Laporan Kebencanaan Geologi, 25 Juli 2019

Logo_ESDM

I. SUMMARY

Hari ini, Kamis 25 Juli 2019, Bencana Geologi yang terjadi sbb:

1. Gunungapi
Gunungapi Sinabung - Sumatera Utara
Tingkat aktivitas sejak 20 Mei 2019 pukul 10.00 WIB diturunkan menjadi Level III (Siaga). Gunung Sinabung (2.460 m dpl) mengalami erupsi sejak tahun 2013. Erupsi terakhir terjadi 9 Juni 2019.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 100-500 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah utara, timur dan tenggara.
Melalui rekaman seismograf pada 24 Juli 2019 tercatat:

  • 3 kali gempa Hembusan
  • 1 kali gempa Tornillo
  • 3 kali gempa Tektonik Jauh
  • Tremor menerus dengan amplitudo 1- 3 mm dominan 2 mm

Rekomendasi:

  • Masyarakat/pengunjung agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 km dari puncak G. Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor Selatan - Timur, dan 4 km untuk sektor Utara-Timur.
  • Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker, mengamankan sarana air bersih, dan membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.
  • Masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar mewaspadai potensi banjir lahar terutama pada saat terjadi hujan lebat.

VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 10 Juni 2019 pukul 14:21 WIB, terkait emisi gas dengan ketinggian kolom asap 2960 meter di atas permukaan laut atau sekitar 500 m dari puncak. Kolom asap bergerak ke arah timur-tenggara.

 

Gunungapi Agung - Bali
Gunungapi Agung di Bali kembali memasuki fase erupsi mulai 21 November 2017 hingga saat ini, setelah beristirahat lebih dari 53 tahun. Tingkat aktivitas saat ini adalah Level III (Siaga).
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah ke arah barat.
Melalui rekaman seismograf pada 24 Juli 2019 tercatat:

  • 2 kali gempa Hembusan
  • 1 kali gempa Terasa
  • 15 kali gempa Tektonik Jauh

Tanggal 25 Juli 2019 (Pk. 00:00-06:00 WITA) tercatat: 1 kali gempa Tektonik Jauh
Rekomendasi:

  • Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada dan tidak melakukan pendakian serta tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak G. Agung.
  • Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan.

VONA: VONA terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 13 Juni 2019 pukul 01:48 WITA, terkait erupsi pada 13 Juni 2019 pukul 01:38 WITA. Kolom abu tidak teramati. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan lama gempa kl. 3 menit 53 detik.

 

Gunungapi Soputan - Sulawesi Utara
Tingkat aktivitas Level III (SIAGA). Gunungapi Soputan (1784 m dpl) mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50 meter dari puncak. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah selatan, barat daya dan barat.
Melalui rekaman seismograf tanggal 24 Juli 2019 tercatat:

  • 8 kali gempa Guguran
  • 2 kali gempa Hembusan
  • 1 kali gempa Vulkanik Dalam
  • 2 kali gempa Tektonik Jauh

Rekomendasi: Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 4 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 6,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman guguran lava dan awan panas guguran
VONA: VONA terkirim kode warna RED, terbit tanggal 16 Desember 2018 pukul 05:54 WITA, terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu maksimum 8809 meter di atas permukaan laut atau sekitar 7000 meter di atas puncak.   

 

Gunungapi Karangetang - Sulawesi Utara
Tingkat aktivitas Level III (SIAGA). G. Karangetang (2460 m dpl) kembali memasuki periode erupsi sejak 25 November 2018.
Guguran lava pada malam hari (22 Juli 2019) teramati dari Kawah Utama (kawah selatan) sejauh 1000-1500 meter ke arah Kali Pangi dan Kali Kinali. Sesekali guguran lava terjadi ke arah Kali Nanitu dan Kali Beha sejauh 1000 meter.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 300 meter dari puncak. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah hingga kencang ke arah selatan dan barat.
Melalui rekaman seismograf tanggal 24 Juli 2019 tercaat:

