kali Gempa Vulkanik Dangkal
  • 1 kali Gempa Tektonik Lokal
  • 2 kali Gempa Tektonik Jauh

Rekomendasi:

  • Kegiatan pendakian G. Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.
  • Radius 3 km dari puncak agar dikosongkan dari aktivitas penduduk.
  • Masyarakat yang tinggal di KRB III mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas G. Merapi. 

VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 14 Oktober 2019 pukul 16:44 WIB, terkait dengan adanya erupsi abu dengan ketinggian kolom setinggi 5.968 m di atas permukaan laut atau sekitar 3.000 m di atas puncak.  Kolom abu bergerak ke arah barat daya.

 

Gunungapi Dukono (Maluku Utara)
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). G. Dukono (1.229 m dpl) mengalami erupsi menerus.
Cuaca cerah, berawan, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan timur laut. Suhu udara sekitar 26 - 31°C. Gunungapi jelas, tertutup kabut. Asap kawah utama bertekanan lemah, berwarna putih hingga kelabu, tebal, tinggi 200-500 m  di atas puncak.
Melalui rekaman seismograf pada 03 November 2019 tercatat:

  • 1 kali Gempa Tektonik Jauh
  • Tremor menerus dengan amplitudo 0.5 – 15 mm, dominan 2 mm

Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.
VONA: VONA terakhir terkirim dengan kode warna ORANGE, terbit tanggal 26 Oktober 2019 pukul 09:02 WIT, terkait erupsi dengan ketinggian kolom erupsi sekitar 400 m dari atas puncak atau 1929 m di atas permukaan laut. Kolom erupsi bergerak ke selatan.

 

Gunungapi Ibu (Maluku Utara)

 Tingkat aktivitas Level II (Waspada). G. Ibu (1.340 m dpl) mengalami erupsi secara menerus sejak tahun 2008.
Cuaca cerah, berawan, angin lemah hingga sedang ke arah utara dan timur. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 200 - 800 m dari puncak.
Melalui rekaman seismograf pada 03 November 2019 tercatat:

  • 78 kali Gempa Letusan
  • 82 kali Gempa Hembusan
  • 27 kali Gempa Guguran
  • 41 kali Gempa Tremor Harmonik

Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km, dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.
VONA: VONA terakhir terkirim dengan kode warna ORANGE, terbit tanggal 20 Oktober 2019 pukul 08.52 WIT, terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu sekitar 1825 m di atas permukaan laut atau sekitar 500 m di atas puncak. Kolom abu bergerak ke arah barat.

 

Gunungapi Gamalama (Maluku Utara)
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). G. Gamalama mengalami erupsi minor pada tanggal 4 Oktober 2018. Letusannya hampir selalu bersifat magmatik.
Cuaca berawan, mendung dan hujan, angin bertiup lemah ke arah utara, timur laut. Suhu udara sekitar 25 - 30°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas  sedang, tinggi asap 25-50 m di atas puncak
Melalui rekaman seismograf tanggal 03 November 2019 tercatat:

  • 1 kali Gempa Gempa Tremor Harmonik
  • 5 kali Gempa Tektonik Jauh

Rekomendasi:

  • Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G. Gamalama.
  • Pada musim hujan, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di G. Gamalama agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar.

VONA: VONA terakhir terkirim kode warna YELLOW, terbit tanggal 10 Oktober 2018 pukul 19:26 WIT, terkait hembusan asap kawah menerus sekitar 1.725 m di atas permukaan laut atau sekitar 10 m di atas puncak.

 

Gunungapi Kerinci (Jambi)
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). G. Kerinci (3.805 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus.
Cuaca cerah, angin bertiup sedang ke arah timur laut. Suhu udara sekitar 20 - 25°C. Gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama teramati bertekanan sedang, berwarna coklat, tebal, tinggi 50-400 m di atas puncak.
Melalui rekaman seismograf tanggal 03 November 2019  tercatat:

  • 45 kali Gempa Hembusan
  • 1 kali Gempa Tektonik Lokal
  • Tremor menerus dengan amplitudo 0.5-3 mm, dominan 1 mm

Rekomendasi:

  • Masyarakat di sekitar G. Kerinci dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 3 km dari kawah puncak.
  • Pada musim hujan, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di G. Kerinci agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar.

VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 30 Oktober 2019 pukul 17:21 WIB, terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu sekitar 4.605 m di atas permukaan air laut atau sekitar 800 m di atas puncak. Kolom abu begerak ke arah bara daya dan barat.

 

Gunungapi Bromo (Jawa Timur)
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). Bromo (2.329 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus.Cuaca berawan, mendung dan hujan, angin lemah ke arah barat daya, barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 11 - 18°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih tipis, intensitas tipis hingga tebal dengan tinggi 50 - 600 m di atas puncak. 
Melalui rekaman seismograf tanggal 03 November 2019 tercatat: Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5 - 1 mm dominan 1 mm
Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1 km dari kawah puncak.
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 19 Juli 2019 pukul 18:52 WIB, terkait erupsi abu disertai suara gemuruh dan dentuman.  Gempa letusan terekam di seismograf dengan amplituda maksimum 37mm dan durasi 7 menit 14 detik. Tinggi kolom erupsi tidak teramati dengan jelas karena tertutup kabut.

