Jurnal Laporan Mingguan Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi Periode 26 Agustus - 01 September 2019

Logo_ESDM_Remake_FINAL-2

1. Aktivitas Gunungapi.

(1). Aktivitas G. Sinabung:

Selama minggu ini tidak terjadi erupsi baik efusif maupun eksplosif. Secara visual umumnya gunung tampak cerah, tertutup kabut, dan berawan. Asap kawah teramati berwarna putih tipis sampai tebal tekanan lemah mencapai ketinggian 600 m di atas puncak. Seismograf merekam 21 kali Gempa Hembusan, 1 kali Getaran Banjir, 4 kali Gempa Tornillo, 4 kali Gempa Vulkanik Dalam, 5 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 15 kali Gempa Tektonik Jauh.

(2). Aktivitas G. Anak Krakatau:

Pada minggu ini terjadi erupsi tipe letusan sebanyak 2 kali, yaitu letusan kecil secara visual kolom abu letusan tidak teramati dari Pos Pasauran, walaupun cuaca cerah dan tidak terdengar adanya dentuman. Pengamatan visual menggunakan CCTV yang dipasang di puncak Anak Krakatau juga tidak teramati kolom abu letusan karena malam hari, tetapi selama seminggu sempat teramati hembusan asap putih tipis tekanan lemah mencapai ketinggian 100 m dari tepi kawah. Seismograf merekam 2 kali Gempa Letusan, 49 kali Gempa Hembusan, 12 kali Gempa Low Frequency, tremor menerus dengan amplitudo 2-40 mm, 2 kali Gempa Vulkanik Dangkal, dan 1 kali Gempa Vulkanik Dalam.

(3). Aktivitas G. Tangkubanparahu:

Pada minggu ini masih terjadi erupsi tipe letusan freatik dicirikan oleh hembusan abu dan uap putih menerus dan terjadi 1 kali letusan agak besar pada Tanggal 31 Agustus 2019 Pukul 09:30 WIB. Hembusan disertai suara gemuruh kecil dan kepulan kolom abu tebal kehitaman (dominan abu dan pasir) mencapai ketinggian maksimum 10-20 m dan kolom abu ringan bercampur uap air berwarna putih mencapai ketinggian maksimum 200 m dari dasar kawah. Letusan membentuk kolom abu dan pasir hitam tebal mencapai ketinggian 300 m dan kolom uap putih mencapai ketinggigian 600 m dari dasar Kawah Ratu. Dampak erupsi berupa jatuhan abu dan pasir tebal jatuh di sekitar Kawah Ratu. Seismograf merekam 1 kali Gempa Letusan, 155 kali Gempa Hembusan, dan tremor menerus dengan amplitudo 0.5-50 mm.

(4). Aktivitas G. Slamet:

Sampai minggu ini peningkatan kegempaan belum diikuti oleh erupsi. Pengamatan visual selama minggu ini pada umumnya gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Hembusan asap bertekanan lemah warna putih dan intensitas tipis hingga sedang dari kawah utama mencapai ketinggian maksimum 200 meter dari atas puncak. Seismograf merekam 2388 kali Gempa Hembusan, tremor menerus dengan amplitudo 0.5-6 mm, dan 1 kali Gempa Tektonik Jauh.

(5). Aktivitas G. Merapi:

Pada minggu ini tidak tercatat erupsi letusan tetapi erupsi efusif dalam laju rendah berupa intrusi lava menembus kubah lava masih berlangsung. Volume kubah lava minggu ini masih tetap seperti minggu-minggu sebelumnya yaitu berdasarkan hasil pengukuran pada Tanggal 08 Agustus 2019 sebesar 461.000 m3. Posisi kubah lava masih stabil tetapi masih terjadi guguran lava dan awan panas guguran (APG). Sebagian besar ekstrusi lava menjadi guguran lava pijar dan APG meluncur ke hulu Kali Gendol. APG pada minggu ini terjadi 1 kali yaitu pada Tanggal 27 Agustus 2019 dengan jarak luncur maksimum 2000 m. Secara visual cuaca didominasi mendung dan berawan, kadang-kadang pagi dan malam teramati cerah. Tidak ada hujan dan tidak terjadi lahar. Asap kawah teramati berwarna putih intensitas tipis hingga tebal mencapai ketinggian 80 m di atas puncak kawah, teramati pada Tanggal 27 Agustus 2019. Seismograf merekam 110 kali Gempa Guguran, 1 kali Gempa APG, 29 kali Gempa MP, 4 kali Gempa Hembusan, 16 kali Gempa LF, 6 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 3 kali Gempa Vulkanik Dalam, dan 10 kali Gempa Tektonik. Dari data guguran dan APG (jumlah dan jarak luncur), kegempaan, deformasi, kimia, dan serta visual, maka dapat dikatakan bahwa aktivitas Gunungapi Merapi minggu ini hampir sama dibandingkan minggu lalu. Belum ada perubahan rekomendasi karena masih sesuai dengan aktivitas saat ini.

(6). Gunungapi Agung:

Pada minggu ini tidak terjadi erupsi baik efusif maupun eksplosif. Pengamatan visual selama seminggu gunungapi terlihat jelas sampai kabut/berawan. Umumnya asap kawah teramati berwarna putih tipis tekanan lemah mencapai ketinggian 50 meter dari atas puncak. Seismograf merekam 8 kali Gempa Hembusan dan 11 kali Gempa Tektonik Jauh.

