Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat

Menindaklanjuti surat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis No. 365/89/BPBD/2018 bulan Maret 2018, perihal Permohonan dilakukan Kajian Geologi terhadap bencana alam pergerakan tanah atau tanah amblas di Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, bersama ini kami sampaikan laporan singkat hasil pemeriksaan sebagai berikut:

 A. GERAKAN TANAH

1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:

Gerakan tanah terjadi di Dusun Subang,  Blok Pereng, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Gerakan tanah ini terletak pada koordinat : 108° 16' 23,5" BT dan 07° 17' 14,0" LS. Gerakan tanah pada lokasi ini terjadi sejak tahun 2013 dan terus berkembang hingga sekarang (saat pemeriksaan dilakukan).

 

2. Dampak Gerakan Tanah :

Gerakan tanah ini mengakibatkan :

  • 2 rumah rusak berat
  • 14 rumah rusak ringan-sedang dan terancam

 

3. Kondisi daerah bencana :
 

  • Morfologi : Secara umum daerah bencana merupakan daerah lereng perbukitan dengan kemiringan lereng 25° - 30°.
  • Geologi : Berdasarkan Peta Geologi Lembar Tasikmalaya, Jawa (Budhitrisna, P3G, 1986) batuan penyusun daerah bencana berupa batuan produk gunungapi tua (QTvs) yang terdiri dari breksi gunungapi, breksi aliran, tufa dan lava bersusunan andesit sampai basal. Berdasarkan hasil pemeriksaan lokasi bencana diketahui bahwa bagian permukaan berupa tanah pelapukan dengan tingkat pelapukan tinggi, terdiri dari material endapan yang berukuran lempung hingga kerikil. Tanah pelapukan di lokasi ini berupa pasir lempungan, dengan warna cokelat kemerahan, lunak, dan porous, dengan ketebalan 3 – 7 meter.  Di bawah tanah pelapukan terdapat breksi andesit. Diperkirakan batas antara tanah pelapukan dengan breksi andesit merupakan bidang gelincir dari material longsoran.
  • Tata Guna Lahan : Lereng atas berupa kebun palawija, lereng tengah berupa kebun bambu dan di sisi selatan terdapat kebun pinus, lereng bawah berupa kebun campuran, kolam, permukiman dan jalan desa.
  • Keairan : Sumber air  di daerah bencana berasal dari mata air yang disalurkan memakai paralon.
  • Kerentanan Gerakan Tanah : Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Ciamis (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), daerah bencana termasuk pada zona kerentanan gerakan tanah menengah artinya pada daerah ini mempunyai tingkat kerentanan menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah terutama  pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Terjadinya Gerakan Tanahpada Bulan Maret 2018 di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), daerah bencana termasuk pada zona kerentanan gerakan tanah menengah – tinggi artinya pada daerah ini mempunyai tingkat kerentanan menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah terutama  pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali..

 

4. Kondisi Gerakan Tanah :

Jenis gerakan tanah yang terjadi di Dusun Subang,  Blok Pereng, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng ini rayapan (creeping), dengan arah longsoran relatif ke timur (N 110° E) atau mengarah ke lembah. Mahkota longsor berada pada atas bukit, yaitu di area kebun bambu dengan lebar sekitar 1 km. Di sekitar mahkota terdapat retakan dengan lebar 20 – 40 cm. Penurunan tanah di sekitar mahkota longsor mencapai 0,5 – 1,5 meter.

 

5. Faktor penyebab gerakan tanah:
  • Sifat tanah pelapukan yang sarang dan mudah luruh jika terkena air,
  • Bidang gelincir berupa kontak antara tanah pelapukan yang bersifat sarang dengan batuan di bawahnya (breksi andesit) yang bersifat lebih kedap air;
  • Banyaknya air permukaan (air hujan, limbah rumah tangga, dan air kolam ikan) yang meresap ke dalam tanah melalui pori tanah akan meningkatkan beban pada lereng, sehingga membuat lereng menjadi tidak stabil;
  • Lereng bukit yang curam;
    • Dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi dan lama yang turun sebelum gerakan tanah terjadi semakin memicu terjadinya gerakan tanah;

 

6. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah:

Gerakan tanah di Dusun Subang,  Blok Pereng, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng ini terjadi pada lokasi yang disusun oleh tanah pelapukan bersifat sarang, yaitu mudah menyerap air. Curah hujan yang tinggi dan aliran air permukaan meresap melalui pori tanah dan retakan, sehingga tanah permukaan menjadi jenuh. Tanah menjadi jenuh dan bobot massa tanah meningkat. Kondisi ini menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan air pori dan berkurangnya daya ikat tanah. Retakan-retakan yang terjadi dan aliran air permukaan yang mengarah ke dalam retakan, sehingga gerakan tanah semakin intensif.

