Jurnal Laporan Mingguan Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi Periode 02-08 September 2019

Logo_ESDM_Remake_FINAL-2

1. Aktivitas Gunungapi.

(1). Aktivitas G. Sinabung:

Selama minggu ini tidak terjadi erupsi baik efusif maupun eksplosif. Secara visual umumnya gunung tampak cerah, tertutup kabut, dan berawan. Asap kawah teramati berwarna putih tipis sampai tebal tekanan lemah mencapai ketinggian 400 m di atas puncak. Seismograf merekam 29 kali Gempa Hembusan, 1 kali Getaran Banjir, 2 kali Gempa Low Frequency, 2 kali Gempa Hybrid/Fase Banyak, 2 kali Gempa Vulkanik Dalam, 2 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 20 kali Gempa Tektonik Jauh.

(2). Aktivitas G. Anak Krakatau:

Pada minggu ini terjadi erupsi tipe letusan sebanyak 6 kali, yaitu letusan kecil secara visual kolom abu letusan tidak teramati dari Pos Pasauran, walaupun cuaca cerah dan tidak terdengar adanya dentuman. Pengamatan visual menggunakan CCTV yang dipasang di puncak Anak Krakatau juga tidak teramati kolom abu letusan karena malam hari, tetapi selama seminggu sempat teramati hembusan asap putih tipis tekanan lemah mencapai ketinggian 100 m dari tepi kawah. Seismograf merekam 6 kali Gempa Letusan, 44 kali Gempa Hembusan, 6 kali Gempa Low Frequency, tremor menerus dengan amplitudo 1-40 mm, 3 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 7 kali Gempa Vulkanik Dalam, dan 1 kali Gempa Tektonik.

(3). Aktivitas G. Tangkubanparahu:

Pada minggu ini masih terjadi erupsi tipe letusan freatik dicirikan oleh hembusan uap putih menerus dan terjadi 2 kali letusan agak besar pada Tanggal 07 September 2019 Pukul 16:57 WIB dan Pukul 17:09 WIB. Hembusan disertai suara gemuruh kecil dan kepulan kolom uap air berwarna putih mencapai ketinggian maksimum 20-200 m dari dasar kawah. Letusan membentuk kolom abu dan pasir hitam tebal mencapai ketinggian 180 m dan kolom uap putih mencapai ketinggigian 200 m dari dasar Kawah Ratu. Dampak erupsi berupa jatuhan abu dan pasir tebal jatuh di sekitar Kawah Ratu. Seismograf merekam 2 kali Gempa Letusan, 8 kali Gempa Hembusan, tremor menerus dengan amplitudo 1-50 mm, 3 kali Gempa Vulkanik Dangkal, dan 1 kali Gempa Tektonik Jauh.

(4). Aktivitas G. Slamet:

Sampai minggu ini peningkatan kegempaan belum diikuti oleh erupsi. Pengamatan visual selama minggu ini pada umumnya gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Hembusan asap bertekanan lemah warna putih dan intensitas tipis hingga sedang dari kawah utama mencapai ketinggian maksimum 100 meter dari atas puncak. Seismograf merekam 2508 kali Gempa Hembusan, tremor menerus dengan amplitudo 0.5-7 mm, dan 2 kali Gempa Tektonik Lokal.

(5). Aktivitas G. Merapi:

Pada minggu ini tidak tercatat erupsi letusan tetapi erupsi efusif dalam laju rendah berupa intrusi lava menembus kubah lava masih berlangsung. Volume kubah lava minggu ini masih tetap seperti minggu-minggu sebelumnya yaitu berdasarkan hasil pengukuran pada Tanggal 08 Agustus 2019 sebesar 461.000 m3. Posisi kubah lava masih stabil tetapi masih terjadi guguran lava. Sebagian besar ekstrusi lava menjadi guguran lava pijar dan pada minggu ini tidak terjadi awan panas guguran (APG). Secara visual cuaca didominasi mendung dan berawan, kadang-kadang pagi dan malam teramati cerah. Tidak ada hujan dan tidak terjadi lahar. Asap kawah teramati berwarna putih intensitas tipis hingga tebal mencapai ketinggian 100 m di atas puncak kawah, teramati pada Tanggal 07 September 2019. Seismograf merekam 136 kali Gempa Guguran, 73 kali Gempa MP, 2 kali Gempa Hembusan, 15 kali Gempa LF, 12 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 1 kali Gempa Vulkanik Dalam, dan 8 kali Gempa Tektonik. Dari data guguran dan APG (jumlah dan jarak luncur), kegempaan, deformasi, kimia, dan serta visual, maka dapat dikatakan bahwa aktivitas Gunungapi Merapi minggu ini hampir sama dibandingkan minggu lalu. Belum ada perubahan rekomendasi karena masih sesuai dengan aktivitas saat ini.

(6). Gunungapi Agung:

Pada minggu ini tidak terjadi erupsi baik efusif maupun eksplosif. Pengamatan visual selama seminggu gunungapi terlihat jelas sampai kabut/berawan. Umumnya asap kawah teramati berwarna putih tipis tekanan lemah mencapai ketinggian 150 meter dari atas puncak. Seismograf merekam 2 kali Gempa Hembusan, 3 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 1 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 22 kali Gempa Tektonik Jauh.

