Jurnal Laporan Mingguan Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi Periode 21-27 Oktober 2019

Logo_ESDM_Remake_FINAL-2

1. Aktivitas Gunungapi.

(1) Aktivitas G. Sinabung:

Tidak ada kejadian erupsi eksplosif maupun efusif. Pengamatan visual selama minggu ini pada umumnya gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 350 meter dari puncak. Seismograf merekam 19 kali gempa Hembusan, 3 kali gempa Tornillo, 3 kali gempa Low Frequency, 1 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, 3 kali gempa Vulkanik Dalam, 5 kali gempa Tektonik Lokal, 20 kali gempa Tektonik Jauh.

(2) Aktivitas G. Anak Krakatau:

Erupsi masih terjadi. Pengamatan visual dengan menggunakan CCTV di daerah sekitar kawah teramati asap kawah utama dengan ketinggian maksimum 50 - 100 meter dari dasar kawah, bertekanan lemah dengan warna putih dan intensitas tipis hingga tebal. Kejadian erupsi teramati menghasilkan kolom erupsi berwarna kelabu hitam intensitas tebal dengan ketinggian 150 - 200 m dari dasar kawah. Seismograf merekam 21 kali gempa Letusan/Erupsi, 3 kali gempa Hembusan, 6 kali gempa Low Frequency, 2 kali gempa Vulkanik Dalam, 17 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-50 mm, dominan 30 mm.

(3) Aktivitas G. Slamet:

Pengamatan visual selama minggu ini pada umumnya gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 25-100 meter dari puncak. Seismograf merekam 3469 kali gempa Hembusan, 1 kali gempa Tektonik Jauh, 20 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5-3 mm, dominan 2 mm.

(4) Aktivitas G. Merapi:

Pada minggu ini G. Merapi tidak mengalami letusan atau guguran lava, namun demikian kegempaan masih terjadi.

Posisi kubah lava masih stabil, setelah letusan morfologi kubah lava di puncak sebagian dibongkar oleh letusan tsb, sehingga membentuk belahan dengan arah Timur Laut - Barat Daya dengan dimensi panjang 100m lebar 30m dengan kedalaman 20m. Adapun tebing kawah tidak mengalami perubahan yg signifikan akibat letusan.

Secara visual cuaca kabut, mendung, berawan, malam hingga pagi teramati cerah. Terjadi hujan sangat ringan.

Asap kawah teramati berwarna putih intensitas tipis hingga tebal mencapai ketinggian maksimum 200m di atas puncak kawah yg terjadi pada tanggal 25 dan 22 Oktober 2019.

Seismogram merekam: 61 kali Gempa Guguran, 24 kali Gempa MP, tidak terjadi Gempa Hembusan, 7 kali Gempa LF, 6 kali gempa Vulkanik Dangkal, 20 kali terjadi Gempa Vulkanik Dalam, 9 kali Gempa Tektonik.

Berdasar data yang ada yaitu: deformasi, kimia, serta visual, aktivitas G. Merapi minggu ini tidak mengalami kenaikan aktivitas. Namun demikian jumlah kegempaan mengalami kenaikan dibanding periode satu minggu sebelumnya. Kenaikan kegempaan yg relatif tinggi adalah kegempaan MP, VA dan VB. Sedangkan kegempaan yg lain relatif sama. Jumlah kegempaan VA dan VB yg relatif naik ini mengindikasikan bahwa masih adanya suplai magma dari dalam serta menunjukan aktivitas yg terjadi di G. Merapu sifatnya masih fluktuatif. Sehingga aktivitas G. Merapi masih berlangsung dengan kategori termasuk rendah/kecil. Rekomendasi yg diberikan masih sesuai dengan aktivitas saat ini.

(5) Aktivitas G. Karangetang:

Pengamatan visual selama minggu ini pada umumnya gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Pada saat cuaca cerah teramati asap dari kawah utama dan kawah dua dengan ketinggian 75-500 meter, bertekanan lemah hingga sedang dengan warna putih dan intensitas tipis hingga tebal. Guguran lava teramati keluar dari Kawah Utama ke arah Kali Pangi, Kali Nanitu dan Kali Sense lk 700-1750m. Pada malam hari teramati sinar api dari puncak kawah (Kawah Utama dan Kawah Dua). Seismograf merekam 562 kali gempa Guguran, 78 kali gempa Hembusan, 1 kali gempa Tremor Non-Harmonik, 11 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, 5 kali gempa Vulkanik Dangkal, 6 kali gempa Vulkanik Dalam dan 9 kali gempa Tektonik Jauh (2 kali di antaranya terasa MMI I). Tremor Menerus dengan amplitudo 0.25 - 8 mm.

