Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kab. Sumedang Jawa Barat.

Laporan singkat hasil pemeriksaan gerakan tanah di Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat Berdasarkan Permintaan dari BPBD Kabupaten Sumedang No : 360/118/BPBD/2018, sebagai berikut : 

1. Lokasi Gerakan Tanah

Gerakan tanah terjadi di Kampung Babakan Sawah RT -03/RW -01, Dusun Cimanintin, Desa Cimanintin, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, yang secara geografis terletak pada koordinat : 060 55” 04,80” LS dan 1080 12” 27,60” BT. Gerakan tanah terjadi pada tanggal 23 Februari 2018 dan terus berkembang hingga sekarang.

 

2.    Jenis Gerakan Tanah

Jenis gerakan tanah berupa rayapan disertai dengan retakan pada wilayah perkampungan dengan ukuran panjang ± 346 meter, lebar 45 - 160 meter  mempunyai arah N 960 E. Retakanya berukuran panjang antara 25 – 300 m, lebar antara 0,20 – 1,20 m, dalam antara 0,20 – 1,20 m dengan arah N 2130 E   –  N 3270 E.

Gerakan tanah di daerah ini berlangsung sampai sekarang dan merusakkan  54 rumah, 1 mushola, 1 balai pertemuan kampung, jalan kampung (jalan cor semen) serta 4 Ha lahan pekarangan dan sawah.

 

3. Dampak Gerakan Tanah

Gerakan tanah di daerah ini menyebabkan:

  • 54 rumah rusak berat, sebagian sudah ambruk
  • 1 mushola rusak berat
  • 1 balai pertemuan rusak berat / hancur, badan jalan kampung sepanjang 700 meter mengalami ambles dan retak-retak (rusak).
  • lahan pekarangan dan sawah sekitar 4 Ha rusak

 

4.    Kondisi Umum Daerah Bencana

  • Morfologi, Morfologi daerah bencana merupakan lereng dari perbukitan bergelombang lemah – sedang berketinggian antara + 272 m dpl (di atas permukaan laut), dengan kemiringan lereng 15 - 450, setempat (tebing sungai) dengan kemiringan > 600. Pada areal tersebut mengalir anak sungai (S. Cikabuyutan dan S. Cimaniis) yang mengalir pada Sungai Cijawo yang terdapat pada kaki lereng.
  • Geologi, Berdasarkan pengamatan dilapangan, batuan penyusun di daerah bencana berupa selang seling antara batu pasir dan batu lempung, abu-abu kehitaman, kompak, keras, padat, kedap air dan menyerpih, dengan tanah pelapukan berupa lempung berwarna coklat keabuan, lunak, lengket berketebalan antara 4 - 5 meter Berdasarkan Peta Geologi Lembar Arjawinangun, Jawa (Djuri, 1985), daerah bencana tersusun oleh Anggota Serpih (Formasi Cinambo) yang terdiri dari : serpih dengan selingan batu pasir dan batu gamping, batu pasir gampingan, batu pasir tufaan. Struktur geologi akibat deformasi seperti patahan (sesar), lipatan (fold) dan sebagainya tidak dijumpai di lokasi dan sekitarnya
  • Tataguna Lahan, Tataguna lahan pada daerah bencana pada bagian atas berupa sawah dan kebun campuran dengan tanaman keras yang jarang; bagian tengah pemukiman, kebun campuran sawah dan kolam sedangkan pada bagian bawah berupa pemukiman. Pada lereng
  • Keairan, Kondisi keairan di lokasi gerakan tanah dalam kondisi baik dan melimpah pada musim hujan. Air permukaan (run off) mengalir bebas di permukaan dan sebagian meresap ke dalam tanah melalui celah/retakan. Konsumsi air penduduk berasal dari sumur gali dengan kedalaman lebih kurang 3 meter serta air dari PAM Simas. Banyak dijumpai kolam-kolam ikan dan penampungan air di sekitar pemukiman warga.
  • Kerentanan Gerakan Tanah, Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), lokasi bencana berada pada zona kerentanan gerakan tanah menengah, artinya pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing, jalan atau jika lereng mengalami gangguan, gerakan tanah lama dapat aktif kembali akibat curah hujan yang tinggi dan erosi kuat. Dari  hasil peninjauan lapangan daerah ini berpotensi longsor karena disamping mempunyai kemiringan terjal – curam dan tanah pelapukan tebal (> 3,5 m), pada lereng bagian atas dan tengah bertata lahan sawah (lahan basah).

Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat Bulan Februari 2018 (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kecamatan Jatinunggal dan sekitarnya termasuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah - Tinggi. Artinya daerah yang mempunyai potensi menengah - tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

5. Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah

Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah di lokasi ini antara lain :

  • Sifat fisik tanah pelapukan yang tebal, lunak dan jenuh air sehingga mudah luruh dan tidak stabil (mudah longsor)
  • Pembebanan dan penjenuhan serta pelunakan tanah akibat akumulasi air dari lahan sawah dan  kolam-kolam penampungan air.
  • Adanya bidang lemah yang berfungsi sebagai bidang lincir antara tanah pelapukan yang tebal dan sarang dengan batu lempung yang bersifat kedap air
  • Adanya erosi tebing pada kaki lereng oleh aliran air sungai pada waktu banjir
  • Hujan deras yang turun dengan durasi lama semakin menjenuhkan tanah sehingga tanah mudah bergerak (tidak stabil).

 

6. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah 

Adanya hujan deras yang cukup lama menyebabkan air permukaan banyak meresap ke dalam tanah melalui retakan dan ruang antar butir pada tanah pelapukan, hal tersebut diperburuk dengan adanya kolam - kolam serta lahan sawah pada lereng bagian atas dan tengah; sehingga tanah menjadi jenuh air menyebabkan daya ikatnya berkurang dan kuat gesernya menurun.

Adanya zona lemah antara lapisan batu lempung (bersifat kedap air) yang terdapat di bawah lapisan tanah pelapukan yang tebal dan sarang (tebal, sarang serta jenuh air) yang berfungsi sebagai bidang lincir akan memicu terjadinya gerakan tanah (rayapan dan retakan). Retakan dan rayapan terus bergerak hingga sekarang menyebabkan bangunan rumah-rumah dan bangunan lain di atasnya rusak dan roboh.

 

7.    Rekomendasi

Daerah bencana hingga sekarang masih berpotensi untuk bergerak dan akan selalu bergerak pada setiap musim hujan, maka untuk itu di rekomendasikan sebagai berikut :

  • Daerah bencana sudah tidak layak huni, sehingga rumah-rumah yang rusak segera direlokasi ke tempat yang aman
  • Masyarakat sekitar bencana agar selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah turun hujan lebat,
  • Warga yang bertempat tinggal pada rumah terancam apabila terjadi tanda-tanda gerakan tanah seperti : terjadi retakan-retakan baru, muncul mata air baru, pohon miring, sumur keruh, pintu tiba-tiba susah ditutup dan lain-lain, maka sebaiknya segera mengungsi ke tempat yang aman;
  • Lahan sawah dan kolam-kolam pada lereng bagian atas dan tengah harus dikeringkan dan ganti dengan tanaman kering
  • Ganti lahan daerah bencana dengan lahan perkebunan atau tanami  dengan tanaman keras berakar kuat dan dalam serta tanaman budi daya (tanaman yang menghasilkan) seperti durian, nangka, petai dan lainya.
  • Alur sungai dan saluran pada lereng bagian atas (perkampungan) perlu dibuat kedap air (disemen) dan dialirkan ke sungai induk pada lereng bagian bawah
  • Apabila terjadi retakan-retakan pada daerah sekitar bencana segera tutup retakan dengan tanah lempung dan dipadatkan
  • Tanami lereng dengan tanaman keras berakar kuat dan dalam yang dapat berfungsi menahan lereng.
  • Aparat desa dan masyarakat agar melakukan pemantauan gerakan tanah pada daerah tersebut dan sekitarnya, jika terjadi peningkatan retakan yang cukup signifikan segera dilaporkan kepada Kepala Desa atau BPBD Kabupaten Sumedang.
  • Sosialisasi bencana (khususnya tanah longsor) di daerah bencana dan sekitarnya oleh Pemda (BPBD) Kabupaten Sumedang atau instansi terkait di daerah bencana serta daerah rawan bencana lainya.
  • Telah dilakukan koordinasi dan sosialisasi di lapangan kepada BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Kab. Sumedang, Kapolres Sumedang dan jajaranya, Camat Jatinunggal dan jajaranya, Danramil Kec. Jatinunggal dan jajaranya, Kepala Desa Cimanintis dan jajaranya, Media massa serta masyarakat  di daerah bencana dan sekitarnya