(7). Aktivitas G. Karangetang:

Pada minggu ini erupsi tipe efusif berupa aliran lava diikuti guguran lava masih berlangsung. dan pada malam hari teramati aliran lava pijar (sinar api) dan diikuti guguran lava keluar dari kedua kawah puncak yaitu Kawah Utama (selatan) dan Kawah Dua (utara). Guguran lava meluncur ke lereng baratdaya ke arah Kali Nanitu, Kali Pangi, dan ke arah Kali Sense meluncur sejauh 1000-1500 m. Pengamatan visual selama minggu ini pada umumnya gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Pada saat cuaca cerah teramati asap kawah utama dan kawah dua dengan ketinggian 200 meter di atas puncak, bertekanan sedang dengan warna putih dan intensitas tipis hingga tebal. Seismograf merekam 497 kali Gempa Guguran, 1 kali Tremor Harmonik, 192 kali Gempa Hembusan, 14 kali Gempa Hybrid, tremor menerus dengan amplitudo 0.25-10 mm, 14 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 9 kali Gempa Vulkanik Dalam, 1 kali Gempa Tektonik Lokal (Terasa), 28 kali Gempa Tektonik Jauh.

2. Kegiatan Tanggap Darurat dan Pasca Bencana.

(1). Mengirim dua Tim Tanggap Darurat Gunungapi ke Gunungapi Karangetang Sulawesi Utara dan Gunungapi Tangkuban Parahu.

(2). Mengirim Tim Pasca Bencana Gerakan Tanah atas permintaan BPBD Kabupaten Bima Provinsi NTT pada Tanggal 03-07 September 2019 dan Kabupaten Bandung Barat serta Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat pada Tanggal 02-07 September 2019.

3. Kegiatan Survei/Pemetaan.

(1). Mengirim Tim Survey Pemetaan KRB Gempa Bumi di Cekungan Jakarta pada Tanggal 22 Agustus-05 September 2019.

4. Kegiatan Lain.

(1). Tanggal 02 September 2019 menghadiri Seminar dan Lokakarya “Pekerja Kemanusiaan Perempuan” oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dilaksanakan di Red Top Hotel, Jakarta.

(2). Tanggal 02 September 2019 menghadiri rapat kordinasi lintas sektor untuk pembahasan rancangan perubahan rencana tata ruang wilayah Kabupaten Brebes Tahun 2011-2031 dan rancangan perubahan rencana tata ruang wilayah Kabupaten Karangasem Tahun 2012-2032. Bertempat di Ambhara hotel – Jakarta.

(3). Tanggal 04 September 2019 menghadiri pembahasan draft perjanjian kerjasama Badan Geologi/PVMBG dengan USAID/USGS. Bertempat di RR Lt.2, Gedung AF. Lasut II, Jl. Diponegoro No. 57 Bandung.

(4). Tanggal 05 September 2019 menghadiri pembahasan lanjutan Kamus Kompetensi Teknis Bidang Geologi di Ruang Rapat Lt.3 Bidang Mitigasi Gunung api, Gedung A.F Lasut II, Jl. Diponegoro No.57 Bandung.

(5) Tanggal 06 September 2019 menghadiri rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tentang izin lokasi penempatan Unit Pelaksana Teknis Balai Mitigasi Bencana Geologi di Wilayah Barat, Bukittinggi atau Padang. Bertempat di RR Meratus, Lt.2 Gedung A.F Lasut I, Jl. Diponegoro No.57 Bandung.

(6). Tanggal 05-06 September 2019 menjadi narasumber dalam Bimtek Penanganan Abu Vulkanik Bagi Keselamatan Penerbangan di Kantor Otoritas Bandar Udara V Makassar.

(7). Tanggal 07 September 2019 menjadi narasumber terkait inovasi MAGMA Indonesia di acara Derrick CEO Talk di PEM Akamigas Cepu, Jawa Tengah.

(8). Tanggal 04 September 2019 menghadiri Rakor RTRW Sulawesi Tengah dan RDTR Kabupaten Sigi di Kementerian ATR/BPN, di Hotel Grandhika, Jakarta.

(9). Tanggal 05 September 2019 menghadiri Rakor Rancangan Perpres Penguatan dan Pegembangan Sistem Informasi Gempa bumi dan Peringatan Dini Tsunami di BMKG, Jakarta. Rapat dipimpin oleh Kepala BMKG.

(10). Tanggal 02-07 September 2019 mengikuti Pelatihan One Map ESDM dari Pusdatin KESDM Jakarta.

(11). Tanggal 02-07 September 2019 mengadakan Sosialisasi Mitigasi Gerakan Tanah di Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat.

(12). Tanggal 03-04 September 2019 mengadakan pelatihan internal untuk peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM di Bidang Mitigasi Gerakan Tanah untuk analisis gerakan tanah menggunakan Metoda Georadar dan Metoda Geolistrik.