G. Tambora

G. TAMBORA, Nusatenggara Barat pdf_icon_transparent
1



KETERANGAN UMUM   
NAMA GUNUNGAPI :

 G. TAMBORA

NAMA LAIN :

 Tamboro

NAMA KAWAH :

 Doro Api Toi (dalam kaldera) dan nama Kaldera : Tambora

NAMA KERUCUT PARASIT :

 Doro Kadindingnae, Doro Peti, Doro Mboha, Doro Canga, Doro Mbete, Doro Tabeh/Kembar, Donggo Tabbetoi, Donggo Tabbenai, Nangamira, Gubu Panda dan Satonda.

LOKASI

a. LOKASI ADMINISTRASI :  Kab. Dompu dan Bima, Nusa Tenggara Barat
b. LOKASI GEOGRAFI :  08°15,00' Lintang Selatan dan 118°00,00 Bujur Timur
KETINGGIAN :
 2851 m dpl
KOTA TERDEKAT :  Dompu dan Bima
TIPE GUNUNGAPI :  A (Strato) dengan kaldera
POS PENGAMATAN :
 Kp. Doropeti, Desa Pekat, Kec. Kempo, Kab. Dompu NTB
Posisi Geografis : 08° 20' 46" LS dan 117° 49' 27" BT (57 m dpl)

 

PENDAHULUAN

Pencapaian Puncak

Puncak G. Tambora dapat di tempuh melalui 3 jalur pendakian, mulai dari Desa Doropeti ( yg memakan waktu ± 1 jam), dari Kp. Doro Canga (selatan-tenggara G. Tambora). Melalui perkebunan jambu mente, mengikuti jalan rintisan/perkebunan dengan kendaraan sampai pada ketinggian 1150 m dml, lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 4 jam perjalanan hingga di lereng atas bagian selatan Kaldera Tambora pada ketinggian 1950 m dml (posisi ini sangat baik untuk base camp). Dari posisi ini untuk mencapai dinding kaldera bagian selatan diperlukan waktu sekitar 1 jam perjalanan.

Jalur lainnya adalah dari Kp. Pancasila (barat-baratlaut G. Tambora) dengan berjalan kaki hingga di tebing Kaldera Tambora bagian barat-baratlaut diperlukan waktu sekitar 2 hari perjalanan.

2

Demografi

Konsentrasi pemukiman penduduk berada di sektor timur (Desa Sanggar), baratdaya (Kp. Doro Peti dan Pasanggrahan), barat (Desa Calabai). Sedangkan pemukiman penduduk di sektor baratlaut, utara, timurlaut, selatan dan tenggara relatif jarang. Mata pencaharian penduduk umumnya adalah petani, pekebun, dan petani peladang yang memanfaatkan lahan kering di lereng-lereng gunung atau bukit.

Inventarisasi Sumberdaya Mineral

  1. Batuan Beku Cadangan batuan beku cukup berlimpah, berupa lava berkomposisi andesit-basaltik dan basalt. Umumnya dimanfaatkan untuk keperluan bahan bangunan serta pengerasan jalan antar desa dan pembuatan jembatan di sekitar G. Tambora.
  2. Pumis Hitam (black pumice) Cadangan pumis hitam (black pumice) di sekitar G. Tambora sangat berlimpah, terutama tersebar di bagian timurlaut, timur dan tenggara. Merupakan komponen yuvenil yang terdapat pada endapan aliran piroklastik produk letusan tahun 1815. Biasanya dipergunakan untuk bahan bangunan penduduk sekitar dan sebagian dipergunakan untuk bahan pengerasan jalan lintas antar desa di sekitar G. Tambora.

Wisata Gunungapi

Tujuan wisata gunungapi terdapat di sekitar puncak G. Tambora, yakni di Kaldera Tambora yang mempunyai diameter 6x7 km. Untuk objek camping yang cukup representatif, dapat dilakukan di lereng atas bagian selatan atau di dalam kaldera Tambora. Sayangnya untuk mencapai lokasi dasar kaldera sangat sulit, diperlukan waktu sekitar 8 jam perjalanan turun melalui alur jalan yang tidak begitu ramah, dalam artian harus dilakukan dengan cara merintis jalan terlebih dahulu. Sehingga diperlukan peralatan dan perlengkapan pendakian yang cukup lengkap dan memadai.

Panorama alam yang cukup memukau, terdapat di sektor tenggara Doro Tabeh, yaitu di sekitar pantai Hoddo dan di sektor baratdaya, selatan-baratdaya, baratlaut serta timurlaut G. Tambora. Daerah-daerah ini terutama mampu menyajikan keindahan pantainya. Selain dari sajian keindahan pantainya, khusus di daerah pesisir pantai Doro MBoha dan Doro Peti sanggup menyajikan informasi geologi yang cukup menarik dan unik, yakni dengan sajian endapan preatik dengan akresional lapilinya dan aliran piroklastik yang mempunyai struktur dalam yang sangat indah, mulai dari struktur silang (cross-structure), pembebanan (load cast structure) hingga paralel (paralel lamination) yang silih berganti. Sajian akresional lapili dan ragam struktur dalam tersebut terdapat pada endapan aliran piroklastik produk letusan Tambora 1815 dan produk letusan insitu Doro Peti.

Tidak kalah menariknya, yakni mengenai tujuan wisata yang terdapat di P. Satonda yang berposisi di bagian baratlaut G. Tambora. Daerah ini merupakan produk erupsi preatik di luar tubuh G. Tambora yang dipisahkan oleh selat. Untuk mencapainya dapat dilakukan dengan menggunakan perahu motor (umumnya dilakukan dengan cara mencarter) dari Labuan Kananga.