Penurunan Status Gunung Iya

Hasil evaluasi tingkat aktivitas G. Iya di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, sebagai berikut:

I. PENDAHULUAN

  • Secara administratif, G. Iya termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Gunungapi Iya mempunyai ketinggian lebih kurang 637 m di atas permukaan laut. Secara geografis puncak G. Iya terletak pada koordinat 8.897 Lintang Selatan, dan 121.645 Bujur Timur.
  • Pemantauan secara visual dan instrumental aktivitas vulkanik G. Iya dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi (Pos PGA) Iya di Jalan Ikan Paus, Kampung Paupanda, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Ende selatan, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur dengan koordinat 8.866 LS dan 121.635 BT.
  • Dalam catatan sejarah, dilaporkan bahwa Kegiatan vulkanik G. Iya dalam masa sejarah tercatat lebih kurang 8 kali peningkatan kegiatan/erupsi sejak 1671. Kegiatan terakhir terjadi pada periode Tahun 1969 pada tanggal 27 Januari, pada pukul 04:00 WITA terjadi letusan tiba-tiba yang disertai awan panas dan suara gemuruh terus menerus, pada pukul 11:00 WITA terlihat semburan api berwarna putih, kuning dan biru disertai lontaran bom, lapili, pasir dan abu, sedangkan asap yang berbentuk bunga kol mencapi tinggi ± 400 m di atas puncak. Berdasarkan catatan sejarah letusan G. Iya yang diketahui, periode istirahat terpendek 1 tahun dan terpanjang 173 tahun, letusan terakhir pada 27 Januari 1969 dan hingga kini, 47 tahun belum meletus lagi, letusan yang terjadi di G. Iya umumnya letusan normal yang terjadi di kawah pusat.
  • Sejak letusan 1969 sampai saat ini Tingkat Aktivitas G. Iya belum pernah mengalami perubahan.
  • Pada tanggal 29 September 2016 terjadi peningkatan kegempaan yang cukup signifikan, sehingga tingkat aktivitas G. Iya dinaikkan dari Level I (NORMAL) menjadi Level II (WASPADA) pada pukul 19.00 WITA.

 

II. HASIL PENGAMATAN

2.1 Visual 

Hasil pengamatan visual periode 30 September – 30 Oktober 2016 adalah sebagai berikut:

  • Tanggal 30 September 2016, cuaca cerah, angin lemah ke arah tenggara. Suhu udara sekitar 28.5 - 31.5°C. Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 1 Oktober 2016, cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat laut. Suhu udara sekitar 25 - 31.5°C. Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 2 Oktober 2016, cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat laut. Suhu udara sekitar 25 - 32°C. Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 3 Oktober 2016, cuaca cerah, angin lemah ke arah tenggara. Suhu udara sekitar 28.5 - 31.5°C. Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 4 Oktober 2016, cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat laut. Suhu udara sekitar 26 - 32°C. Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 5 Oktober 2016, cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah utara. Suhu udara sekitar 27 - 32°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 6 Oktober 2016, cuaca berawan, angin lemah ke arah tenggara. Suhu udara sekitar 29.5 - 32°C. Gunungapi terlihat jelas. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50 meter dari puncak.
  • Tanggal 7 Oktober 2016, cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat laut. Suhu udara sekitar 26.5 - 32°C. Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 8 Oktober 2016, cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah utara. Suhu udara sekitar 27 - 32.5°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 9 Oktober 2016, cuaca berawan, angin lemah ke arah tenggara. Suhu udara sekitar 28.5 - 32°C. Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 10 Oktober 2016, cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat laut. Suhu udara sekitar 26 - 31°C. Gunungapi terlihat jelas. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50 meter dari puncak.
  • Tanggal 11 Oktober 2016, cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah utara. Suhu udara sekitar 26.5 - 31.5°C. Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 12 Oktober 2016, cuaca cerah, angin lemah ke arah tenggara. Suhu udara sekitar 28 - 32°C. Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 13 Oktober 2016, cuaca cerah hingga mendung, angin lemah ke arah barat laut. Suhu udara sekitar 26.5 - 32°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut     0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50 meter dari puncak.
  • Tanggal 14 Oktober 2016, cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah selatan. Suhu udara sekitar 26.5 - 31°C. Gunungapi terlihat jelas. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50 meter dari puncak.
  • Tanggal 15 Oktober 2016, cuaca berawan, angin lemah ke arah tenggara. Suhu udara sekitar 26 - 32°C. Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 16 Oktober 2016, cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat laut. Suhu udara sekitar 26 - 32°C. Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 17 Oktober 2016, cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah utara. Suhu udara sekitar 26 - 32°C. Gunungapi terlihat jelas. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50 meter dari puncak.
  • Tanggal 18 Oktober 2016, cuaca cerah, angin lemah ke arah tenggara. Suhu udara sekitar 28.5 - 32°C. Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 19 Oktober 2016, cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat. Suhu udara sekitar 26 - 32.5°C. Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 20 Oktober 2016, cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah utara. Suhu udara sekitar 26 - 32.5°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 150 meter dari puncak.
  • Tanggal 21 Oktober 2016, cuaca berawan, angin lemah ke arah tenggara. Suhu udara sekitar 29.5 - 32°C. Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 22 Oktober 2016, cuaca berawan hingga hujan, angin lemah ke arah barat laut. Suhu udara sekitar 25.5 - 30°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 23 Oktober 2016, cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah selatan. Suhu udara sekitar 26 - 32°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 24 Oktober 2016, cuaca berawan, angin lemah ke arah tenggara. Suhu udara sekitar 29.5 - 32°C. Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 25 Oktober 2016, cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah barat laut. Suhu udara sekitar 26 - 31°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 26 Oktober 2016, cuaca berawan hingga hujan, angin lemah ke arah utara. Suhu udara sekitar 26 - 31°C. Gunungapi tertutup Kabut 0-II. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 27 Oktober 2016, cuaca mendung, angin lemah ke arah tenggara. Suhu udara sekitar 28 - 32°C. Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 28 Oktober 2016, cuaca berawan hingga hujan, angin lemah ke arah utara dan barat daya. Suhu udara sekitar 25.5 - 31°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 29 Oktober 2016, cuaca berawan hingga hujan, angin lemah ke arah utara. Suhu udara sekitar 25.5 - 31°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Asap kawah utama tidak teramati.
  • Tanggal 30 Oktober 2016, cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah tenggara. Suhu udara sekitar 28 - 32°C. Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama tidak teramati.

