G. Rinjani

G. RINJANI, P. Lombok, Nusatenggara Barat pdf_icon_transparent
1

Kaldera Rinjani dengan Kerucut Barujari dan SegaraAnak

KETERANGAN UMUM   
NAMA Lain :

Kaldera Rinjani (danau Segara Anak),
Ada 2 (dua) kerucut di bagian timur danau,yaitu G. Barujari atau G. Tenga, tingginya 2376 m dan G. Mas atau G. Rombongan, tingginya 2110 m dpl.

LOKASI GEOGRAFI

:  08°25' Lintang Selatan dan 116°28' Bujur Timur
LOKASI ADMINISTRASI :  Kac. Aikmel, Kab. Lombok Timur, Prop. NTB.
KETINGGIAN :
 3726 m dpl
Di atas kota terdekat 3650 m dpl
KOTA TERDEKAT :  Selong (kab. Lombok Timur)
TIPE GUNUNGAPI :  Strato dengan danau kawah
POS PENGAMATAN :  Kampung Sembalun Lawang, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.
Posisi Geografi : 08o 21' 24" LS dan 116o 31' 18" LU Tinggi 1152 dml

 

PENDAHULUAN

Cara Mencapai Puncak  

Jalur pertama yaitu Mataram - Sembalun Lawang. Dimulai dari Sembalun Lawang mulai jalan kaki menuju ke G. Plawangan yang ditempuh selama 8 jam. Tiba di G. Plawangan ada dua pilihan, yaitu mendaki ke puncak G. Rinjani atau ke danau Segara Anak. Dari G. Plawangan ke puncak G. Rinjani dapat ditempuh selama kl. 3 jam dengan kondisi jalan yang terus menanjak dan gersang. Apabila memilih ke Danau Segara Anak dapat ditempuh selama 2,5 jam dengan menuruni tebing. Di tepi danau para pendaki dapat menyaksikan kerucut G. Barujari (pusat aktifitas vulkanik sekarang) dan G. Mas yang hampir tertutup lava G. Barujari. Untuk mencapai G. Barujari dari tepi danau (Hulu S. Kokokputih) dapat di tempuh selama 1,5 jam.

Jalur kedua yaitu Mataram - Senaru yang ditempuh dengan kendaraan roda empat selama 3 jam. Jalur ini akan menempuh Senaru - Danau Segara Anak - G. Plawangan - Puncak G. Rinjani. Sejak dari Senaru medan yang ditempuh langsung mendaki hingga dinding kaldera Rinjani, setelah itu baru turun ke Danau Segara Anak. Dari Segara Anak pendakian dilanjutkan menuju G. Plawangan yang ditempuh selama 3 jam, kemudian ke puncak G. Rinjani yang juga ditempuh selama 3 jam.

Inventarisasi Sumberdaya Gunungapi

Salah satu bahan galian yang menjadi primadona P. Lombok adalah batu apung. Material tersebut adalah hasil pembentukan kaldera Rinjani dimasa lalu. Pusat penambangan yang dominan berada di bagian utara, timur, dan selatan G. Rinjani.

Selain batuapung, juga terdapat beberapa lokasi lapangan panas bumi (geothermal field) di Kampung di Sendanggile dan Sembalun Bumbung. Namun sampai sekarang potensi tersebut belum dikembangkan dengan alasan kurang ekonimis. Dimasa datang memungkinkan dikembangkan, paling tidak untuk energi di kedua kampung tersebut.

Wisata 

Pemerintah setempat menjadikan G. Rinjani sebagai salah satu tujuan utama wisata. Selain pemandangan yang indah, juga di dalam kaldera memberikan panorama yang menawan dengan air danau yang jernih. Dalam tahun 2000 pemerintah setempat bekerjasama dengan pemerintah Australia telah menata jalur-jalur yang menghubungkan Senaru dan Sembalun Lawang menuju puncak G. Rinjani (Kaldera Rinjani).