 

Gunungapi Slamet (Jawa Tengah)
Tingkat aktivitas Level II (Waspada) G. Slamet (3.432 m.dpl) pada 9 Agustus 2019 pukul 09.00 WIB. Rekaman kegempaan dan deformasi terdeteksi mengalami kenaikkan pada Juni 2019. 
Cuaca cerah, berawan, angin bertiup lemah  ke arah barat. Suhu udara sekitar 23 – 27°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah bertekanan lemah, berwarna putih tipis, tinggi asap 100 m di atas puncak.
Melalui rekaman seismograf tanggal 03 November 2019 tercatat: 720 kali Gempa Hembusan
Rekomendasi:

  • Agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak berada/beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah puncak G. Slamet.
  • Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

VONA: VONA terakhir terkirim kode warna YELLOW, terbit tanggal 10 Agustus 2019 pukul 14.02 WIB, terkait peningkatan aktivitas kegempaan.

 

2. Gerakan Tanah
Prakiraan wilayah potensi tejadi gerakan tanah di Indonesia pada bulan November 2019 dibandingkan  Oktober 2019, potensinya  cenderung meningkat  disebagian  wilayah indonesia . Kewaspadaan perlu dijaga  wilaya Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan  sepanjang pantai Sumatera Bagian Barat, sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Barat,, Wilaya Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan papua. Utamanya menjelang musim penghujan, wilayah di pegunungan, perbukitan, jalur jalan dan seputaran bantaran sungai.
Gerakan tanah terakhir terjadi :

  1. Kabupaten Pati,  Provinsi Jawa Tengah
  2. Kabupaten Banyuwangi, Provinsi  Jawa Timur
  3. Kabupaten  Purbalingga, Provinsi  Jawa Tengah
  4. Kabupaten  Magelang, Provinsi Jawa Tengah
  5. Kabupaten  Klungkung, Provinsi  Bali
  6. Kabupaten Sukabumi, Provinsi  Jawa Barat
  7. Kabupaten  Trenggalek, Provinsi  Jawa Timur

Penyebab longsor diperkirakan karena kelerengan yang terjal , anah pelapukan yang tebal dan mudah meloloskan air , sawah yang mengalami retakan , saluran air yang tersumbat, curah hujan tinggi menjadi pemicu terjadinya longsor.
Dampak: satu rumah rusak ringan di Kabupaten Pati,  Provinsi Jawa Tengah, lalu lintas terhambat  di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi  Jawa Timur, satu rumah pondasinya am rol di Kabupaten  Purbalingga, Provinsi  Jawa Tengah, dua bangunan rusak ringan di Kabupaten  Magelang, Provinsi Jawa Tengah, merajan penduduk rusak di Kabupaten  Klungkung, Provinsi  Bali,   tiga unit rumah warga rusak dan 14 jiwa kehilangan tempat tinggal dan terpaksa harus mengungsi di Kabupaten Sukabumi, Provinsi  Jawa Barat, pagar SD rusak di Kabupaten  Trenggalek, Provinsi  Jawa Timur
Peta prakiraan potensi gerakan tanah dari Badan Geologi perlu diacu sebagai peringatan dini.  Masyarakat dapat mengunduh melalui www.vsi.esdm.go.id.
Rekomendasi:

  • Segera membersihkan material longsoran dengan memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan jiwa.
  • masyarakat yang berada/tinggal dekat dari lokasi bencana selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan terutama pada saat dan setelah hujan deras yang berlangsung lama
  • Memperbaiki pondasi rumah dengan penguatan teknik dengan memperhatikan kondisi tanah dan batuan setempat.
  • Memperbaiki saluran air agar tidak mengalami penyumbatan.
  • Memperbaiki pagar/talud dengan penguatan teknik dengan memperhatikan kondisi tanah dan batuan setempat
  • Masyarakat yang terdampak bencana agar mengungsi dahulu ke tempat yang lebih aman
  • Menutup retakan pada tanah dengan material yang kedap air
  • Memasang rambu-rambu peringatan rawan gerakan tanah
  • masyarakat yang berada/tinggal dekat dari lokasi bencana selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan terutama pada saat dan setelah hujan deras yang berlangsung lama
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.


3. Gempa Bumi
Gempa bumi di sebelah Baratlaut Bima, NTB
Informasi Gempa bumi: Gempa bumi terjadi pada hari minggu, tanggal 3 nopember 2019, pukul 04:29:57 WIB. Berdasarkan informasi dari BMKG pusat gempa bumi berada pada koordinat 8.28LS dan 118.60 BT, dengan magnitudo 5.0  pada kedalaman 154 km, berjarak 23 km baratlaut Bima-NTB.
Kondisi geologi daerah terkena gempa bumi: Daerah sekitar pusat gempa bumi tersusun oleh tersusun oleh batuan vulkanik berumur Tersier sampai Kuarter. Pada daerah yang disusun oleh endapan Kuarter diperkirakan goncangan gempa bumi akan lebih kuat karena batuan ini bersifat urai, lepas, belum kompak dan memperkuat efek getaran sehingga rentan terhadap guncangan gempa bumi.
Penyebab gempa bumi: Berdasarkan posisi dan kedalamannya, gempa bumi  ini diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas penunjaman lempeng Indo- Australia dan Eurasia. 
Dampak gempa bumi: Belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan.Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami.
Rekomendasi:

  1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai Gempa bumi dan Tsunami
  2. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan.