Jurnal Laporan Mingguan Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi Periode 19-25 Agustus 2019

Logo_ESDM_Remake_FINAL-2

1. Aktivitas Gunungapi.

(1). Aktivitas G. Sinabung:

Selama minggu ini tidak terjadi erupsi baik efusif maupun eksplosif. Secara visual umumnya gunung tampak cerah, tertutup kabut, dan berawan. Asap kawah teramati berwarna putih tipis sampai tebal tekanan lemah mencapai ketinggian 700 m di atas puncak. Seismograf merekam 39 kali Gempa Hembusan, 4 kali Gempa Tornillo, 14 kali Gempa Low Frequency, 3 kali Getaran Banjir, 1 kali Gempa Vulkanik Dalam, 2 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 24 kali gempa Tektonik Jauh.

(2). Aktivitas G. Anak Krakatau:

Pada minggu ini terjadi erupsi tipe letusan sebanyak 27 kali, yaitu letusan kecil secara visual dari Pos Pasauran tidak teramati kolom abu letusan walaupun cuaca cerah dan tidak terdengar adanya dentuman. Pengamatan visual menggunakan CCTV yang dipasang di puncak Anak Krakatau teramati kolom abu letusan berwarna putih hingga hitam mencapai ketinggian 100–400 m dari bibir kawah. Umumnya teramati hembusan asap dari kawah utama warna putih dan intensitas tipis mencapai ketinggian maksimum 50 meter dari bibir kawah dan tekanan hembusan lemah. Seismograf merekam 27 kali Gempa Letusan, 12 kali Gempa Hembusan, 1 kali Gempa Low Frequency, tremor menerus dengan amplitudo 1-50 mm, 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal, dan 6 kali Gempa Vulkanik Dalam.

(3). Aktivitas G. Tangkubanparahu:

Pada minggu ini erupsi tipe letusan freatik dicirikan oleh hembusan abu menerus masih berlangsung. Letusan disertai suara gemuruh dan kepulan kolom abu tebal kehitaman (dominan abu dan pasir) mencapai ketinggian maksimum 50-180 m dan kolom abu ringan bercampur uap air berwarna putih mencapai ketinggian 200 m dari dasar kawah. Dampak letusan berupa jatuhan abu dan pasir tebal yang jatuh di sekitar Kawah Ratu. Seismograf merekam tremor menerus hembusan dengan amplituda 2-50 mm (dominan 30 mm) dan 1 kali Gempa Tektonik Jauh.

(4). Aktivitas G. Slamet:

Peningkatan kegempaan secara signifikan mulai terjadi sejak Juni 2019 dan masih berlangsung sampai Agustus 2019. Sampai minggu ini peningkatan kegempaan belum diikuti oleh erupsi. Pengamatan visual selama minggu ini pada umumnya gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Hembusan asap bertekanan lemah warna putih dan intensitas tipis hingga sedang dari kawah utama mencapai ketinggian maksimum 100 meter dari atas puncak. Seismograf merekam 6173 kali Gempa Hembusan, tremor menerus dengan amplitudo 0.5-5 mm, 1 kali Gempa Vulkanik Dalam, 1 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 1 kali Gempa Tektonik Jauh.

(5). Aktivitas G. Merapi:

Pada minggu ini tidak tercatat erupsi letusan tetapi erupsi efusif dalam laju rendah berupa intrusi lava menembus kubah lava masih berlangsung. Volume kubah lava minggu ini masih tetap seperti minggu lalu berdasarkan hasil pengukuran pada Tanggal 08 Agustus 2019 sebesar 461.000 m3. Posisi kubah lava masih stabil tetapi masih terjadi guguran lava dan awan panas guguran (APG). Sebagian besar ekstrusi lava menjadi guguran lava pijar dan APG meluncur ke hulu Kali Gendol. APG pada minggu ini terjadi 4 kali yaitu pada Tanggal 20 Agustus 2019 sebanyak 2 kali, 22 Agustus 2019 sebanyak 1 kali, dan 24 Agustus 2019 sebanyak 1 kali dengan jarak luncur maksimum 1900 m. Secara visual cuaca didominasi mendung dan berawan, kadang-kadang pagi dan malam teramati cerah. Tidak ada hujan dan tidak terjadi lahar. Asap kawah teramati berwarna putih intensitas tipis hingga tebal mencapai ketinggian 350 m di atas puncak kawah, teramati pada Tanggal 20 Agustus 2019. Seismograf merekam 113 kali Gempa Guguran, 4 kali Gempa APG, 30 kali Gempa MP, 4 kali Gempa Hembusan, 11 kali Gempa LF, 3 kali Gempa Vulkanik Dangkal, dan 2 kali Gempa Tektonik. Dari data guguran dan APG (jumlah dan jarak luncur), kegempaan, deformasi, kimia, dan serta visual, maka dapat dikatakan bahwa aktivitas Gunungapi Merapi minggu ini hampir sama dibandingkan minggu lalu. Belum ada perubahan rekomendasi karena masih sesuai dengan aktivitas saat ini.

(6). Gunungapi Agung:

Pada minggu ini tidak terjadi erupsi baik efusif maupun eksplosif. Pengamatan visual selama seminggu gunungapi terlihat jelas sampai kabut/berawan. Umumnya asap kawah teramati berwarna putih tipis tekanan lemah mencapai ketinggian 150 meter dari atas puncak. Seismograf merekam 1 kali Gempa Hembusan, 1 kali Gempa LF, 4 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 1 kali Gempa Vulkanik Dalam, dan 22 kali Gempa Tektonik Jauh.

(7). Aktivitas G. Karangetang:

Pada minggu ini erupsi tipe efusif berupa aliran lava diikuti guguran lava masih berlangsung dan pada malam hari teramati aliran lava pijar (sinar api) dan diikuti guguran lava keluar dari kedua kawah puncak yaitu Kawah Utama (selatan) dan Kawah Dua (utara). Guguran lava meluncur ke lereng baratdaya ke arah Kali Nanitu dan Kali Pangi sejauh 1000-1500 m, ke arah Kali Sense meluncur sejauh 1000-1750 m, dan ke arah barat Kali Pangi sejauh 2000 m. Pengamatan visual selama minggu ini pada umumnya gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Pada saat cuaca cerah teramati asap kawah utama dan kawah dua dengan ketinggian 75-200 meter di atas puncak, bertekanan sedang dengan warna putih dan intensitas tipis hingga tebal. Seismograf merekam 612 kali Gempa Guguran, 233 kali Gempa Hembusan, 10 kali Tremor Harmonik, 11 kali Gempa Hybrid/Fase Banyak, tremor menerus dengan amplitudo 0.25-25 mm, 8 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 2 kali Gempa Vulkanik Dalam, 1 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 20 kali Gempa Tektonik Jauh.

2. Kegiatan Tanggap Darurat dan Pasca Bencana.

(1). Mengirim Tim Tanggap Darurat Gunungapi ke Gunungapi Karangetang Sulawesi Utara.

(2). Mengirim Tim Peringatan Dini Bahaya Erupsi Gunungapi ke Gunungapi Tangkuban Parahu Jawa Barat dan Gunungapi Slamet Jawa Tengah.

3. Kegiatan Survei/Pemetaan.

(1). Mengirim Tim Survey Pemetaan KRB Gempa Bumi di Cekungan Jakarta pada Tanggal 19 Agustus -2 September 2019.

4. Kegiatan Lain.

(1). Rabu-Kamis Tanggal 21-22 Agustus 2019 menjadi narasumber Rapat Abu Vulkanik untuk Keselamatan Penerbangan pada acara Sekolah Lapang Meteorologi Penerbangan BMKG di Denpasar, Bali dan kunjungan stakeholders penerbangan ke Pos PGA Agung Rendang dan Museum Gunungapi Batur.

(2). Selasa Tanggal 21 Agustus 2019 menghadiri pengarahan sistem IT oleh Pak Wakil Menteri, Bapak Archandra Tahar di Gedung C Lt.2 Badan Geologi, Bandung.

(3). Senin Tanggal 19 Agustus 2019 menerima kunjungan dari UPN Veteran Yogyakarta ke BPPTKG.

(4). Senin-Selasa Tanggal 19-20 Agustus 2019 menghadiri sosialisasi Mengenal Potensi Bahaya dari Aktivitas Gulkanis Gunung Berapi di BPBD DIY diwakili oleh BPPTKG.

(5). Selasa, 20 Agustus 2019 menerima kunjungan dari SMAN 1 Bambanglipuro Kabupaten Bantul ke BPPTKG.

(6). Selasa, 20 Agustus 2019 menghadiri sosialisasi di acara workshop pengembangan CSR (kepedulian sosial perusahaan pasca bencana) di BPBD Boyolali diwakili BPPTKG.

(7). Tanggal 19 Agustus 2019 menjadi nara sumber pada Sosialisasi “Tumbuhkan Siaga Bencana” di OJK Regional 2 Jawa Barat, Bandung. Hadir sebagai nara sumber Kabid MGA dan Kabid MGB mewakili Kepala PVMBG.

(8). Tanggal 22 Agustus 2019 menghadiri FGD Penyusunan RDTR Kawasan Perbatasan Negara di Kota Lhokseumawe, RDTR Kawasan Perbatasan Negara di Sabang, dan RTR Kawasan Strategis Nasional KPBPB Sabang, di Hotel Kuretakeso, Kemang, Jakarta.

(9). Tanggal 22 Agustus 2019 menghadiri Rakor Tim Pelaksana Dewan KEK dalam rangka Pemantauan Pelaksanaan Pembangunan KEK Palu dan KEK Tanjung Lesung Pasca Bencana, di Hotel Aryaduta, Jakarta.

(10). Menghadiri pembahasan Persiapan Bulan Pengurangan Risiko Bencana di BNPB Jakarta.

(11). Menghadiri pembahasan "grand design" risiko bencana bandara Yogyakarta di Kulonprogo, bersama stakeholder BNPB, BMKG, PT. Angkasa Pura, dan BPBD Kulonprogo, Pemda Kulonprogo, BPPT, dan Kementeria KKP.

(12). Menghadiri penyusunan RPJMN 2020-2014 Badan Geologi di Tangerang Jakarta.

(13). Mengevaluasi pemetaan gerakan tanah/longsor Bogor-Puncak Cianjur.

(14). Menghadiri rapat evaluasi Bidang MGT dalam menghadapi tantangan mitigasi gerakan tanah di indonesia kedepan dan Rencana FGD/Sosialisasi Gerakan Tanah yang akan dihadiri perwakilan BPBD provinsi dan kab/kota di indonesia.

(15). Menghadiri rapat di Dinas Pemukiman Provinsi Jawa Barat terkait persiapan rencana pemukiman di daerah rawan bencana.

(16). Membimbing Mahasiswa Kerja Praktek dan Tugas Akhir/Skripsi

(17). Menjadi narasumber penetapan lahan relokasi akibat bencana longsor di Kabupaten Bandung Barat.