Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Desa Talagasari, Kecamatan Sindangbarang, Kab. Cianjur, Provinsi Jawa Barat

Laporan singkat hasil pemeriksaan tim untuk menindaklanjuti surat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur  nomor 362/85/BPBD/2018 tanggal 28 Februari 2018 perihal Permohonan Penelitian/Kajian Cepat Bencana Gerakan Tanah di Desa Talagasari, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, sebagai berikut:

1 Lokasi  Dan Waktu Kejadian

Bencana terjadi di Kampung Cikawung RT.01/02, dengan koordinat 107°5' 20,4576" BT dan 7°26'26,2176" LS, elevasi 24 meter diatas permukaan laut, berada di pinggir jalan raya Sindangbarang – Tegal Buleud, Desa Talagasari, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Berupa runtuhnya bangunan permanen  pada hari Senin, 26 Februari 2018 pukul 23.00 WIB dengan dampak  1 (satu) unit bangunan rumah rusak berat.

 

2.   Kondisi Daerah Bencana

  • Morfologi, Secara umum morfologi lokasi bencana di Kampung Cikawung, Desa Talagasari, Kecamatan Sindangbarang dan sekitarnya, merupakan perbukitan bergelombang agak curam hingga landai. Lereng bagian atas hingga bawah sejauh sekitar 100m, mempunyai kemiringan sekitar  30o, jalan aspal yang relatif berarah barat – timur berada pada lereng ini, sementara pada lereng bagian bawah mempunyai kemiringan 0°-5°. Lereng berarah relatif ke utara.
  • Geologi, Berdasarkan Peta Geologi Lembar Sindangbarang, Jawa (M. Koesmono, dkk., 1996), daerah bencana termasuk kedalam Formasi Bentang (Tmb) batuannya tersusun oleh batupasir berlapis baik, kurang mapat, tuf kristal dan tuf batuapungan dengan sisipan lempung. Berdasarkan pengamatan lapangan, pada bagian atas adalah tanah pelapukan berupa pasir halus-kasar  lempungan berwarna abu-abu sampai coklat dengan ketebalan 1-5 meter, dan mempunyai kontak langsung dengan batuan lempung di bawahnya
  • Keairan, Daerah ini subur dengan air, sumur penduduk berkedalaman 0,5 meter. Pesawahan diari oleh irigasi. Selain itu terdapat beberapa kolam air pada lereng dan pemukiman penduduk.
  • Tata Guna Lahan, Lereng Atas dan tengah berupa kebun campuran (kelapa, albasiah, petai, mangga dan lain lain). Lereng Bawah terutama terdiri dari pesawahan dan pemukiman.
  • Kerentanan Gerakan Tanah, Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Cianjur bulan Februari 2018 (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), daerah bencana di Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah rendah artinya di daerah ini jarang terjadi gerakan tanah, jika tidak mengalami gangguan pada lereng dan jika terdapat gerakan tanah lama, lereng telah mantap kembali, Gerakan tanah berdimensi kecil mungkin dapat terjadi, terutama pada tebing lembah (alur) sungai.

 

3.  Kondisi Gerakan Tanah dan Dampak Bencana

Gerakan tanah berskala lokal dan kecil berupa pergeseran tanah lempung sekitar fondasi akibat runtuhnya bangunan. Tanah dan lumpur menyentuh rumah sebelah utara yang berdekatan.

 

4.  Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah 

Secara umum tidak ada gerakan tanah, gerakan tanah bersifat lokal sekitar bangunan, disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:

  • Kemiringan lereng yang agak curam mengakibatkan tanah mudah bergerak.
  • Tanah pelapukan yang tebal dan bersifat poros dan jenuh air.
  • Pembebanan oleh bangunan yang melebihi kemampuan daya dukung tanah.
  • Sistem drainase permukaan yang kurang baik sehingga seluruh air baik air hujan maupun air yang bersumber dari bukit diatasnya terakumulasi dan terkonsentrasi pada tanah atau batuan di sekitar lokasi bangunan.

 

6. Kesimpulan dan Rekomendasi

Kesimpulan: Curah hujan yang tinggi dan berdurasi lama dapat menambah beban pada tanah dan batuan dan memicu terjadinya gerakan tanah lokal.

Rekomendasi

  • Bangunan yang roboh agar segera dibersihkan untuk menghindari pembebanan yang berat dan pergerakan tanah.
  • Menghindari pembuatan kolam yang tidak kedap air pada lereng.
  • Penataan saluran drainase/selokan dengan saluran kedap air, langsung dialirkan ke lereng bawah/ lembah.
  • Selalu meningkatkan kesiapsiagaan bagi penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar lokasi gerakan tanah terutama pada saat dan setelah turun hujan. Apabila terjadi hujan dengan durasi yang lama, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan  memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana akibat gerakan tanah.
  • Masyarakat agar tidak membangun rumah pada lereng yang terjal dengan beban yang melebihi kemampaun daya dukung tanah/batuan setempat.

 

LAMPIRAN

 

Sindangbarang 1 (160418)

Gambar 1. Peta Lokasi Bencana Gerakan Tanah Desa Talagasari, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

 

Sindangbarang 2 (160418)

Gambar 2. Peta Geologi Desa Telagasari dan sekitarnya, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

 

Sindangbarang 3 (160418)

Gambar 3. Peta prakiraan wilayah terjadinya gerakan tanah pada bulan Februari 2018, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

 

POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN CIANJUR

PROVINSI JAWA BARAT

 BULAN FEBRUARI 2018

Sindangbarang 4 (160418)

Keterangan :

Sindangbarang 5 (160418)

 

Sindangbarang 6 (160418)

Gambar 4.  Foto udara Desa Talagasari, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

 

Sindangbarang 7 (160418)

Gambar 5. Sketsa penampang gerakan tanah di Desa Talagasari, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

 

Sindangbarang 10 (160418)

Foto 1. Endapan tanah pelapukan dan lempung yang nampak di permukaan sekitar lokasi bangunan

 

Sindangbarang 11 (160418)

Foto 2. Endapan tanah pelapukan dan lempung yang terseret menyentuh dan mendekati rumah rumah penduduk di sebelah utaranya

 

Sindangbarang 8 (160418)

Foto 3. Kondisi bangunan yang rusak berat

 

Sindangbarang 9 (160418)

Foto 4. Koordinasi dan sosialisai Tim PVMBG dengan perangkat Desa dan petugas BPBD di Kantor Desa Talagasari, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.