(6) Aktivitas G. Agung:

Pengamatan visual selama minggu ini pada umumnya gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Pada saat cuaca cerah teramati asap dari kawah utama dengan ketinggian maksimum 150 meter, bertekanan lemah berwarna putih dan intensitas tipis. Seismograf merekam 3 kali Gempa Hembusan, 3 kali Gempa Vulkanik Dalam dan 14 kali Gempa Tektonik Jauh.

2. Kegiatan Tanggap Darurat dan Pasca Bencana.

(1) Mengirim tiga Tim Tanggap Darurat Gunungapi yaitu ke Gunungapi Karangetang di Sulawesi Utara, Gunungapi Tangkuban Parahu di Jawa Barat, dan Gunungapi Sinabung di Sumatera Utara.

(2) Tanggal 16 - 25 Oktober 2019 : Penyelidikan Pasca Gempa bumi di Ambon, Maluku

(3) Tanggal 23 - 27 Oktober mengirim Tim Pasca Bencana Gerakan Tanah di Hutan Arcamanik, Kab. Bandung dan Kab. Sukabumi

3. Kegiatan Survei/Pemetaan.

(Pada mingggu ini tidak mengirim tim survei/pemetaan)

4. Kegiatan Lain.

(1) Tanggal 20-25 Oktober 2019 : Mengikuti Technical Group Discussion dan 7th Steering Committee Meeting of Collaboration between Jabatan Mineral dan Geosains Malaysia dan Badan Geologi, di Penang Malaysia

(2) Tanggal 20-25 Oktober 2019 : Sosialisasi gempa bumi di SD Inpres dan SMP N di Kota Palu, Sulawesi Tengah

(3) Tanggal 22-23 Oktober 2019 : Sosialisasi acara workshop dalam rangka review dan pemutakhiran Rencana Kontijensi Erupsi Merapi 2019 di BPBD Sleman.

(4) Hari Rabu tanggal 23 Oktober 2019: Rapat pembahasan akhir indikator mitigasi bencana geologi sebagai usulan IKU Menteri dari Badan Geologi, RR Arthesis, Gedung AF Lasut I - Sekretariat Badan Geologi Lt.4, Jl. Diponegoro No. 57 – Bandung.

(5) Hari Rabu tanggal 23 Oktober 2019: Menghadiri pembukaan workshop Capacity Development for Strengthen Earthquake Information and Tsunami Early Warning System. Hotel Pullman Megamendung Bogorc

(6) Hari Kamis tanggal 24 Oktober 2019, Rapat evaluasi pelaksanaan perjanjian kerjasama (MoU) luar negeri/bilateral dan multilateral di lingkungan Badan Geologi, RR Batu Hijau, Gedung AF Lasut I - Sekretariat Badan Geologi Lt.1, Jl. Diponegoro No. 57 – Bandung.

(7) Hari Kamis tanggal 24 Oktober 2019, Rapat penelaahan tusi PVMBG, Ruang Rapat Lantai 2, PVMBG, Gedung AF Lasut II, Jl. Diponegoro No. 57 - Bandung.

(8) Hari Jumat tanggal 25 Oktober 2019, Rapat FGD pembahasan Penanganan Darurat Bencana, Kantor Pusat BNPB lt 14

(9) Hari Jumat tanggal 25 Oktober 2019, Menghadiri acara peresmian pengoperasian seismograf BMKG oleh Ka BMKG, Pasir Jambu Ciwidey Jawa Barat.

(10) Hari Jumat tanggal 25 Oktober 2019: Sosialisasi "kewaspadaan menghadapi peningkatan status G.Merapi" ke BPBD Jawa Tengah.

(11) Hari Jumat tanggal 25 Oktober 2019: Kunjungan dari mahasiswa Geofisika UPN veteran Yogyakarta.

(12) Hari Jumat tanggal 25 Oktober 2019: Kunjungan dari SMA Yos Sudarso Karawang ke PGM Babadan.

(13) Hari Sabtu tanggal 26 Oktober 2019: Rapat koordinasi pertemuan relawan PB DIY dan refleksi 9 tahun erupsi Merapi di BPBD DIY

(14) Hari Minggu tanggal 27 Oktober 2019: menjadi narasumber Seminar Nasional "Mitigasi Bencana Geologi dalam Revolusi Industri 4.0" Di jurusan Geografi, Uiversitas Negeri Yogyakarta.

(15) Hari Kamis, 24 Oktober 2019 menjadi narasumber FGD di Telkom University terkait sensor untuk Landslide Early Warning System.