  • 59 kali gempa Guguran
  • 8 kali gempa Hembusan
  • 3 kali gempa Tektonik Jauh
  • Tremor Menerus dengan amplitudo 0.25 - 2 mm, dominan 0.25 mm

Rekomendasi:

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat Iaut-Utara sejauh 4 km, yaitu wilayah yang berada di antara Kali Batuare dan Kali Saboang.
  • Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak G. Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

VONA: VONA terakhir terkirim kode warna YELLOW, terbit tanggal 25 November 2018 pukul 13:32 WITA, terkait emisi abu vulkanik dengan ketinggian sekitar 2284 m di atas permukaan laut atau sekitar 500 m di atas puncak, angin bertiup ke arah Timur.
Gunungapi Anak Krakatau - Lampung
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah, angin lemah ke arah timur dan barat.
Melalui rekaman seismograf tanggal 24 Juli 2019 tercatat:

  • 5 kali gempa Vulkanik Dangkal
  • Tremor Menerus dengan amplitudo 1 - 5 m, dominan 3 mm

Rekomendasi: Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 23 Juli 2019 pukul 09:20 WIB, Tinggi kolom tidak teramati. 

 

Gunungapi Merapi - Jawa Tengah - Yogyakarta
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). Gunungapi Merapi (2968 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah timur laut, timur, barat daya, barat dan barat laut.
Melalui rekaman seismograf tanggal 24 Juli 2019 tercatat:

  • 1 kali gempa Awan Panas Guguran
  • 5 kali gempa Guguran- 3 kali gempa Tektonik Jauh

Rekomendasi:

  • Kegiatan pendakian G. Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.
  • Radius 3 km dari puncak agar dikosongkan dari aktivitas penduduk.
  • Masyarakat yang tinggal di KRB III mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas G. Merapi.

VONA: VONA terakhir terkirim kode warna GREEN, terbit tanggal 3 Juni 2018 pukul 20:39 WIB, terkait dengan adanya aktivitas hembusan asap berwarna putih dengan ketinggian kolom asap setinggi 3768 m di atas permukaan laut atau sekitar 800 m di atas puncak.

 

Gunungapi Dukono – Maluku Utara
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). Gunungapi Dukono (1229 m dpl) mengalami erupsi menerus.
Dari kemarin hingga pagi ini gunung api tertutup kabut hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah utara. 
Melalui rekaman seismograf tanggal 24 Juli 2019 tercatat: Tremor menerus dengan amplitudo 0.5-8 mm, dominan 1 mm
Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 24 Juli 2019 pukul 18:12 WIT, terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu sekitar 1.529 m di atas permukaan laut atau sekitar 300 m di atas puncak. Kolom abu bergerak ke arah utara dan barat.

 

Gunungapi Ibu - Maluku Utara
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). Gunungapi Ibu (1340 m dpl) mengalami erupsi secara menerus sejak tahun 2008.
Dari kemarin hingga pagi ini gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Cuaca hujan. Teramati asap kawah utama berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal, tinggi 200 - 800 m dari puncak. Angin bertiup lemah hingga kencang.ke arah utara dan barat.
Melalui rekaman seismograf tanggal 24 Juli 2019 tercatat:

  • 129 kali gempa Letusan
  • 84 kali gempa Hembusan
  • 19 kali gempa Guguran
  • 44 kali gempa Tremor Harmonik

Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km, dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.
VONA: VONA terakhir terkirim dengan kode warna ORANGE, terbit tanggal 14 Mei 2019 pukul 18:46 WIT, terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu sekitar 2.125 m di atas permukaan laut atau sekitar 800 m di atas puncak. Kolom abu bergerak ke arah utara.

 

Gunungapi Gamalama - Maluku Utara
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). Gamalama (1715 m dpl) mengalami erupsi minor pada tanggal 4 Oktober 2018 pukul 11:52 WIT dengan tinggi kolom abu teramati mencapai 250 meter diatas puncak atau 1965 m diatas permukaan laut.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah timur laut. 
Melalui rekaman seismograf tanggal 24 Juli 2019 tercatat:

  • 2 kali gempa Hembusan
  • 2 kali gempa Vulkanik Dalam
  • 4 kali gempa Tektonik Lokal
  • 20 kali gempa Tektonik Jauh
  • 1 kali gempa Getaran Banjir

Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G.Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G.GamalamaPada musim hujan, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di G.Gamalama agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar.
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna YELLOW, terbit tanggal 10 Oktober 2018 pukul 19:26 WIT, terkait hembusan asap kawah menerus sekitar 1725 m di atas permukaan laut atau sekitar 10 m diatas puncak.