 

7. Kesimpulan dan Rekomendasi Teknis

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan didukung oleh drone dapat disimpulkan bahwa: Dusun Subang,  Blok Pereng, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis pada saat ini masih berpotensi terjadi pergerakan tanah susulan berupa rayapan terutama pada saat dan setelah turun hujan deras;

 

Rekomendasi Teknis :

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, maka direkomendasikan sebagai berikut :

  • Selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah turun hujan lebat, warga yang bertempat tinggal pada rumah terancam sebaiknya mengungsi ke tempat yang aman;
  • Memantau dengan intensif perkembangan retakan yang terjadi. Apabila terdapat retakan, diharap segera menutup retakan dan memadatkannya dengan tanah lempung (bukan pasir) untuk menghindari peresapan air secara cepat ke dalam tanah. Apabila gerakan tanah terus berkembang, segera melapor ke BPBD setempat;
  • Apabila pergerakan tanah terus berkembang, maka disarankan untuk merelokasi rumah terancam yang berada di bawah atau di dekat tebing;
  • Tidak melakukan pemotongan lereng yang tegak dan tinggi karena tanah pelapukannya relatif tebal dan bersifat lepas. Apabila akan melakukan pemotongan lereng harus mengikuti kaidah geologi teknik;
  • Tidak mengembangkan permukiman mendekat ke arah tebing;
  • Apabila hendak membangun permukiman, sebaiknya dengan konstruksi kayu;
  • Mengganti tanaman bambu yang berada pada lereng bukit dan tanaman palawija pada bagian atas bukit dengan tanaman lain yang memiliki akar tunggang dan kuat;
  • Untuk memperlambat/menghindari peresapan/penjenuhan air ke tanah dan mengantisipasi terjadinya perkembangan gerakan tanah agar dilakukan :
    • Pengendalian air permukaan (surface drainage) dengan cara penataan  saluran permukaan, pengendalian air rembesan (subsurface drainage) serta pengaliran parit pencegat. Penataan drainase (air permukaan maupun limbah rumah tangga) dengan saluran yang kedap air dan juga pembuatan dinding penahan lereng pada lereng yang kritis;
    • Mengurangi jumlah kolam yang berada di lereng atas, jika terdapat kolam maka kolam agar dibuat dengan konstruksi yang kedap air seluruhnya. Apabila kolam tidak dibuat kedap, maka kolam harus dikeringkan;
    • Perbaikan drainase di daerah pesawahan/perkebunan dengan pembuatan saluran irigasi yang kedap air;
  • Pemeliharaan dan penanaman tanaman keras berakar kuat dan dalam yang dapat berfungsi menahan lereng pada area lahan pesawahan yang berada di sekitar permukiman
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana akibat gerakan tanah.

 

LAMPIRAN

Cikoneng 1 (180418)

Gambar 1. Peta Petunjuk Lokasi Gerakan Tanah di Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

 

Cikoneng 2 (180418)

Gambar 2. Peta Situasi Gerakan Tanah di Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

 

Cikoneng 3 (180418)

Gambar 3. Penampang A-B Situasi Gerakan Tanah di Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

 

Cikoneng 4 (180418)

Gambar 4. Peta Geologi Daerah Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

 

Cikoneng 5 (180418)

Gambar 5. Peta Prakiraan Wilayah Terjadinya Gerakan Tanahpada Bulan Maret 2018 di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat

 

Cikoneng 6 (180418)

Foto 1. Permukiman di Dusun Subang,  Blok Pereng, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis yang rusak akibat gerakan tanah yang terjadi. Rumah yang rusak telah diperbaiki dan beberapa warga telah membangun rumah baru

 

Cikoneng 7 (180418)

Foto 2. Mahkota gerakan tanah yang berada pada area kebun bambu dengan panjang mahkota sekitar 1 km dan kedalaman amblasan sekitar 0,5 – 1,5 meter.

 

Cikoneng 8 (180418)

Foto 3. Tata guna lahan pada bagian atas bukit yang berupa kebun palawija (foto kiri) dan pada lereng yang berupa kebun bambu (foto kanan)

 

Cikoneng 9 (180418)

Foto 4. Pada saat pemeriksaan, banyak terdapat kolam yang berada di sekitar lokasi gerakan tanah, sebaiknya kolam tersebut dikeringkan atau diganti konstruksi yang kedap air pada bagian sisi dan dasar kolam.