Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kecamatan Tiris, Kab. Probolinggo Provinsi Jawa Timur

Laporan singkat hasil pemeriksaan tim paska bencana gerakan tanah di wilayah di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur berdasarkan Surat Permohonan Kajian Geologi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Probolinggo dengan nomor 360/305/426.205/2018 sebagai berikut :

A. Lokasi Gerakan Tanah

1. Lokasi Bencana Dan Waktu Kejadian
  1. Gerakan tanah terjadi pada koordinat S 7°56.970 E 113°25.421, Dusun Andungminian, Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Gerakan tanah berupa retakan yang terjadi pada tahun 2013 dan terakhir kali terjadi pada tahun 2017 menurut penuturan warga setempat.
  2. Gerakan tanah terjadi pada koordinat S 7°57.731 E 113°24.091 di Jalan kampung Dusun Krajan, Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Gerakan tanah berupa longsoran pada lereng terjal akibat pemotongan untuk jalan. Longsoran terakhir kali terjadi pada bulan Maret 2018 namun berupa skala kecil dan tidak mengakibatkan korban.

 

2.   Kondisi Daerah Bencana

- Morfologi, Secara umum morfologi di daerah Kecamatan Tiris merupakan lereng perbukitan bergelombang sedang-kasar dengan kemiringan lereng 25 - 40°. Ketinggian/elevasi lokasi ini terletak antara 600- 1000 m dpl.
- Geologi:

  • Dusun Andungminian, Desa Segaran. Batuan penyusun di lokasi pengamatan secara umum merupakan pelapukan tuff berwarna kecoklatan. Secara regional berdasarkan Peta Geologi Lembar Probolinggo (Suharsono dan Suwarti, 1992), batuan tersebut termasuk dalam Batuan Gunungapi Argopuro (Qva) berupa Lava andesit-basal, breksi gunungapi, dan tuff. Berdasarkan peta geologi regional tersebut terdapat struktur geologi berupa kelurusan berarah barat laut – tenggara.
  • Dusun Krajan, Desa Tiris, Batuan penyusun di lokasi pengamatan Dusun Krajan secara umum berupa pelapukan dari tuff berwarna coklat gelap. Secara regional berdasarkan Peta Geologi Lembar Probolinggo (Suharsono dan Suwarti, 1992), batuan tersebut termasuk dalam Batuan Gunungapi Argopuro (Qva) berupa Lava andesit-basal, breksi gunungapi, dan tuff.
- Keairan

Penduduk di Dusun Andungminian umumnya memanfaatkan air tanah melalui mata air bersumber dari mata air dari perbukitan sekitar lokasi dengan menggunakan pipa atau selang. Sedangkan masyarakat di Desa Tiris memanfaatkan air dari Sungai Pekalen yang mengaliri daerah tesebut.

- Tata Guna Lahan

  1. Dusun Andungminian, Desa Segaran. Tata guna lahan pada daerah ini merupakan perkebunan berupa kopi , pepohonan yang didominasi Sengon Laut, serta pemukiman
  2. Dusun Krajan, Desa Tiris. Tata guna lahan pada daerah ini berupa perkebunan seperti kopi dan juga pemukiman.
- Kerentanan Gerakan Tanah

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Probolinggo (PVMBG, Badan Geologi) dan Peta Prakiraan Potensi Terjadinya Gerakan Tanah Kabupaten Probolinggo, Jawa Barat Bulan Maret 2018, daerah pemeriksaan termasuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah -  Tinggi. Artinya daerah ini mempunyai tingkat kerentanan menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan. Gerakan tanah lama dapat aktif kembali terutama akibat curah hujan yang tinggi

 

