Laporan Kebencanaan Geologi 30 Agustus 2017 (06:00 Wib)

Logo_ESDM

I. SUMMARY:
Hari ini, Rabu,  30 Agustus 2017, Bencana Geologi yang terjadi sbb:

1. Gunung Api
G. Sinabung:
Tingkat aktivitas Level IV (AWAS). Sinabung (2460 m dpl) dari kemarin sampai pagi ini tampak sering berkabut. Teramati asap putih tipis mencapai ketinggian 1000 m dari puncak, condong ke arah Timur. Secara visual dan melalui rekaman seismograf teramati 5 kali erupsi letusan dengan tinggi kolom abu mencapai 1300-2300 m di atas puncak, condong ke Timur dan Selatan. Teramati guguran lava yang meluncur sejauh 1000 m ke arah Tenggara-Timur. 
Bendungan di Sungai Laborus terbentuk akibat penumpukan endapan awan panas masih berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol.
Rekomendasi: 

  • Masyarakat/pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan secara sektoral dari puncak dalam jarak 7 km ke selatan-tenggara, 6 km ke tenggara-timur dan 4 km timur-utara.
  • Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga  kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

VONA: Terakhir tercatat kode warna ORANGE, terbit Tanggal 29 Agustus 2017 Pukul 15:52 WIB, terkait letusan dengan ketinggian abu 4760 m di atas permukaan laut atau 2300  di atas puncak, condong ke arah Selatan.

G. Dukono:
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). Dukono (1229 m dpl) mengalami erupsi menerus. Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunungapi terlihat jelas dan terkadang berkabut. Teramati kolom abu erupsi menerus putih kelabu tebal tekanan lemah - sedang mencapai ketinggian 200-400 m condong ke Baratlaut. Letusan terbesar terjadi sebanyak 99 kali. Tidak teramati adanya jatuhan abu di Pos Dukono. 
Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.
VONA: Terakhir tercatat kode warna ORANGE, terbit 28 Agustus 2017 pukul 07:35 WIT. Tinggi kolom abu 1629 m di atas permukaan laut atau 400 m dari puncak. Kolom abu condong ke arah Utara-Baratlaut.

G. Ibu:
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). Ibu (1340 m dpl) mengalami erupsi secara menerus. Secara visual G. Ibu jelas hingga tertutup kabut. Teramati tinggi kolom erupsi putih kelabu mencapai 200-500 m di atas puncak, condong ke utara-timurlaut. 
Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km, dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu
VONA: Terakhir tercatat kode warna ORANGE, terbit 28 Agustus 2017 pukul 06:12 WIT Kepulan abu vulkanik setinggi 1725 m di atas permukaan laut atau 400 m dari puncak, kolom abu condong ke arah Utara.
Untuk Gunungapi status Normal:  Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di dekat kawah untuk menghindari potensi ancaman gas  beracun.

2. Gerakan Tanah
Prakiraan wilayah potensi tejadi gerakan tanah pada bulan Agustus 2017 relatif sama  dibandingkan dengan potensi terjadinya gerakan tanah pada bulan Juli 2017. Seluruh Wilayah Indonesia dari Sumatera sampai Papua masih berpotensi terjadinya gerakan tanah. Dan wilayah Indonesia Bagian timur meliputi wilayah Sulawesi, Maluku bagian utara  dan Papua potensi terjadinya gerakan tanah relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah Sumatera, Kalimantan, Bali dan Nusatenggara. Kejadian gerakan tanah diperkirakan akan masih terus mengancam terutama di wilayah Jawa mengingat  pertumbuhan penduduk  dan alih fungsi lahan yang  cukup masif di wilayah ini dibanding wilayah lain di luar jawa.
Gerakan Tanah terakhir terjadi di:
1. Kota Balikpapan,  Provinsi Kalimantan Timur
Penyebab: Penyebab gerakan tanah diperkirakan karena kemiringan lereng yang curam dan dipicu oleh curah hujan tinggi.
Dampak : 1. Gerakan tanah / tanah longsor terjadi di  Kota Balikpapan, Kalimantan Timur mengakibatkan sebuah rumah rusak parah.
Peta prakiraan potensi gerakan tanah dari Badan Geologi perlu diacu sebagai peringatan dini. Masyarakat dapat mengunduh melalui http://vsi.esdm.go.id/gallery/index.php?/category/12

II. DETAIL
1. Gunung Api
Dari 127 Gunungapi Aktif di Indonesia, 69 gunung dipantau secara menerus 24 jam/hari. Status saat ini : 

  1. 1 gunung api status AWAS/Level 4 sejak 2 Juni 2015 (G. Sinabung*, Sumut); 
  2. Sebanyak 17 gunung api Status Waspada/Level 2 (Marapi, Kerinci, Dempo, Anak Krakatau, Semeru, Bromo, Rinjani, Sangeangapi, Rokatenda, Soputan, Lokon, Karangetang, Gamalama, Gamkonara, Ibu*, Dukono*, dan Banda Api); 
  3. Sisanya 51 gunung api: Status Normal/Level 1.

Gunungapi Sinabung.
Kegiatan Gunungapi Sinabung Sumatera Utara yang merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia saat ini, kegiatan erupsi masih berlangsung sejak Tahun 2013. Statusnya saat ini adalah Level IV (Awas). Dari kemarin hingga pagi ini Sinabung tampak jelas hingga berkabut. Kepulan asap putih tipis teramati mencapai ketinggian 1000 m condong ke arah Timur. Secara visual dan melalui rekaman seismograf teramati 5 kali erupsi letusan dengan tinggi kolom mencapai 1300-2300 m di atas puncak, condong ke Timur dan Selatan. Teramati guguran lava yang meluncur sejauh 1000 m ke arah Tenggara-Timur. Tidak terdengar suara gemuruh/dentuman di Pos Sinabung yang berjarak 8 km di Tenggara dari puncak.
Hasil pengukuran volume kubah lava terakhir pasca letusan besar Tanggal 2-3 Agustus 2017 yang dilakukan pada Tanggal 25 Agustus 2017 dan yang berpotensi menjadi awan panas guguran dan guguran lava adalah sekitar 1,5 juta m3.
Terjadi pembendungan Sungai Laborus oleh endapan awan panas sejak tanggal 10 April 2017 yang lalu meluncur sejauh 3,5 km dan luncuran awan panas Tanggal 02-03Agustus 2017 sejauh 4,5 km ke lereng Tenggara dan Timur mencapai Sungai Laborus. Pemeriksaan terakhir Tanggal 28 April 2017 dan pasca luncuran awan panas 02 Agustus  2017 menunjukkan ukuran (lebar, panjang, dan luas) Danau Laborus bertambah  besar. Pebendungan membentuk danau yang berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol karena tidak kuat menahan volume air.
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus mengirimkan Tim Tanggap Darurat ke Sinabung untuk memperkuat kegiatan pemantauan secara menerus 24 jam per hari, berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan setempat (BPBD, TNI, POLRI), maupun melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat setempat.Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

Gunungapi Dukono.
Gunungapi Dukono di Halmahera Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya menerus hingga saat ini. Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya cukup berarti hanya di sekitar kawah puncak dan sebaran abu di udara yang dapat mengganggu penerbangan. Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunung api tampak jelas hingga berkabut. Kolom abu erupsi menerus putih kelabu tekanan lemah - sedang mencapai ketinggian 200-400 m dari puncak, condong  ditiup angin ke arah Baratlaut. Terdengar suara gemuruh lemah di Pos Dukono yang berjarak 10 km di utara puncak. Letusan terbesar terekam sebanyak 99 kali dengan amplitudo dominan tremor menerus berkisar 0,5-24 mm (dominan 2 mm).
Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Dukono terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD Kabupaten Halmahera Utara tentang penanggulangan bencana erupsi Dukono.

Gunungapi Ibu.
Gunungapi Ibu di Halmahera Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya sejak tahun 2000 menerus hingga saat ini. Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya hanya di sekitar puncak dan arah sektoral ke arah bukaan kawah Utara serta sebaran abu di udara yang dapat mengganggu penerbangan. Secara visual teramati tinggi kolom erupsi abu mencapai 200-500 m di atas puncak, condong ke utara-timurlaut. Tidak terdengar suara dentuman/gemuruh di Pos Ibu yang berjarak 10 km di barat puncak. Kegempaan  :- Letusan 74 kali- Hembusan 15 kali- Guguran  7 kali
Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Ibu terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan Ibu dan BPBD Kabupaten Halmahera Barat tentang penanggulangan bencana erupsi Ibu.

Informasi mengenai abu vulkanik produk aktivitas gunungapi Indonesia yg berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan disampaikan melalui email VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dengan menggunakan aplikasi MAGMA Indonesia (http://magma.vsi.esdm.go.id) ke stakeholders nasional maupun internasional:- Dirjen Perhubungan Udara-Kemenhub,- BMKG, - Air Nav, - Air Traffic Control, Airlines,- VAAC Darwin, - VAAC Tokyo, - dll
VONA terakhir yang terkirim:

  1. G. Sinabung, Sumatera Utara.VONA terakhir terkirim dengan kode warna ORANGE, terbit Tanggal 29 Agustus 2017 Pukul 15:52 WIB, terkait dengan letusan yang disertai kepulan kolom abu mencapai ketinggian 4760 m di atas permukaan laut atau 2300 m di atas puncak,  condong ke arah Selatan.
  2. G. Dukono, Maluku Utara.VONA terakhir terkirim dengan kode warna ORANGE, terbit 28 Agustus 2017 pukul 07:35 WIT terkait dengan erupsi yang disertai kepulan abu vulkanik setinggi 1629 m di atas permukaan laut atau 400 m dari puncak, kolom abu bergerak ke arah  Utara-Baratlaut.
  3. G. Ibu, Maluku Utara.VONA terakhir terkirim dengan kode warna ORANGE, terbit 28 Agustus 2017 pukul 06:12 WIT terkait dengan erupsi yg disertai kepulan abu vulkanik setinggi 1725 m di atas permukaan laut atau 400 m dari puncak, kolom abu bergerak mengarah ke Utara.

Kegiatan gunungapi lain yg di atas NORMAL sampai pagi ini belum diikuti tanda-tanda peningkatan kegiatan.

2. Gerakan Tanah
Pada bulan Agustus  2017, potensi terjadinya gerakan tanah  diperkirakan masih tetap berpeluang di seluruh di wilayah Indonesia dari  Pulau Sumatra hingga Papua. Beberapa wilayah Sumatera pada bulan Agustus 2017 sedikit mengalami peningkatan utamanya   di wilayah Aceh dan Sumatera Barat, Sumatra Utara. Untuk  wilayah timur Indonesia seperti Papua, Maluku bagian Utara dan Sulawesi berpotensi terjadinya gerakan tanah relatif tinggi dibandingkan wilayah lainnya di Indonesia. Wilayah Indonesia yang  secara umum berpotensi  tinggi  utamanya di daerah perbukitan, pegunungan,  wilayah jalur jalan dan sepanjang aliran sungai  seperti, Aceh bagian barat dan tengah; Sumatra Utara bagian barat dan tengah; Sumatra Barat bagian utara, tengah dan barat, Bengkulu bagian utara, tengah dan selatan; Jambi bagian barat daya; Sumatra Selatan bagian barat; Sebagian Lampung barat;  Banten barat-barat daya, selatan dan tenggara; Jawa Barat bagian tengah dan selatan; Jawa Tengah bagian utara, tengah, tenggara; Yogyakarta bagian utara; Jawa Timur bagian selatan dan tengah; Bali bagian tengah; sebagian kecil bagian tengah dari Kalimantan Selatan; bagian tenggara dari Kalimantan Utara; Sulawesi Utara bagian tengah; Sebagian utara Gorontalo; Sulawesi Barat bagian tenggara dan tengah; Sulawesi Selatan bagian selatan, utara dan timur; Nusa Tenggara Barat bagian tengah dan timur; Nusa Tenggara Timur, baratdaya dan tenggara; Maluku; Maluku Utara; Papua Barat bagian utara, tengah dan selatan; Papua bagian utara dan tengah.
Kejadian Gerakan Tanah / tanah longsor dalam 1 minggu terakhir  terjadi di:

  1. Kota Balikpapan , Provinsi Kalimantan Timur,
  2. Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara,
  3. Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur,
  4. Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur,
  5. Kabupaten lima puluh kota, Provinsi Sumatera Barat.  

Kejadian Gerakan Tanah terbaru: 
1. Kota Balikpapan,  Provinsi Kalimantan Timur
Tanah longsor terjadi Permukiman warga Karang Jawa RT 10, Kelurahan Karang Jati, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada hari Selasa (29/8/2017). Longsor terjadi sekitar pukul 10.58 WITA akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur di perkampungan yang berbukit bukit. Longsor mengakibatkan sebuah rumah milik Eko Martaman longsor parah.
Sumber : http://babe.news/id-id/read/102653584
Rekomendasi :

  • Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar lokasi bencana dihimbau untuk selalu waspada terutama pada saat dan setelah hujan turun deras dan lama karena berpotensi terjadi longsor susulan.
  • masyarakat dihimbau untuk selalu memantau longsoran, apabila terdapat retakan harap selalu dipantau perkembangan retakan, serta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila retakan terus berkembang.
  • mambuat drainase dengan konstruksi yang kedap air dan mengatur pola drainase supaya tidak masuk ke tubuh longsoran
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat sekitar 
  • Masyarakat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan pemerintah daerah setempat.