Jurnal Laporan Mingguan Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi Periode 16-22 September 2019

Logo_ESDM_Remake_FINAL-2

1. Aktivitas Gunungapi.

(1). Aktivitas G. Sinabung:

Selama minggu ini tidak terjadi erupsi baik efusif maupun eksplosif. Secara visual umumnya gunung tampak cerah, tertutup kabut, dan berawan. Asap kawah teramati berwarna putih tipis sampai tebal tekanan lemah sampai sedang mencapai ketinggian 500 m di atas puncak. Seismograf merekam 13 kali Gempa Hembusan, 2 kali Getaran Banjir, 3 kali Gempa Tornillo, 1 kali Gempa Low Frequency, 2 kali Gempa Vulkanik Dalam, 5 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 16 kali Gempa Tektonik Jauh.

(2). Aktivitas G. Anak Krakatau:

Pada minggu ini terjadi erupsi tipe letusan sebanyak 9 kali, yaitu letusan kecil secara visual kolom abu letusan tidak teramati dari Pos Pasauran, walaupun cuaca cerah dan tidak terdengar adanya dentuman. Pengamatan visual menggunakan CCTV yang dipasang di puncak Anak Krakatau teramati kolom abu letusan berwarna putih kelabu intensitas tebal mencapai ketinggian 200 m dari dasar kawah. Selama seminggu melalui CCTV sempat teramati hembusan asap putih tipis tekanan lemah mencapai ketinggian 200 m dari tepi kawah. Seismograf merekam 9 kali Gempa Letusan, tremor menerus dengan amplitudo 1-20 mm, dan 1 kali Gempa Vulkanik Dalam.

(3). Aktivitas G. Tangkubanparahu:

Pada minggu ini masih terjadi erupsi tipe letusan freatik pada Tanggal 17 September 2019 berupa hembusan abu. Kolom abu mencapai ketinggian maksimum 40 m dan kolom uap putih mencapai ketinggian 200 m dari dasar Kawah Ratu. Hembusan disertai suara gemuruh kecil. Seismograf merekam 227 kali Gempa Hembusan, tremor menerus dengan amplitudo 0.5-25 mm, 3 kali Gempa Vulkanik Dangkal, dan 4 kali Gempa Tektonik Jauh.

(4). Aktivitas G. Slamet:

Sampai minggu ini peningkatan kegempaan belum diikuti oleh erupsi. Pengamatan visual selama minggu ini pada umumnya gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Hembusan asap bertekanan lemah warna putih dan intensitas tipis dari kawah utama mencapai ketinggian maksimum 50 meter dari atas puncak. Seismograf merekam 769 kali Gempa Hembusan dan tremor menerus dengan amplitudo 0.5-7 mm, dan 2 kali Gempa Tektonik Jauh.

(5). Aktivitas G. Merapi:

Pada minggu ini tercatat 1 kali erupsi letusan dan beberapa kali erupsi efusif. Erupsi letusan terjadi pada Tanggal 22 September 2019 menghasilkan awanpanas letusan dan tinggi kolom abu letusan 800 m di atas puncak. Erupsi efusif dalam laju rendah berupa intrusi lava menembus kubah lava masih berlangsung. Volume kubah lava minggu ini meningkat dibandingkan dengan minggu lalu yaitu berdasarkan hasil pengukuran pada Tanggal 19 September 2019 sebesar 468.000 m3. Posisi kubah lava masih stabil tetapi masih terjadi guguran lava. Sebagian besar ekstrusi lava menjadi guguran lava pijar dan awanpanas guguran (APG) meluncur ke tenggara ke hulu Kali Gendol. Pada minggu ini terjadi 3 kali APG, yaitu pada Tanggal 17, 20, dan 21 September 2019. Jarak luncur maksimum baik APG maupun awan panas letusan adalah 1250 m. Secara visual cuaca didominasi mendung dan berawan, kadang-kadang pagi dan malam teramati cerah. Tidak ada hujan dan tidak terjadi lahar. Asap kawah teramati berwarna putih intensitas tipis hingga tebal mencapai ketinggian 100 m di atas puncak kawah, teramati pada Tanggal 16 September 2019. Seismograf merekam 1 kali Gempa Awan Panas Letusan (amplitudo makasimum 70 mm dan durasi 125 detik), 3 Gempa APG, 171 kali Gempa Guguran, 39 kali Gempa MP, 21 kali Gempa Hembusan, 14 kali Gempa LF, 6 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 12 kali Gempa Vulkanik Dalam, dan 12 kali Gempa Tektonik. Dari data guguran dan APG (jumlah dan jarak luncur), kegempaan, deformasi, kimia, dan serta visual, maka dapat dikatakan bahwa aktivitas Gunungapi Merapi minggu ini hampir sama dibandingkan minggu lalu. Belum ada perubahan rekomendasi karena masih sesuai dengan aktivitas saat ini.