3.  Kondisi Gerakan Tanah dan Akibat yang Ditimbulkan

a). Dusun Andungminian, Desa Segaran

Secara umum gerakan tanah yang terjadi pada daerah ini adalah nendatan dengan retakan tanah yang sudah terjadi sejak tahun 2013 dan terakhir kali terjadi pada tahun 2017. Bencana tersebut mengakibatkan  2 rumah dan 1 mushola rusak. Pada saat dilakukan pemeriksaan gerakan tanah pada tanggal 10 April 2018, retakan sudah tidak terlihat/tertutup. Menurut penuturan warga sekitar, retakan yang terjadi berarah barat laut tenggara dan terjadi tidak hanya di dusun itu saja tetapi juga desa di sekitarnya. Arah retakan sesuai dengan arah patahan regional menurut Peta Geologi Lembar Probolinggo yaitu barat laut –tenggara. Sehingga retakan tanah yang terjadi kemungkinan besar dipengaruhi oleh struktur geologi tersebut. Pengamatan lapangan juga ditemukan retakan baru pada lereng timur pada koordinat S 7 56 58,2 E113 25 25,3. Retakan tersebut berarah relatif utara selatan yang relatif sejajar dengan arah kontur. Berdasarkan pengamatan menggunakan drone (Peta Situasi, gambar), terlihat bahwa pada lereng tersebut di bagian bawah terjadi longsor yang cukup besar. Longsor tersebut tidak menimbulkan korban jiwa karena terjadi pada areal kebun tanpa pemukiman. Arah dari longsor tersebut adalah ke timur sesuai dengan arah kemiringan lereng. Retakan yang dijumpai kemungkinan besar terbentuk akibat tarikan dari longsor ini.

b). Dusun Krajan, Desa Tiris

Potensi Gerakan tanah di Dusun Krajan, Desa Tiris berupa longsoran pada lereng yang hampir tegak dengan sudut kelerengan hingga 60°. Lereng tersebut mempunyai tinggi 13.8 m yang merupakan pemotongan untuk jalan. Lereng ini mengancam warung-warung kecil (3 bangunan) yang dibangun tepat dibawahnya. Selain itu daerah tersebut dilintasi oleh Sungai Pekalen yang berpotensi terjadi banjir bandang. Kejadian banjir bandang pernah terjadi di daerah tersebut pada bulan Februari 2018 dan menggenangi bangunan bangunan di sekitar bantaran sungai tersebut.

 

4.  Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah 

a. Dusun Andungminian, Desa Segaran
  • Adanya retakan yang muncul di permukaan tanah,
  • Curah hujan yang tinggi dan berdurasi lama yang turun sebelum dan saat terjadinya gerakan tanah memicu terjadinya gerakan tanah,
  • Tanah pelapukan yang tebal,
  • Kemiringan lereng yang curam (300) mengakibatkan tanah mudah bergerak,
  • Adanya kontrol struktur geologi pada daerah tersebut,
  • Sistem drainase permukaan yang kurang baik, baik air yang bersumber dari hujan maupun air yang bersumber dari bukit diatasnya.
b. Dusun Krajan, Desa Tiris
  • Kelerengan yang curam/tegak,
  • Curah hujan tinggi di atas normal,
  • Tanah pelapukan yang tebal,
  • Tidak adanya tanggul penahan/penguat lereng pada lereng tersebut,
  • Pemotongan lereng yang terlalu tegak,
  • Untuk kejadian banjir bandang disebabkan adanya pembentukan tanggul alam yang terjadi pada hulu sungai yang kemudian jebol.

 

5. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah 

a). Dusun Andungminian, Desa Segaran

Longsoran pada lereng timur terjadi akibat adanya retakan yang teraliri air akibat curah hujan yang tinggi, mengakibatkan air terakumulasi dan masuk ke dalam tanah melalui ruang antar butir dan retakan-retakan yang terbentuk akibat tarikan dari longsoran yang ada di bawahnya, menyebabkan tanah menjadi jenuh air sehingga bobot masanya bertambah, tekanan pori meningkat serta daya ikatnya berkurang. Adanya bidang gelincir (antara tanah pelapukan dan bidang gelincir yang lebih kedap air) serta kemiringan lereng yang curam-sangat curam, maka tanah menjadi tidak stabil dan bergerak perlahan menuruni lereng, sehingga terjadilah longsor. Adanya retakan di perkebunan pada lereng timur kemungkinan terbentuk akibat tarikan longsor tersebut. Sedangkan nendatan yang menyebabkan rumah rusak pada tahun 2017 kemungkinan akibat pengaruh struktur regional pada daerah tersebut, selain itu juga dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi di daerah tersebut.