 

8. Relokasi

8.1.  Relokasi – 1

a.  Lokasi Relokasi :

Lokasi rencana relokasi terletak di Blok Genggehek, Dusun Cimanintin, Desa Cimanintin, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, secara geografis terletak pada koordinat : 060 55’ 14,40” LS dan  1080 12’ 52,40”  BT. Lahan ini merupakan lahan relokasi korban bencana tanah longsor Desa Cipetay tahun 2010

 

b. Kondisi Daerah Rencana Relokasi :

  • Morfologi, Morfologi lokasi rencana relokasi merupakan daerah relatif datar dengan kemiringan lereng antara 2 - 50 dan di sebelah timurnya merupakan lembah dari S. Cilutung dengan kemiringan lereng antara 10 – 300.  Daerah ini telah dilakukan penatan dengan diundak dengan sudut sekitar 30 – 400 dengan tinggi tebing 1,00 – 1,20 meter dan sudah dibangun perumahan
  • Geologi, Berdasarkan pengamatan dilapangan, batuan penyusun di daerah bencana berupa selang seling antara batu pasir dan batu lempung, abu-abu kehitaman, kompak, keras, padat, kedap air dan menyerpih, dengan tanah pelapukan berupa lempung berwarna coklat keabuan, lunak, lengket berketebalan antara 4 - 5 meter Berdasarkan Peta Geologi Lembar Arjawinangun, Jawa (Djuri, 1985), daerah bencana tersusun oleh Anggota Serpih (Formasi Cinambo) yang terdiri dari : serpih dengan selingan batu pasir dan batu gamping, batu pasir gampingan, batu pasir tufaan, kedudukan perlapisan N 1040 E/ 780. Struktur geologi akibat deformasi seperti patahan (sesar), lipatan (fold) dan sebagainya tidak dijumpai di lokasi dan sekitarnya
  • Tataguna lahan, Tataguna lahan daerah rencana relokasi berupa lahan pemukiman dan sekitarnya berupa kebun campuran dan tegalan. Daerah ini merupakan lahan relokasi korban bencana tanah longsor Desa Cipetay tahun 2010, dan hingga sekarang lokasi ini hanya dihuni sekitar 10 % sisanya dalam kondisi kosong.
  • Kondisi keairan, Kondisi keairan daerah pemeriksan berupa limpasan air permukaan (run off) yang terjadi pada musim hujan. Limpasan air permukaan sebagian mengalir di permukaan dan sebagian meresap ke dalam tanah. Sedangkan untuk keperluan sehari-hari air bersih diambil dari daerah Lebak Jambe (mata air yang hanya ada pada musim hujan saja), sedangkan pada musim kemarau penduduk mengambil air tanah dengan cara membuat sumur gali di tepi S. Cilutung
  • Kerentanan Gerakan Tanah, Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), lokasi bencana berada pada zona kerentanan gerakan tanah menengah, artinya pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing, jalan atau jika lereng mengalami gangguan, gerakan tanah lama dapat aktif kembali akibat curah hujan yang tinggi dan erosi kuat.

 

c. Kelayakan Rencana Relokasi

Berdasarkan pengamatan lapangan dan kondisi lahanya daerah ini layak untuk rencana relokasi dengan beberapa saran / rekomendasi

 

d. Saran / Rekomendasi

Berdasarkan data tersebut di atas, daerah ini layak untuk rencana relokasi atau hunian tetap (huntap) dengan ketentuan sebagai berikut :