 

2.2 Instrumental

Hasil pengamatan kegempaan selama periode 30 September – 30 Oktober 2016 adalah sebagai berikut:

  • Tanggal 30 September 2016, terekam: 5 kali gempa Tektonik Jauh (TJ), 2 kali gempa Tektonik Lokal (TL) dan 4 kali gempa Vulkanik Dalam (VA).
  • Tanggal 1 Oktober 2016, terekam: 3 kali gempa Tektonik Lokal (TL) dan 2 kali gempa Vulkanik Dalam (VA).
  • Tanggal 2 Oktober 2016, terekam: 2 kali gempa Tektonik Jauh (TJ).
  • Tanggal 3 Oktober 2016, terekam:  2 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dan 1 kali gempa Vulkanik Dalam (VA).
  • Tanggal 4 Oktober 2016, tidak ada aktivitas kegempaan.
  • Tanggal 5 Oktober 2016, terekam:  1 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dan 1 kali gempa Vulkanik Dalam (VA).
  • Tanggal 6 Oktober 2016, terekam: 1 kali gempa Tektonik Jauh (TJ).
  • Tanggal 7 Oktober 2016, terekam: 1 kali gempa Vulkanik Dalam (VA).
  • Tanggal 8 Oktober 2016, terekam: 1 kali gempa Tektonik Jauh (TJ).
  • Tanggal 9 Oktober 2016, terekam: 2 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dan 1 kali gempa Vulkanik Dalam (VA).
  • Tanggal 10 Oktober 2016, terekam: 1 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dan 1 kali gempa Vulkanik Dalam (VA).
  • Tanggal 11 Oktober 2016, tidak ada aktivitas kegempaan.
  • Tanggal 12 Oktober 2016, terekam: 3 kali gempa Tektonik Jauh (TJ).
  • Tanggal 13 Oktober 2016, tidak ada aktivitas kegempaan.
  • Tanggal 14 Oktober 2016, terekam: 2 kali gempa Tektonik Jauh (TJ).
  • Tanggal 15 Oktober 2016, terekam: 4 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dan 1 kali gempa Tektonik Lokal (TL).
  • Tanggal 16 Oktober 2016, tidak ada aktivitas kegempaan.
  • Tanggal 17 Oktober 2016, terekam: 1 kali gempa Tektonik Jauh (TJ).
  • Tanggal 18 Oktober 2016, terekam: 2 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dan 2 kali gempa Vulkanik Dalam (VA).
  • Tanggal 19 Oktober 2016, terekam: 1 kali gempa Tektonik Jauh (TJ).
  • Tanggal 20 Oktober 2016, tidak ada aktivitas kegempaan.
  • Tanggal 21 Oktober 2016, tidak ada aktivitas kegempaan.
  • Tanggal 22 Oktober 2016, tidak ada aktivitas kegempaan.
  • Tanggal 23 Oktober 2016, tidak ada aktivitas kegempaan.
  • Tanggal 24 Oktober 2016, terekam: 1 kali gempa Tektonik Lokal (TL) dan 1 kali gempa Vulkanik Dalam (VA).
  • Tanggal 25 Oktober 2016, tidak ada aktivitas kegempaan.
  • Tanggal 26 Oktober 2016, tidak ada aktivitas kegempaan.
  • Tanggal 27 Oktober 2016, tidak ada aktivitas kegempaan.
  • Tanggal 28 Oktober 2016, tidak ada aktivitas kegempaan.
  • Tanggal 29 Oktober 2016, tidak ada aktivitas kegempaan.
  • Tanggal 30 Oktober 2016, tidak ada aktivitas kegempaan.

