Laporan Singkat Pemeriksaan Calon Lahan Relokasi Di Kecamatan Karangpawitan Dan Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut Kota, Jawa Barat

Laporan singkat hasil pemeriksaan calon lahan relokasi  Tim Pemeriksaan Gerakan Tanah di Kecamatan Karangpawitan dan Kecamatan Garut Kota, Provinsi Jawa Barat, berdasarkan permintaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Garut, dengan Surat Nomor:   366/07/BPBD/2018, tanggal 8 Januari 2018, perihal: Permohonan Kajian, sebagai berikut:

A. Kecamatan Karangpawitan

1.    Lokasi Lahan Relokasi

  • Rencana calon lahan relokasi 1 terletak di Lengkong 2, Blok Ciherang, Kelurahan Lengkong Jaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, status tanah milik pemerintah daerah dengan luas tanah ± 1.673 Ha. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat 107° 55' 28.6" BT dan 07° 11' 39.8" LS.  dengan ketinggian 679 m.
  • Rencana calon lahan relokasi 2 terletak di Lengkong 3, Blok Ciherang, Kelurahan Lengkong Jaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, status tanah milik pemerintah daerah dengan luas tanah ± 1.258 Ha. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat 107° 55' 14.7" BT dan 07° 11' 45.6" LS.  dengan ketinggian 707 m.
  • Rencana calon lahan relokasi 3 terletak di Lengkong 3, Blok Ciherang, Kelurahan Lengkong Jaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, status tanah milik pemerintah daerah dengan luas tanah ± 0.1712 Ha. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat 107° 55' 16.1" BT dan 07° 11' 37.8" LS.  dengan ketinggian 709 m.

Kondisi tanah berupa tanah asli (bukan urugan). Lahan relokasi ini akan digunakan untuk relokasi rumah warga korban bencana banjir bandang Sungai Cimanuk 21 September 2016. Di sekitar lokasi ini telah tersedia sarana jalan dan listrik serta ketersediaan air yang baik.

 

2.    Kondisi daerah lahan relokasi:

  • Morfologi: Morfologi daerah calon relokasi berupa dataran (kaki perbukitan bergelombang lemah) dengan kemiringan lereng 0o – 3o, pada lereng bagian bawah terdapat aliran anak sungai.
  • Geologi: Berdasarkan Peta Geologi Lembar Garut dan Pameungpeuk, Jawa (M. Alzwar, dkk., 1992), secara regional calon lahan relokasi berada pada daerah yang disusun oleh Endapan Rempah Lepas Gunungapi Muda Tak Teruraikan (Qypu) yang terdiri dari abu gunungapi dan lapilli, tuf pasiran bongkah-bongkah, andesit - basalt, breksi lahar dan rempah lepas. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, batuan di lokasi ini tersusun oleh lempung pasiran berwarna coklat terang yang merupakan hasil pelapukan dari abu gunung api dan tuf lapilli yang tersingkap pada dataran persawahan.
  • Keairan: Keairan daerah rencana relokasi berasal dari limpasan air permukaan pada waktu hujan dan adanya aliran anak sungai, sedangkan air tanahnya berkisar 6 – 8 meter.
  • Tata guna lahan: Tata guna lahan daerah rencana relokasi berupa sawah (dominan) dan sedikit tegalan (palawija) serta tambak yang terdapat di bagian utara lahan relokasi.
  • Kerentanan gerakan tanah: Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Garut (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) secara regional daerah calon lahan relokasi terletak pada zona kerentanan gerakan tanah sangat rendah, artinya pada zona ini jarang atau hampir tidak pernah terjadi gerakan tanah, baik gerakan tanah lama maupun gerakan tanah baru, kecuali pada daerah tidak luas pada tebing sungai.

 

3.    Kondisi gerakan tanah

Tidak dijumpai jejak-jejak gerakan tanah di sekitar lahan yang disiapkan untuk relokasi, baik gerakan tanah baru maupun lama.

 

4.    Kesimpulan dan Rekomendasi

Berdasarkan kondisi geologi, morfologi, kerentanan gerakan tanah dan fasilitas umum yang menunjang, daerah ini layak untuk dijadikan sebagai lahan relokasi dengan syarat:

 

  • Tanah perlu dikeringkan dan dipadatkan;
  • Perlu ditanami tanaman keras berakar kuat dan dalam;
  • Untuk mencegah terjadinya erosi dan longsoran tebing anak sungai, maka tebing alur/anak sungai perlu dibuat tembok penahan;
  • Pemukiman dibangun menjauhi tebing anak sungai;
  • Penataan drainase dengan saluran yang kedap air, dengan ditembok atau pemipaan, untuk menghindari peresapan air secara cepat yang dapat memicu terjadinya gerakan tanah;
  • Sistem penampungan limbah (septictank) dibuat kedap dan dirancang dengan sistem kelompok atau komunal;
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.

 

 

B. Kecamatan Garut Kota

1.    Lokasi Lahan Relokasi

Lokasi rencana relokasi terletak di Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, status tanah milik pemerintah daerah dengan luas tanah ± 4232 Ha. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat 107° 55' 09.99" BT dan 07° 14' 16.4" LS dengan ketinggian 825 m. Lahan relokasi ini akan digunakan untuk relokasi rumah warga korban bencana banjir bandang Sungai Cimanuk 21 September 2016.  

