Peningkatan Tingkat Aktivitas G. Dempo

I. Pendahuluan

G. Dempo mempunyai dua puncak yaitu: G.Dempo pada ketinggian 3.049  m dpl dan G.Marapi Dempo pada ketinggian 3.173 m dpl. Sejarah letusan Gunung Dempo tercatat sejak tahun 1818 dan hingga kini telah terjadi 21  kejadian. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 1 Januari 2009. Frekuensi letusan tidak teratur, periode istirahat dan periode letusan tidak tetap. Jangka waktu terpendek periode istirahat adalah satu tahun sedangkan periode terpanjang adalah 26 tahun. Karakter letusan G. Dempo merupakan Letusan Freatik. Letusan Freatik umumnya berlangsung  secara tiba-tiba dan dalam waktu singkat. Sifat letusan G. Dempo yaitu: selalu mengeluarkan lumpur belerang, piroklastik dan air dari danau kawah yang cukup membahayakan bagi daerah sekitarnya. Dampak bahaya letusannya umumnya  bersifat lokal dan tersebar di sekitar pusat letusan.

  

II. Visual

Hasil pemantauan visual yang dilakukan dari Pos PGA Dempo ke puncak G. Dempo pada periode 1 Desember 2016 – 26 Maret 2017, secara umum sebagai berikut:

  • Januari 2017. Cuaca cerah – hujan, hembusan asap nihil
  • Februari 2017. Cuaca cerah – hujan, hembusan asap nihil
  • 1 - 26 Maret 2017. Cuaca cerah – hujan, hembusan asap putih tipis, tinggi asap             ± 50 m.
  • 27 Maret – 4 April 2017. Cuaca cerah – hujan, hembusan asap putih tipis, tinggi asap ± 50 m.

 

III. Kegempaan
  • Januari 2017, terekam 33 kali Hembusan, 3 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 18 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 1 kali kejadian gempa Tremor, 3 kali kejadian gempa Tektonik Lokal (TL), dan 23 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
  • Februari 2017, terekam 3 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 5 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), dan 5 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
  • 1 – 20 Maret 2017, terekam  13 kali kejadian gempa Hembusan, 10 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 37 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 1 kali kejadian gempa Tektonik Lokal (TL), dan 26 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
  • 21 – 26 Maret 2017, terekam  50 kali kejadian gempa Hembusan, 2 kali gempa Tremor (menerus Amax 2 mm), 30 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 88 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 14 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
  • 27 Maret – 4 April 2017, terekam  54 kali kejadian gempa Hembusan, gempa Tremor (menerus Amax 1 – 4 mm), 28 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 39 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 14 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).

 

IV. Evaluasi

Hasil pengamatan visual G. Dempo yang dilakukan dari Pos PGA Dempo, pada tanggal 21 Maret – 4 April 2017 terlihat hembusan asap putih tipis, tinggi asap ± 50 m. Hasil pengamatan kegempaan G. Dempo pada periode 21 Maret – 4 April 2017, menunjukan peningkatan bila dibandingkan dengan data sebelumnya.

 

V. Potensi Bahaya

Letusan Freatik berupa abu dan hujan lumpur bisa terjadi tiba-tiba yang jatuh dalam radius 3 km dari pusat letusan.

 

VI. Kesimpulan
  • Terjadi peningkatan aktivitas G. Dempo, yang ditunjukkan baik data visual maupun data kegempaan.
  • Berdasarkan data visual dan data kegempaan hingga tanggal 4 April 2017 maka tingkat aktivitas G. Dempo dinaikan dari level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) sejak tanggal 5 April 2017 pukul 16.00 WIB.

  

VI. Rekomendasi

Sehubungan dengan peningkatan tingkat aktivitas G. Dempo menjadi Level II (WASPADA), direkomendasikan sebagai berikut:

  1. Agar masyarakat, pengungjung/wisatawan tidak mendekati dan bermalam (camping) di pusat aktivitas kawah Marapi – G. Dempo dalam radius 3 km, mengingat kawah sebagai pusat letusan dan gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan.
  2. Masyarakat di sekitar G. Dempo diharap tenang tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Dempo, dan agar senantiasa mengikuti arahan dari BPBD dan Pemerintah Kotamadya Pagaralam, Kabupaten Lahat dan Kabupaten Empat Lawang   yang senantiasa mendapat laporan tentang aktivitas G.Dempo.
  3. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi Sumatera Selatan dan BPBD Kotamadya Pagaralam, Kabupaten Lahat dan Kabupaten Empat Lawang   dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Dempo

 

 

LAMPIRAN

 

Dempo 1 (050417)

 

 

Dempo 2 (050417)

Peta Kawasan Rawan Bencana G. Dempo