  • Rumah dibuat menjauhi tebing
  • Tidak melakukan pemotongan lereng
  • Tidak membuat kolam/genangan air terutama pada lereng
  • Lereng dan undak (batuan/tanah terbuka) perlu ditanami atau ditutup dengan rumput agar terhindar dari cuaca (panas matahari dan hujan)  agar tidak lapuk dan longsor
  • Buat tembok penahan (diberi lubang air) pada tebing curam dengan penguat besi dan dasarnya masuk ke dalam tanah
  • Limpasan air permukaan dan limbah rumah tangga perlu dibenahi (disalurkan dengan pipa/saluran kedap dan dibuang ke alur sungai/lembah.
  • Air hujan dari genteng disarankan dibuat talang air dan dialirkan ke tempat aman (tidak menjenuhi tanah)
  • Buat saluran kedap air agar air permukaan (run off) tidak menggenang dan meresap ke dalam tanah
  • Perlu dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan para korban bencana Dusun Cipetay (tahun 2010)

 

8.2.  Relokasi – 2

a. Lokasi Relokasi :

Lokasi rencana relokasi terletak di Blok Kandaga RT-01/RW-01, Dusun Cimanintin, Desa Cimanintin, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, secara geografis terletak pada koordinat : 060 55’ 14,60” LS dan  1080 12’  43,10”  BT. Lahan ini merupakan lahan sawah milik penduduk setempat

 

b. Kondisi Daerah Rencana Relokasi :

  • Morfologi, Morfologi lokasi rencana relokasi merupakan daerah relatif datar dengan kemiringan lereng antara 2 - 50 dan cukup luas dimana sebelah timurnya merupakan lembah dari S. Cilutung dengan kemiringan lereng antara 10 – 300.  Daerah ini terletak pada ketinggian sekitar …. meter di atas permukaan laut (dpl)
  • Geologi, Berdasarkan pengamatan dilapangan, batuan penyusun di daerah bencana berupa selang seling antara batu pasir dan batu lempung, abu-abu kehitaman, kompak, keras, padat, kedap air dan menyerpih, dengan tanah pelapukan berupa lempung berwarna coklat keabuan, lunak, lengket berketebalan antara 2 – 2,5 meter Berdasarkan Peta Geologi Lembar Arjawinangun, Jawa (Djuri, 1985), daerah bencana tersusun oleh Anggota Serpih (Formasi Cinambo) yang terdiri dari : serpih dengan selingan batu pasir dan batu gamping, batu pasir gampingan, batu pasir tufaan dengan kedudukan perlapisan N 860 E – N 1030 E. Struktur geologi akibat deformasi seperti patahan (sesar), lipatan (fold) dan sebagainya tidak dijumpai di lokasi dan sekitarnya
  • Tataguna lahan, Tataguna lahan daerah rencana relokasi berupa sawah yang cukup luas dan merupakan tanah hak milik penduduk Desa Cimaninting. Lahan ini terletak di pinggir jalan kampung (jalan perkerasan) yang menghubungkan antar perkampungan di daerah tersebut
  • Kondisi keairan, Kondisi keairan daerah pemeriksan berupa limpasan air permukaan (run off) yang terjadi pada musim hujan. Limpasan air permukaan sebagian mengalir di permukaan dan sebagian meresap ke dalam tanah. Sedangkan untuk keperluan sehari-hari air bersih diambil dari daerah Lebak Jambe (mata air yang hanya ada pada musim hujan saja), sedangkan pada musim kemarau penduduk mengambil air tanah dengan cara membuat sumur gali di tepi S. Cilutung
  • Kerentanan Gerakan Tanah, Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), lokasi bencana berada pada zona kerentanan gerakan tanah menengah, artinya pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing, jalan atau jika lereng mengalami gangguan, gerakan tanah lama dapat aktif kembali akibat curah hujan yang tinggi dan erosi kuat.

 

c. Kelayakan Rencana Relokasi

Berdasarkan pengamatan lapangan dan kondisi lahanya daerah ini layak untuk rencana relokasi dengan beberapa saran / rekomendasi

 

d. Saran / Rekomendasi

Berdasarkan data tersebut di atas, daerah ini layak untuk rencana relokasi atau hunian tetap (huntap) dengan ketentuan sebagai berikut :

  • Rumah dibuat menjauhi tebing/lereng terjal
  • Tanah harus dikeringkan dan dipadatkan
  • Pondasi bangunan harus sampai tanah/batuan keras
  • Tidak melakukan pemotongan lereng
  • Tidak membuat kolam/genangan air terutama pada lereng bagian atas
  • Lereng harus diundak dan ditanami atau ditutup dengan rumput agar terhindar dari cuaca (panas matahari dan hujan)
  • Buat tembok penahan (diberi lubang air) pada tebing curam dengan penguat besi dan dasarnya masuk ke dalam tanah
  • Limpasan air permukaan dan limbah rumah tangga perlu dibenahi (disalurkan dengan pipa/saluran kedap dan dibuang ke alur sungai/lembah.