(7). Aktivitas G. Karangetang:

Pada minggu ini erupsi tipe efusif berupa aliran lava diikuti guguran lava masih berlangsung dan pada malam hari teramati aliran lava pijar (sinar api) dan diikuti guguran lava keluar dari kedua kawah puncak yaitu Kawah Utama (selatan) dan Kawah Dua (utara). Guguran lava meluncur ke lereng baratdaya ke arah Kali Nanitu dan Kali Pangi sejauh 1000-1500 m, ke arah Kali Sense meluncur sejauh 1000-1750 m, dan ke arah barat Kali Pangi sejauh 1400 m. Pengamatan visual selama minggu ini pada umumnya gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Pada saat cuaca cerah teramati asap kawah utama dan kawah dua dengan ketinggian 200 meter di atas puncak, bertekanan sedang dengan warna putih dan intensitas tipis hingga tebal. Seismograf merekam 231 kali Gempa Guguran, 203 kali Gempa Hembusan, 1 kali Tremor Harmonik, 5 kali Gempa Hybrid/Fase Banyak, tremor menerus dengan amplitudo 0.25-11 mm, 3 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 1 kali Gempa Vulkanik Dalam, dan 25 kali Gempa Tektonik Jauh.

2. Kegiatan Tanggap Darurat dan Pasca Bencana.

(1). Mengirim dua Tim Tanggap Darurat Gunungapi ke Gunungapi Karangetang Sulawesi Utara dan Gunungapi Tangkuban Parahu.

(2). Mengirim Tim Tanggap Darurat Gerakan Tanah ke daerah banjir bandang di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

(3). Mengirim Tim Pasca Bencana Gerakan Tanah atas permintaan BPBD Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cirebon di Provinsi Jawa Barat.

3. Kegiatan Survei/Pemetaan.

(1). Mengirim Tim Survey Pemetaan KRB Gempa Bumi di Cekungan Jakarta pada Tanggal 22 Agustus -05 September 2019.

4. Kegiatan Lain.

(1). Tanggal 29 Agustus 2019 menjadi narasumber di Workshop PEER–Integrated study of volcano activity in Indonesia di Auditorium CC Timur ITB, Jl. Ganesha No.10 Bandung.

(2). Tanggal 30 Agustus 2019 mengikuti rapat pembahasan Kamus Kompetensi Teknis Bidang Geologi di Ruang Rapat Lt.3 Bidang Mitigasi Gunungapi di Gedung AF. Lasut II, Jl. Diponegoro No. 57 Bandung.

(3). Tanggal 30 Agustus 2019 menghadiri pertemuan Tim Intelijen Bencana dan Konferensi Pers Penanggulangan Bencana di Graha BNPB Jl. Pramuka Jakarta.

(4). Tanggal 30 Agustus 2019 menghadiri peluncuran buku Asia-Pacific Disaster Report 2019 oleh UN ESCAP di kantor Kementerian PPN/Bapennas Jakarta.

(5). Selasa-Jumat Tanggal 27-30 Agustus 2019 menghadiri FGD pembentukan forum PRB (Pengurangan Resiko Bencana) Kabupaten Sleman (BPBD Kabupaten Sleman) diwakili oleh BPPTKG Yogyakarta.

(6). Kamis Tanggal 29 Agustus 2019 menghadiri Pemaparan Laporan antara Fakta dan Analisis Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan Pakem (Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sleman) diwakili oleh BPPTKG Yogyakarta.

(7). Jumat Tanggal 30 Agustus 2019 menghadiri rapat koordinasi lanjutan pembahasan Kerangka Dokumen Grand Design Mitigasi Bencana di YIA (Yogyakarta International Airport) diwakili oleh BPPTKG Yogyakarta.

(8). Jumat Tanggal 30 Agustus 2019 menghadiri Kuliah Umum Menteri ESDM "Impmlentasi Kebijakan Kedaulatan Energi Negeri" di UGM diwakili oleh BPPTKG Yogyakarta.

(9). Jumat Tanggal 30 Agustus 2019 menghadiri Pengarahan Sekretaris BG untuk peningkatan pelayanan di BPPTKG dalam rangka membangun ZI menuju WBK-WBBM.

(10). Tanggal 26-31 Agustus 2019 mengadakan Sosialisasi Gempa Bumi dan Tsunami di SMPN 1 Banyuwangi, SDN 11 Pesanggaran, dan SDN 6 Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Kegiatan diikuti oleh anak didik sebanyak 50 anak.

(11). Mengadakan kegiatan Sosialisasi Mitigasi GerakanTanah untuk tingkatan SLTA di Kabupaten Purworejo.

(12). Menghadiri pembahasan Nota Kesepahaman Kerjasama Kementerian ESDM dengan BNPB terkait Kebencanaan Geologi diwakili oleh Sekretariat Badan Geologi dan PVMBG.

(13). Mengadakan FGD/Sosialisasi MGT dan Kesiapsiagaan BPBD menghadapi potensi gerakan tanah pada periode musim hujan 2019