 

Gunungapi Kerinci - Jambi
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). G. Kerinci (3.805 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna kelabu dengan intensitas sedang tinggi sekitar 200-300 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah timur laut.
Melalui rekaman seismograf tanggal 24 Juli 2019 tercatat:

  • 153 kali gempa Hembusan
  • 2 kali gempa Tektonik Jauh
  • 1 kali gempa Vulkanik Dalam
  • Tremor menerus dengan amplitudo 0.5 – 2 mm, dominan 1 mm

Rekomendasi:

  • Masyarakat di sekitar G. Kerinci dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 3km dari kawah puncak.
  • Pada musim hujan, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di G. Kerinci agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar.

VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 7 Juni 2019 pukul 06:42 WIB, terkait pengamatan emisi abu vulkanik berwarna kelabu pada pukul 06:04 WIB. Dengan ketinggian kolom abu sekitar 4.605 m di atas permukaan air laut atau sekitar 800 m di atas puncak. Kolom abu begerak ke arah timur.  

 

Gunungapi Bromo - Jawa Timur
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). Bromo (2.329 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah selatan, barat daya, barat dan barat laut.
Melalui rekaman seismograf tanggal 24 Juli 2019 tercatat:- 3 kali gempa Tektonik Jauh- Tremor menerus dengan amplitudo 0.5–1 mm, dominan 1 mm
Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1 km dari kawah puncak.
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 19 Juli 2019 pukul 18:52 WIB, terkait erupsi abu disertai suara gemuruh dan dentuman. Gempa letusan terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 37mm dan durasi 7 menit 14 detik. Tinggi kolom erupsi tidak teramati dengan jelas karena tertutup kabut. 

Untuk Gunungapi Status Normal: Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.

 

2. Gempa Bumi
1. Gempa bumi di Baratdaya Jembrana, Bali
Informasi Gempa Bumi: Gempa bumi terjadi pada hari Rabu, tanggal 24 Juli 2019 Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa bumi terjadi pada pukul 08:29:13 WIB, pusat gempa bumi berada pada koordinat 8,98°LS dan 114,17°BT dengan magnitudo M 4.9 pada kedalaman 71 km, berada pada 84 km Baratdaya Jembrana, Provinsi Bali. Menurut GFZ-Postdam Jerman, gempa bumi berpusat pada koordinat 8,80°LS dan 114,17°BT dengan magnitudo 5.1 pada kedalaman 113 Km.
Kondisi geologi daerah terkena gempa bumi: Pusat gempa bumi berada di laut sebelah Baratdaya Pulau Bali, daerah terdekat dengan pusat gempa bumi tersusun oleh batuan karbonat berumur tersier dan batuan gunungapi berumur kuarter. Pada batuan yang telah mengalami pelapukan, belum kompak dan bersifat lepas akan memperkuat efek guncangan gempa sehingga akan lebih terasa.
Penyebab gempa bumi: Berdasarkan posisi dan kedalaman pusat gempa bumi, diperkirakan gempa bumi ini berasosiasi dengan aktivitas zona Subduksi antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia.
Dampak gempa bumi: Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa bumi ini dirasakan di daerah Kuta IV MMI, Denpasar, Banyuwangi, dan Jember III MMI, Gianyar, Tabanan, Amlapura dan Lombok Utara II MMI. Belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan yang diakibatkan oleh gempa bumi tersebut. Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami.