Grafik jenis dan jumlah gempa harian selengkapnya hingga 30 Oktober 2016 dapat dilihat pada lampiran 2.

 

III. EVALUASI

Pasca kenaikan tingkat aktivitas pada 29 September 2016, pengamatan visual ke arah puncak/kawah G. Iya tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan dalam hal warna dan ketinggian asap hembusan. Warna asap solfatara putih tipis hingga tebal dengan ketinggian kolom asap sekitar 150 meter di atas puncak, dan tekanan gas lemah.

Setelah 29 September 2016, kegempaan G. Iya menunjukkan penurunan yang signifikan, dengan jumlah Gempa Vulkanik Dalam (VA) kurang dari 5 kejadian per hari hingga tidak ada aktivitas kegempaan. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa presurisasi magma dari kedalaman menuju permukaan mengalami penurunan dan karenanya probabilitas terjadinya letusan semakin menurun. Pada periode ini aktivitas kegempaan didominasi oleh Gempa Tektonik Jauh (TJ) serta Tektonik Lokal (TL), masing-masing kurang dari 5 kejadian per harinya.

 

IV. POTENSI BAHAYA

Potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh erupsi G. Iya tertuang dalam peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) yang dibagi ke dalam tiga tingkatan dari tinggi ke rendah, yaitu:

  • Kawasan Rawan Bencana III: sering terlanda awan panas dan kemungkinan aliran lava, serta dalam radius 2 km dari pusat kawah sering terlanda lontaran/guguran batu pijar.
  • Kawasan Rawan Bencana II: berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar, serta dalam radius 5 km dari pusat kawah berpotensi terlanda hujan abu lebat dan lontaran batu (pijar).
  • Kawasan Rawan Bencana I: berpotensi terlanda lahar/banjir serta dalam radius 7 km dari pusat kawah berpotensi terlanda hujan abu lebat dan lontaran batu (pijar) berukuran lebih kecil dari 6 cm.

Potensi bahaya yang mungkin terjadi dalam kondisi aktivitas G. Iya saat ini terbatas pada area tembusan gas di sekitar kawah yaitu berupa gas vulkanik beracun yang dapat membahayakan jiwa.

 

V. KESIMPULAN
  • Berdasarkan analisis data pengamatan visual dan kegempaan, sifat/tipe erupsi G Iya, dan potensi bahayanya maka pada tanggal 31 Oktober 2016 pukul 12:00 WITA Tingkat Aktivitas G. Iya diturunkan dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal).  

Jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik G. Iya secara signifikan, maka Tingkat Aktivitasnya akan dinaikkan yang disesuaikan dengan tingkat ancamannya.

 

VI. REKOMENDASI

Sehubungan dengan G. Iya berada dalam Tingkat Aktivitas Level I (Normal) maka direkomendasikan:

  1. Masyarakat di sekitar G. Iya dan pengunjung/wisatawan dapat beraktivitas seperti biasanya namun disarankan agar membatasi aktivitas (tidak berlama-lama) dan tidak bermalam di area kawah aktif, serta tidak mendekati lubang tembusan gas yang berada di sekitar area kawah untuk menghindari potensi bahaya yang mungkin terjadi, seperti di antaranya gas beracun.
  2. Masyarakat di sekitar G. Iya diharap tetap tenang dan tidak tepancing isu-isu terkait aktivitas G. Iya yang tidak jelas sumbernya.
  3. Masyarakat agar mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur.

 

LAMPIRAN

 

LAMPIRAN 1

 Visual G. Iya pada tanggal 23 Oktober 2016 dari arah utara Pos Pengamatan G. Iya

Iya 1 (041116)

 

LAMPIRAN 2

Grafik Gempa Harian G. Iya Pada Tanggal 1 Januari 2015 – 26 Oktober 2016

Iya 2 (041116)

 

LAMPIRAN 3

 Peta Kawasan Rawan Bencana G. Iya

Iya 3 (041116)