(6). Gunungapi Agung:

Pada minggu ini tidak terjadi erupsi baik efusif maupun eksplosif. Pengamatan visual selama seminggu gunungapi terlihat jelas sampai kabut/berawan. Umumnya asap kawah teramati berwarna putih tipis tekanan lemah mencapai ketinggian 150 meter dari atas puncak. Seismograf merekam 7 kali Gempa Hembusan, 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 2 kali Gempa Vulkanik Dalam, 3 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 23 kali Gempa Tektonik Jauh.

(7). Aktivitas G. Karangetang:

Pada minggu ini erupsi tipe efusif berupa aliran lava diikuti guguran lava masih berlangsung dan pada malam hari teramati aliran lava pijar (sinar api) dan diikuti guguran lava keluar dari kedua kawah puncak yaitu Kawah Utama (selatan) dan Kawah Dua (utara). Guguran lava meluncur ke lereng baratdaya ke arah Kali Nanitu, Kali Pangi, dan ke arah Kali Sense meluncur sejauh 700-1750 m. Pengamatan visual selama minggu ini pada umumnya gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Pada saat cuaca cerah teramati asap kawah utama dan kawah dua dengan ketinggian 50-500 meter di atas puncak, bertekanan sedang dengan warna putih dan intensitas tipis hingga tebal. Seismograf merekam 851 kali Gempa Guguran, 83 kali Gempa Hembusan, 15 kali Tremor Harmonik, 19 kali Gempa Hybrid, tremor menerus dengan amplitudo 0.25-13 mm, 6 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 5 kali Gempa Vulkanik Dalam, dan 27 kali Gempa Tektonik Jauh (1 kali terasa).

2. Kegiatan Tanggap Darurat dan Pasca Bencana.

(1). Mengirim tiga Tim Tanggap Darurat Gunungapi ke Gunungapi Karangetang Sulawesi Utara, Gunungapi Tangkuban Parahu Jawa Barat, dan Gunungapi Sinabung Sumatera Utara.

3. Kegiatan Survei/Pemetaan.

(Pada mingggu ini tidak mengirim tim survei/pemetaan)

4. Kegiatan Lain.

(1). Tanggal 16 September 2019 menghadiri Annual Collaborative Meeting CVGHM-EOS di RR Lt.2, Gedung AF Lasut II, Jl. Diponegoro No. 57 Bandung.

(2). Tanggal 17-21 September 2019 menghadiri evaluasi peralatan pemantauan gunungapi, bertempat di Pos PGA dan kunjungan ke stasiun lapangan G. Ijen dan G. Bromo di Jawa Timur.

(3). Tanggal 19 September 2019 menjadi narasumber dalam Bimtek Penanganan Dampak Abu Vulkanik Bagi Keselamatan Penerbangan di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Tangerang.

(4). Tanggal 19 September 2019 menghadiri kegiatan peringatan Hari Pertambangan Energi Tahun 2019 ziarah ke makam Pahlawan Nasional Arie F. Lasut di Pemakaman Sasanalaya-Yogyakarta, ziarah ke makam Dr. Chairul Saleh Glr. Datuk Paduko Rajo ke TPU Karet Bivak Jakarta, ziarah ke makam Pahlawan Nasional Utama Soemantri Brodjonegoro di TMP Kalibata Jakarta, dan sembahyang untuk Mendiang Ida Bagus Sujana ke Pura Aditya Jaya Rawamangun Jakarta.

(5). Kamis Tanggal 19 September 2019 menghadiri rapat koordinasi Penyusunan Peraturan Gubernur DIY tentang PRB DIY 2019 di BPBD DIY diwakili oleh BPPTKG.

(6). Jumat Tanggal 20 September 2019 menghadiri FGD konsinyering dalam rangka identifikasi pembangunan berkelanjutan kajian lingkungan hidup strategis Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan Pakem, Tempel, Cangkringan, dan Turi di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sleman.

(7). Tanggal 16 September 2019 mengadakan Sosialisasi dan Simulasi Gempa Bumi di SMKN 13 Kota Bandung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anak didik terhadap bencana gempa bumi. Diharapkan anak didik mengetahui cara penyelematan diri jika terjadi gempa bumi.

(8). Mengadakan Sosialisasi Kesiapsiagaan Ancaman Gerakan Tanah untuk ibu-ibu PKK dan anggota linmas atas permintaan BPBD Kabupaten Bandung.

(9). Mengadakan Sosialisasi Bencana Geologi di Kecamatan Cibaduyut atas permintaan Dinas Pemadam Kebakaran Kotamadya Bandung.

(10). Menyelesaikan Laporan Pemetaan ZKGT Skala 1: 50:000 untuk Cekungan Bandung.

(11). Menerima dan memberikan paparan proses kerja Mitigasi Gunungapi, Gempa Bumi, Tsunami, dan Gerakan Tanah untuk CPNS magang dari Badan Geologi.

(12). Mengadakan Rapat Persiapan FGD Gerakan Tanah untuk BPBD.

(13). Menjadi Narasumber Kebencanaan pada RRTR Palu dan Kawasan KEK.

(14). Menghadiri rapat Pembahasan Prioritas Nasional Mitigasi Bencana Geologi untuk RPJMN 2020-2024 bersama staf ahli Bappenas di Sekretariat Badan Geologi Bandung.