2) Gempa bumi di Baratdaya Nusa Dua, Bali
Informasi Gempa Bumi: Gempa bumi terjadi pada hari Selasa, tanggal  24 Juli 2019. Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa bumi terjadi pada pukul 20:17:23 WIB, pusat gempa bumi berada pada koordinat 10,57°LS dan 115°BT dengan magnitudo M 5.3 pada kedalaman 10 km, berada pada 198 km Baratdaya, Nusa Dua Provinsi Bali. 
Kondisi geologi daerah terkena gempa bumi: Pusat gempa bumi berada di laut sebelah Baratdaya Pulau Bali, daerah terdekat dengan pusat gempa bumi tersusun oleh batuan karbonat berumur tersier dan batuan gunungapi berumur kuarter. Pada batuan yang telah mengalami pelapukan, belum kompak dan bersifat lepas akan memperkuat efek guncangan gempa sehingga akan lebih terasa.
Penyebab gempa bumi: Berdasarkan posisi dan kedalaman pusat gempa bumi, diperkirakan gempa bumi ini berasosiasi dengan zona Subduksi antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia.
Dampak gempa bumi: Belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan.Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami.
Rekomendasi:

  • Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPPD setempat, serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab mengenai  gempa bumi dan tsunami.
  • Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang diperkirakan energinya lebih kecil.

 

II. DETAIL
1. Gunungapi
Dari 127 Gunungapi Aktif di Indonesia, 69 gunung dipantau secara menerus 24 jam/hari. Status saat ini:

  1. 4 (empat) gunungapi status Level III (SIAGA), yaitu G. Sinabung (Sumut) sejak 20 Mei 2019, G. Agung (Bali) sejak 10 Februari 2018, G. Soputan (Sulut) sejak 3 Oktober 2018, dan G. Karangetang (Sulut) sejak 20 Desember 2018.
  2. Sebanyak 16 gunungapi Status Level II (WASPADA), yaitu G. Merapi, Marapi, Kerinci, Semeru, Bromo, Rinjani, Sangeangapi, Rokatenda, Lokon, Gamalama, Gamkonora, Ibu, Dukono, Ili Lewotolok, Banda Api, dan Anak Krakatau.
  3. Sisanya 49 gunungapi: Status Level I (NORMAL).

Gunungapi Sinabung - Sumatera Utara
Gunungapi Sinabung Sumatera Utara yang merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia saat ini. Tingkat aktivitas sejak tanggal 20 Mei 2019 pukul 10.00 WIB diturunkan menjadi Level III (Siaga). G. Sinabung (2.460 m dpl) mengalami erupsi sejak tahun 2013. Erupsi terakhir tanggal 9 Juni 2019.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 100-500 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah utara, timur dan tenggara.
Melalui rekaman seismograf pada 24 Juli 2019 tercatat:

  • 3 kali gempa Hembusan
  • 1 kali gempa Tornillo
  • 3 kali gempa Tektonik Jauh
  • Tremor menerus dengan amplitudo 1- 3 mm dominan 2 mm

Rekomendasi:

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 km dari puncak G. Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor Selatan - Timur, dan 4 km untuk sektor Utara-Timur.
  • Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah, mengamankan sarana air bersih, dan membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.
  • Masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar mewaspadai potensi banjir lahar terutama pada saat terjadi hujan lebat.

 

Gunungapi Agung - Bali
Gunungapi Agung di Bali kembali memasuki fase erupsi mulai 21 November 2017 hingga saat ini, setelah beristirahat lebih dari 53 tahun. Tingkat aktivitas saat ini adalah Level III (Siaga). Erupsi Gunung Agung mencapai puncaknya pada periode 25-29 November 2017. Erupsi Gunung Agung selain bersifat eksplosif juga disertai efusi lava yang sangat cepat ke dalam kawah sehingga volume lava di dalam kawah mencapai 23 juta m3 pada bulan Desember 2017. Pada tahun 2018-2019 erupsi G. Agung masih terus terjadi namun dengan jangkauan lontaran material erupsi dan frekuensi kejadian erupsi mengalami penurunan. Erupsi terakhir terjadi pada 13 Juni 2019 pukul 01:38 WITA. Kolom letusan tidak dapat teramati karena tertutup kabut. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan lama gempa kl. 3 menit 53 detik. 
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah ke arah barat.
Melalui rekaman seismograf pada 24 Juli 2019 tercatat:

  • 2 kali gempa Hembusan
  • 1 kali gempa Terasa
  • 15 kali gempa Tektonik Jauh

Tanggal 25 Juli 2019 (Pk. 00:00-06:00 WITA) tercatat:- 5 kali gempa Tektonik Jauh

 

Gunungapi Soputan - Sulawesi Utara
Gunungapi Soputan merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Sulawesi Utara yang berada di Kabupaten Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara. Tingkat aktivitas saat ini adalah Level III (Siaga).Data pemantauan G. Soputan dari periode Agustus hingga awal Oktober 2018 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada tanggal 3 Oktober 2018 pukul 01:00 WITA tingkat aktivitas G. Soputan dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) dan pada 16 Desember pukul 01:02 dan 03:09 WITA terjadi erupsi, teramati sinar api dari puncak G. Soputan, ketinggian kolom abu teramati berkisar 3.000-5.000 m di atas puncak.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50 meter dari puncak. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah selatan, barat daya dan barat.
Melalui rekaman seismograf tanggal 24 Juli 2019 tercatat:

  • 8 kali gempa Guguran
  • 2 kali gempa Hembusan
  • 1 kali gempa Vulkanik Dalam
  • 2 kali gempa Tektonik Jauh

 

Gunungapi Karangetang - Sulawesi Utara
Gunungapi Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara adalah salah satu gunungapi di Indonesia yang paling sering erupsi. Erupsi terakhirnya terjadi pada tahun 2016. Setelah 2 tahun istirahat. Gunungapi Karangetang kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik sejak akhir bulan November 2018 sehingga tingkat aktivitas dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada 20 Desember 2018 pukul 18:00 WITA. Pada awal Februari 2019 terjadi aliran lava keluar selama beberapa hari dari kawah utara, mengalir ke arah utara-baratlaut yang mencapai jarak > 3.000 m. Pemantauan terkini menunjukkan juga bahwa aktivitas di Kawah Utama (kawah Selatan) mengalami peningkatan dimana Awan Panas guguran teramati satu kali meluncur dari Kawah Utama sejauh 2.000 m ke arah Kali Kahetang dan Kali Batuawang pada 15 April 2019 sekitar pukul 12:00 WITA.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 300 meter dari puncak. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah hingga kencang ke arah selatan dan barat.
Melalui rekaman seismograf tanggal 24 Juli 2019 tercaat:

  • 59 kali gempa Guguran
  • 8 kali gempa Hembusan
  • 3 kali gempa Tektonik Jauh
  • Tremor Menerus dengan amplitudo 0.25 - 2 mm, dominan 0.25 mm

 

Gunungapi Anak Krakatau - Lampung
Gunung Anak Krakatau (157 m dpl) secara administratif termasuk kedalam wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, sejak 18 Juni 2018 peningkatan aktivitas vulkanik diikuti rangkaian erupsi pada September 2018 - 9 Januari 2019, dengan intensitas erupsi tertinggi pada bulan Oktober 2018. Pada akhir Desember 2018, intensitas erupsi cukup tinggi, berupa letusan menerus tipe strombolian, diselingi letusan tipe Surtseyan pada 27 Desember 2018 sehingga tingkat aktivitas dinaikan menjadi Level III (Siaga)
Pada periode Februari-Juli 2019 erupsi masih terjadi tetapi intensitas erupsi cenderung menurun. Tingkat aktivitas saat ini adalah Level II (Waspada) sejak 25 Maret 2019.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah, angin lemah ke arah timur dan barat.
Melalui rekaman seismograf tanggal 24 Juli 2019 tercatat:

  • 5 kali gempa Vulkanik Dangkal
  • Tremor Menerus dengan amplitudo 1 - 5 m, dominan 3 mm

 

Gunungapi Merapi - Jawa Tengah - Yogyakarta
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). Merapi (2.968 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus.Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya, maka pada tanggal 21 Mei 2018 pukul 23.00 WIB tingkat aktivitas G. Merapi dinaikkan dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada).
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah timur laut, timur, barat daya, barat dan barat laut.
Melalui rekaman seismograf tanggal 24 Juli 2019 tercatat:

  • 1 kali gempa Awan Panas Guguran
  • 5 kali gempa Guguran
  • 3 kali gempa Tektonik Jauh

 

Gunungapi Dukono - Maluku Utara
Gunungapi Dukono di Halmahera Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya terjadi relatif menerus hingga saat ini. Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya cukup berarti hanya berada di sekitar kawah puncak dan ancaman bahaya lebih luas dimungkinkan melalui sebaran abu vulkanik di udara yang dapat mengganggu penerbangan.
Dari kemarin hingga pagi ini gunung api tertutup kabut hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah utara. 
Melalui rekaman seismograf tanggal 24 Juli 2019 tercatat:- Tremor menerus dengan amplitudo 0.5-8 mm, dominan 1 mm

 

Gunungapi Ibu - Maluku Utara
Gunungapi Ibu di Halmahera Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya sejak tahun 2008 menerus hingga saat ini. Tingkat aktivitas sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya primer utamanya berada di sekitar puncak dan arah sektoral ke arah bukaan Kawah Utara, ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di sekitar puncak G. Ibu, serta sebaran abu di udara yang dapat mengganggu penerbangan.
Dari kemarin hingga pagi ini gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Cuaca hujan. Teramati asap kawah utama berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal, tinggi 200 - 800 m dari puncak. Angin bertiup lemah hingga kencang.ke arah utara dan barat.
Melalui rekaman seismograf tanggal 24 Juli 2019 tercatat:

  • 129 kali gempa Letusan
  • 84 kali gempa Hembusan
  • 19 kali gempa Guguran
  • 44 kali gempa Tremor Harmonik

 

Gunungapi Gamalama - Maluku Utara
Gunungapi Gamalama yang memiliki ketinggian 1.715 m dpl, secara administratif terletak di Kota Ternate (Pulau Ternate), Provinsi Maluku Utara. Letusan G. Gamalama pada umumnya berlangsung di Kawah Utama dan hampir selalu magmatik. Kecuali letusan yang terjadi dalam tahun 1907 yang mengambil tempat di lereng timur (letusan samping) dan menghasilkan leleran lava (Batu Angus) hingga ke pantai. Letusan 1980 juga menghasilkan Kawah Baru, lokasinya sekitar 175 m ke arah timur dari Kawah Utama.Gunungapi Gamalama merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya terjadi relatif sering hingga saat ini. Tingkat aktivitas sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya cukup berarti hanya berada di sekitar kawah puncak dan ancaman bahaya lebih luas dimungkinkan melalui sebaran abu vulkanik di udara yang dapat mengganggu penerbangan. G. Gamalama mengalami erupsi minor pada tanggal 4 Oktober 2018 pukul 11:52 WIT dengan tinggi kolom abu teramati mencapai 250 meter di atas puncak atau 1965 m di atas permukaan laut.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah timur laut. 
Melalui rekaman seismograf tanggal 24 Juli 2019 tercatat:

  • 2 kali gempa Hembusan
  • 2 kali gempa Vulkanik Dalam
  • 4 kali gempa Tektonik Lokal
  • 20 kali gempa Tektonik Jauh
  • 1 kali gempa Getaran Banjir

 

Gunungapi Kerinci - Jambi
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). Kerinci (3.805 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna kelabu dengan intensitas sedang tinggi sekitar 200-300 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah timur laut.
Melalui rekaman seismograf tanggal 24 Juli 2019 tercatat:

  • 153 kali gempa Hembusan
  • 2 kali gempa Tektonik Jauh
  • 1 kali gempa Vulkanik Dalam
  • Tremor menerus dengan amplitudo 0.5 – 2 mm, dominan 1 mm

 

Gunungapi Bromo – Jawa Timur
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). Bromo (2.329 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah selatan, barat daya, barat dan barat laut.
Melalui rekaman seismograf tanggal 24 Juli 2019 tercatat:

  • 3 kali gempa Tektonik Jauh
  • Tremor menerus dengan amplitudo 0.5–1 mm, dominan 1 mm

 

Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos-Pos Pengamatan Gunungapi di atas tersebut terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD setempat disekitar masing-masing gunung, tentang penanggulangan bencana erupsi gunungapi. Informasi mengenai abu vulkanik erupsi/letusan gunungapi Indonesia yg berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan disampaikan melalui email VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dengan menggunakan aplikasi MAGMA Indonesia ((https://magma.vsi.esdm.go.id) ke stakeholders nasional maupun internasional:- Dirjen Perhubungan Udara-Kemenhub,- BMKG,- Air Nav,- Air Traffic Control, Airlines,- VAAC Darwin,- VAAC Tokyo,- dll.
VONA terakhir yang terkirim:

  1. G. Sinabung, Sumatera UtaraVONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 10 Juni 2019 pukul 14:21 WIB, terkait emisi gas dengan ketinggian kolom asap 2960 meter di atas permukaan laut atau sekitar 500 m dari puncak. Kolom asap bergerak ke arah timur-tenggara.
  2. G. Agung, BaliVONA terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 13 Juni 2019 pukul 01:48 WITA , terkait erupsi pada 13 Juni 2019 pukul 01:38 WITA. Kolom abu tidak teramati. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan lama gempa kl. 3 menit 53 detik.
  3. G. Soputan, Sulawesi UtaraVONA terkirim kode warna RED, terbit tanggal 16 Desember 2018 pukul 05:54 WITA, terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu maksimum 8809 meter di atas permukaan laut atau sekitar 7000 meter di atas puncak.
  4. G. Karangetang, Sulawesi UtaraVONA terakhir terkirim kode warna YELLOW, terbit tanggal 25 November 2018 pukul 13:32 WITA, terkait emisi abu vulkanik dengan ketinggian sekitar 2284 m di atas permukaan laut atau sekitar 500 m di atas puncak, angin bertiup ke arah Timur.
  5. G. Anak Krakatau, LampungVONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 23 Juli 2019 pukul 09:20 WIB, Tinggi kolom tidak teramati. 
  6. G. Merapi, Jawa Tengah – YogyakartaVONA terakhir terkirim kode warna GREEN, terbit tanggal 3 Juni 2018 pukul 20:39 WIB, terkait dengan adanya aktivitas hembusan asap berwarna putih dengan ketinggian kolom asap setinggi 3768m di atas permukaan laut atau sekitar 800 m di atas puncak.
  7. G. Dukono, Maluku UtaraVONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 24 Juli 2019 pukul 18:12 WIT, terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu sekitar 1.529 m di atas permukaan laut atau sekitar 300 m di atas puncak. Kolom abu bergerak ke arah utara dan barat.
  8. G. Ibu, Maluku UtaraVONA terakhir terkirim dengan kode warna ORANGE, terbit tanggal 14 Mei 2019 pukul 18:46 WIT, terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu sekitar 2.125 m di atas permukaan laut atau sekitar 800 m di atas puncak. Kolom abu bergerak ke arah utara.
  9. G. Gamalama, Maluku UtaraVONA terakhir terkirim kode warna YELLOW, terbit tanggal 10 Oktober 2018 pukul 19:26 WIT, terkait hembusan asap kawah menerus sekitar 1725 m di atas permukaan laut atau sekitar 10 m diatas puncak.
  10. G. Kerinci, JambiVONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 7 Juni 2019 pukul 06:42 WIB, terkait pengamatan emisi abu vulkanik berwarna kelabu pada pukul 06:04 WIB. Dengan ketinggian kolom abu sekitar 4.605 m di atas permukaan air laut atau sekitar 800 m di atas puncak. Kolom abu begerak  ke arah timur.  
  11. G. Bromo, Jawa TimurVONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 19 Juli 2019 pukul 18:52 WIB, terkait erupsi abu disertai suara gemuruh dan dentuman.  Gempa letusan terekam di seismograf dengan amplituda maksimum 37mm dan durasi 7 menit 14 detik. Tinggi kolom erupsi tidak teramati dengan jelas karena tertutup kabut.

Kegiatan gunungapi lain yg di atas Normal sampai pagi ini belum diikuti tanda-tanda peningkatan kegiatan.