b). Dusun Krajan, Desa Tiris

Longsoran terjadi karena faktor kelerengan yang sangat terjal/hampir tegak. Tanah longsor terjadi ketika curah hujan tinggi yang kemudian menggerus tanah di permukaan lereng tersebut. Akibat lereng yang tidak disertai penguat/tanggul, air kemudian menjenuhi lereng dan membuat lereng labil dan longsor.

 

6. Rekomendasi

a. Dusun Andungminian, Desa Segaran
  • Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran terhadap potensi gerakan tanah yang mungkin terjadi di daerah tersebut;
  • Segera menutup dan memantau perkembangan retakan yang ada dan jika terjadi perkembangan yang cepat, segera menjauh dari lokasi gerakan tanah dan melaporkannya kepada pemerintah setempat/BPBD;
  • Mengelola drainase saluran air permukaan/selokan yang kedap air agar tidak menjenuhi lereng;
  • Melakukan penghijauan pada kawasan perbukitan terjal dengan tanaman tahunan berakar kuat untuk meningkatkan daya dukung tanah di daerah tersebut;
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya serta akibatnya, sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.
b. Dusun Krajan, Desa Tiris
  • Membuat penguatan lereng seperti terasering/retaining wall sesuai kaidah geologi teknik;
  • Membuat dan mengarahkan air permukaan menjauhi lereng, langsung dialirkan ke lereng bawah/ lembah/arah sungai dengan saluran kedap air;
  • Melakukan penghijauan pada kawasan perbukitan terjal dengan tanaman tahunan berakar kuat untuk meningkatkan daya dukung tanah di daerah tersebut;
  • Merelokasi warung-warung yang terancam/ berada di bawah gawir ke lokasi yang lebih aman (Foto 5);
  • Merelokasi rumah yang terletak pada bantaran dan tubuh sungai;
  • Guna meningkatkan kewaspadaan, aparat setempat hendaknya memasang rambu peringatan rawan amlas pada jalur jalan;
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana akibat gerakan tanah.

 

LAMPIRAN

 

Probolinggo 1 (270418)

Gambar 1. Peta Lokasi gerakan tanah di Desa Segaran dan Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur

 

Probolinggo 2 (270418)

Gambar 2. Peta Geologi lokasi gerakan tanah di Desa Segaran dan Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur

 

Probolinggo 3 (270418)

Gambar 3. Peta zona kerentanan gerakan tanah Kota dan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur

 

Probolinggo 4 (270418)

Gambar 4. Peta situasi gerakan tanah Dusun Andungminian, Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur

 

Probolinggo 5 (270418)

Gambar 5. Penampang gerakan tanah di Dusun Andungminian, Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur

 

Probolinggo 6 (270418)

Gambar 6. Peta Situasi Gerakan Tanah Dusun Krajan, Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo

 

Probolinggo 7 (270418)

Gambar 7. Penampang gerakan tanah A – B Dusun Krajan, Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo

 

Probolinggo 8 (270418)

Foto 1. Retakan di lereng timur Dsn Andungminian (garis merah)

 

Probolinggo 9 (270418)

Foto 2.  Bekas bangunan mushola yang rusak akibat nendatan

 

Probolinggo 10 (270418)

Foto 3. Longsoran di lereng timur dsn Andungminian

 

Probolinggo 11 (270418)

Foto 4. Pengambilan data dengan drone dan sosialisasi terhadap masyarakat

 

Probolinggo 12 (270418)

Foto 5. Kenampakan longsor di jalan desa Tiris, Kecamatan Tiris

 

Probolinggo 13 (270418)

Foto 6. Bidang gelincir pada longsor di tebing Jalan