Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur

Laporan singkat hasil pemeriksaan tim paska bencana gerakan tanah di wilayah di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur berdasarkan Surat Permohonan Kajian Geologi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Probolinggo dengan nomor 360/305/426.205/2018 sebagai berikut :

1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:

Gerakan tanah terjadi di Dusun Krajan, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Secara geografi terletak pada koordinat 07° 49’ 40,1” LS dan 113° 02’ 23,2” LS. Gerakan tanah terjadi pada bulan Desember 2017.

 

2. Dampak Gerakan Tanah :
  • 1 (satu) rumah rusak tertimpa longsoran batu. Pada saat pemeriksaan, rumah yang rusak telah diperbaiki kembali.

 

3. Kondisi daerah bencana :
  • Morfologi : Morfologi daerah bencana merupakan perbukitan bergelombang dengan kemiringan lereng yang terjal – sangat terjal (> 40°). Lokasi bencana berada pada ketinggian 800 mpdl.
  • Geologi : Berdasarkan Peta Geologi Gunungpi Bromo – Tengger, Jawa Timur (A. Zaenudin, 1994), lokasi gerakan tanah disusun oleh Aliran Lava Bulukandang berwarna abu-abu tua, forfiritik dengan penokris plagioklas dan piroksen dalam masadasar mikrolit-mikrolit plagioklas dan gelas, lapuk dan hancur (B1). Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi gerakan tanah, batuan dasar penyusun lokasi gerakan tanah berupa lava berwarna abu-abu gelap, pada lokasi bencana terdapat banyak bongkahan batuan beku yang menempel pada tanah pelapukan.
  • Tata Guna Lahan : Tataguna lahan pada lereng bagian atas berupa kebun campuran sedangkan pada lereng bagian bawah berupa areal pemukiman.
  • Keairan : Air pada daerah ini cukup melimpah, yaitu berasal air hujan dan air permukaan. Pada bagian lembah mengalir Kali Lawean dengan aliran yang cukup deras pada musim hujan.
  • Kerentanan Gerakan Tanah : Berdasarkan Peta Prakiraan Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan Desember 2017 di Kabupaten Probolinggo (Badan Geologi), daerah bencana terletak pada zona potensi terjadi gerakan tanah menengah - tinggi, artinya daerah ini mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah. pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

4. Kondisi Gerakan Tanah :

Gerakan tanah pada lokasi pemeriksaan berupa runtuhan batu pada lereng yang menimpa bangunan yang berada di bawahnya. Arah longsoran adalah N 240° E atau relatif ke arah barat daya.

 

5. Faktor penyebab gerakan tanah:

Secara umum, faktor penyebab gerakan tanah pada kedua lokasi tersebut adalah: 

  • Adanya bongkah bongkah lava yang menempel pada lereng – lereng/tanah pelapukan yang berpotensi jatuh/runtuh sewaktu waktu.
  • Kemiringan lereng yang terjal mengakibatkan tanah/batuan mudah bergerak;
  • Hilangnya material penopang batuan, dalam hal ini berupa tanah pelapukan;
  • Saluran drainase yang tidak baik;
  • Curah hujan dengan intensitas tinggi dan lama dapat memicu terjadinya gerakan tanah.

 

 6. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah:

Gerakan tanah di Desa Negororejo terjadi pada lokasi yang disusun oleh tanah pelapukan dari batuan vulkanik serta bongkahan-bongkahan batuan beku/lava yang menempel pada tanah pelapukan. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan lereng menjadi jenuh air dan terjadi peningkatan bobot massa tanah. Kondisi ini menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan air pori dan berkurangnya daya ikat tanah. Ditambah dengan kemiringan lereng terjal menyebabkan tanah mudah bergerak untuk mencari kesetimbangan baru sehingga terjadi longsoran pada tanah pelapukan yang menjadi penopang bongkahan batu, hal ini mengakibatkan terjadinya runtuhan batuan.

 

7. Rekomendasi Teknis

  • Masyarakat yang tinggal di lokasi bencana dan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat hujan;
  • Jika ada tanda-tanda retakan tanah, segera ditutup dengan tanah liat dan dipadatkan;
  • Pemantauan terhadap retakan, jika retakan berkembang sebaiknya melapor ke aparat setempat dan mengungsi ke tempat yang lebih aman;
  • Tidak melakukan pemotongan lereng sembarangan;
  • Tidak mendirikan bangunan di bawah tebing;
  • Pembuatan dan pemeliharaan saluran drainase yang kedap air;
  • Pemeliharaan vegetasi berakar kuat dan dalam untuk menahan lereng;
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana akibat gerakan tanah;

 

LAMPIRAN

Lumbang 1 (270418)

Gambar 1. Peta Geologi Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur

 

Lumbang 2 (270418)

Gambar 2. Peta lokasi gerakan tanah di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur

 

Lumbang 3 (270418)

Gambar 3. Peta prakiraan terjadinya gerakan tanah pada bulan Desember 2017, di Kabupaten dan Kota Probolinggo

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

KABUPATEN PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

 BULAN DESEMBER 2017

Lumbang 4 (270418)

Keterangan :

Lumbang 5 (270418)

 

Lumbang 6 (270418)

Gambar 4. Peta situasi gerakan tanah di Dusun Krajan, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur

 

Lumbang 7 (270418)

Gambar 5. Penampang gerakan tanah AB Dusun Krajan, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur

 

Lumbang 8 (270418)

Foto 1. Bongkahan-bongkahan batu di Desa Negororejo yang berpotensi longsor dan mengancam warga serta pengguna jalan yang berada di bawahnya.

 

Lumbang 9 (270418)

Foto 2. Rumah rusak akibat tertimpa runtuhan batu di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Pada saat pemeriksaan, rumah tersebut telah diperbaiki.

 

Lumbang 10 (270418)

Foto 3. Longsor yang meruntuhkan batu yang menimpa rumah penduduk

 

Lumbang 11 (270418)

Foto 4. Bongkah bongkah batu/lava yang menempel pada lereng

 

Lumbang 12 (270418)

Foto 5. Sosialisai dari tim PVMBG kepada masyarakat mengenai mitigasi gerakan tanah di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.