 

LAMPIRAN

Sumedang 1 (010318)

Gambar – 1 : Peta Lokasi Daerah pemeriksaan Desa Cimanintin, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang

 

Sumedang 2 (010318)

Gambar -   2 : Peta Geologi Daerah Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang

 

Sumedang 3 (010318)

Gambar – 3 : Peta Situasi Gerakan Tanah di Kp. Babakan Sawah RT-03/RW-01Dusun Cimanintin, Desa Cimanintin, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang

 

Sumedang 4 (010318)

Gambar – 4 : Peta Zona Kerentanan Gerkan Tanah Kabupaten Sumedang

 

Sumedang t1 (020318)

Gambar -5 : Penampang A-B Gerakan Tanah di KP Babakan Sawah Desa Cimanintin, Kec. Jatinuggal, Kab. Sumedang

 

Sumedang t2 (020318)

Gambar - 6 : Penampang C-D Lahan Relokasi di KP Dedenggek Desa Cimanintin, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang

 

Sumedang t3 (020318)

Gambar – 7: Peta Prakiraan Potensi Gerakan Tanah di Kabupaten Sumedang Bulan Februari 2018

 

Sumedang 5 (010318)

Foto – 1 :  Kondisi gerakan tanah yang terjadi di Kp. Babakan Sawah RT-03/RW-01 Dusun Cimanintin, Desa Cimanintin, Kec. Jatinunggal, Kab. Sumedang

 

Sumedang 6 (010318)

Foto – 2 :  Kondisi rumah-rumah yang rusak akibat gerakan tanah di Kp. Babakan Sawah RT-03/RW-01 Dusun Cimanintin, Desa Cimanintin, Kec. Jatinunggal, Kab. Sumedang

 

Sumedang 7 (010318)

Foto – 3 :  Kondisi lahan sawah yang terdapat pada lereng bagian atas dan tengah di Kp. Babakan Sawah RT-03/RW-01 Dusun Cimanintin, Desa Cimanintin, Kec. Jatinunggal, Kab. Sumedang

 

Sumedang 8 (010318)

Foto – 4 :  Koordinasi dengan Kapolres Sumedang, Pemda Kab. Sumedang serta instansi terkait  di lokasi bencana Kp. Babakan Sawah RT-03/RW-01 Dusun Cimanintin, Desa Cimanintin, Kec. Jatinunggal, Kab. Sumedang

 

Sumedang 9 (010318)

Foto – 5 :  Kondisi rumah-rumah (sudah ada dibangun tahun 2010) di Kp. Blok Genggehek RT-01/RW-01 Dusun Cimanintin, Desa Cimanintin, Kec. Jatinunggal, Kab. Sumedang (alternatif relokasi)

 

Sumedang 10 (010318)

Foto – 6 :  Kondisi rumah-rumah (sudah ada dibangun tahun 2010) di Kp. Blok Genggehek RT-01/RW-01 Dusun Cimanintin, Desa Cimanintin, Kec. Jatinunggal, Kab. Sumedang (alternatif relokasi)

 

Sumedang 11 (010318)

Foto – 7 :  Kondisi rumah-rumah (sudah ada dibangun tahun 2010) di Kp. Blok Genggehek RT-01/RW-01 Dusun Cimanintin, Desa Cimanintin, Kec. Jatinunggal, Kab. Sumedang (yang telah ditempati warga)

 

Sumedang 12 (010318)

Foto – 8 :  Kondisi lahan untuk rencana relokasi di Blok Kandaga RT-01/RW-01 Dusun Cimanintin, Desa Cimanintin, Kec. Jatinunggal, Kab. Sumedang

 

Sumedang 13 (010318)

Foto – 9 :  Sosialisasi kepada warga setempat tentang bencana gerakan tanah yang terjadi Kp. Babakan Sawah RT-03/RW-01 Dusun Cimanintin, Desa Cimanintin, Kec. Jatinunggal, Kab. Sumedang