 

2.    Kondisi daerah lahan relokasi:

  • Morfologi: Morfologi lahan relokasi merupakan daerah dataran yang berbatasan dengan gawir/lereng terjal – sangat terjal pada bagian selatan dan timur daerah calon relokasi dengan kemiringan > 70º.
  • Geologi: Berdasarkan Peta Geologi Lembar Garut dan Pameungpeuk, Jawa (M. Alzwar, dkk., 1992), secara regional calon lahan relokasi berada pada daerah yang disusun oleh Batuan Gunungapi Kracak-Puncak Gede (Qkp) yang terdiri dari tuf kaca halus dan tuf sela, mengandung lapilli batuapung, breksi lahar dan lava. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, batuan di lokasi ini tersusun oleh batupasir dengan warna fresh segar dan warna lapuk coklat muda, dengan ketebalan antara 3 - 5 meter, dan tanah pelapukan berupa lempung pasiran berwarna coklat tua dengan ketebalan antara 1 – 3 m.
  • Keairan: Keairan daerah calon relokasi berasal dari limpasan air permukaan (hujan) serta adanya anak sungai yang mengalir pada lereng bagian bawah, sedangkan air tanah tidak ada (dalam).  Terdapat mata air dengan debit yang cukup banyak pada daerah bagian selatan lereng ini.
  • Tata guna lahan: Tata guna lahan daerah rencana relokasi berupa kebun campuran dengan dominasi pohon bambu, sawah dan sedikit tegalan (palawija).
  • Kerentanan gerakan tanah: Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Garut (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) secara regional daerah calon lahan relokasi terletak pada zona kerentanan gerakan tanah menengah, artinya daerah ini mempunyai tingkat kerentanan menengah untuk terjadi gerakan tanah. Daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika terjadi curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan

 

3.    Kondisi gerakan tanah

Pada tebing bagian bawah areal ini terdapat beberapa gerakan tanah lama dan gerakan tanah yang baru terjadi berupa longsoran bahan rombakan, arah longsoran ke arah selatan, dengan koordinat:

 

  • 107° 55' 13.2" BT dan 07° 14' 20.67" LS.
  • 107° 55' 15.48" BT dan 07° 14' 21.35" LS.
  • 107° 55' 22.47" BT dan 07° 14' 23.56" LS.

 

 

4.    Kesimpulan dan Rekomendasi

Berdasarkan kondisi geologi, morfologi, kerentanan gerakan tanah dan fasilitas umum yang menunjang, daerah ini tidak layak untuk dijadikan sebagai lahan relokasi, karena:

  • Berbatasan dengan atau berada di daerah dengan kemiringan lereng yang terjal – sangat terjal;
  • Terdapat bekas longsoran lama dan baru yang mengindikasikan sudah terdapat pergerakan tanah di beberapa tempat daerah calon lahan relokasi;
  • Tanah pelapukan yang tebal ( > 1,5 meter);
  • Tanaman keras berakar kuat dan dalam sangat jarang;
  • Sistem drainase yang kurang baik, saluran air tidak dibuat kedap air;
  • Terdapat mata air yang mempunyai debit yang besar;
  • Dengan bertambahnya beban akibat dibangunnya pemukiman di daerah ini dapat menyebabkan terjadinya gerakan tanah terutama karena berbatasan dengan daerah yang berkemiringan lereng terjal-sangat terjal serta kondisi tanah dan batuan yang relatif rapuh;
  • Gerakan tanah lama dapat aktif kembali jika curah hujan tinggi dan erosi kuat.

Lahan pemukiman yang relatif layak adalah daerah yang datar di dekat puncak bukit serta berbatasan dengan lereng yang landai, dengan memperhatikan hal hal sebagai berikut:

  • Calon lahan relokasi perlu direklamasi sesuai dengan kebutuhan. Jika ada pemotongan lereng agar dilakukan secara berjenjang/terasering. Jika dilakukan pengurugan maka tanah urugan jangan terlalu tebal dan perlu dipadatkan;
  • Lereng yang terjadi akibat pengupasan/pengurugan yang dilakukan perlu diperkuat dengan dinding penahan (retaining wall) yang kokoh yang memenuhi syarat teknis;
  • Rumah disarankan dengan konstruksi kayu/rumah panggung/bukan permanen dengan fondasi terletak pada batuan keras;
  • Sistem aliran air permukaan dan buangan air limbah dari perumahan, serta jalan di atas lahan relokasi harus dikendalikan supaya air tidak menjenuhi lahan pemukiman. Saluran air harus kedap air, supaya air tidak meresap ke dalam tanah dan dibuang langsung ke sungai menjauhi lereng;
  • Hindari kemungkinan adanya genangan air pada lahan pemukiman dan sekitarnya;
  • Lahan yang dikupas sebagai dampak dari pematangan lahan dan pembangunan baru perlu ditanami kembali dengan tanaman penutup antara lain rumput-rumputan dan penanaman pepohonan yang berakar kuat dan dalam untuk menjaga stabilitas tanah;
  • Lereng yang terjal-sangat terjal yang tidak layak untuk pemukiman agar ditanami tanaman keras berakar kuat dan dalam yang dapat menahan tanah;
  • Dengan mempertimbangkan keamanan lereng, luas total lahan yang dapat dipergunakan untuk relokasi  adalah ± 495 m² (Gambar 4).

 

LAMPIRAN

Cimuncang 1 (290118)

Gambar 1. Peta Lokasi Calon Lahan Relokasi di Kelurahan Lengkong Jaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut

 

Cimuncang 2 (290118)

Gambar 2. Peta Lokasi Calon Lahan Relokasi di Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut

 

Cimuncang 3 (290118)

Gambar 3. Peta Geologi Calon Lahan Relokasi di Kelurahan Cimuncang dan Lengkong Jaya, Kabupaten Garut

 

Cimuncang 4 (290118)

Gambar 4. Peta Situasi lahan untuk relokasi di Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.

 

Cimuncang 5 (290118)

Gambar 5. Peta Situasi lahan untuk relokasi di Desa Lengkong Jaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut

 

Cimuncang 6 (290118)

Gambar 6. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Garut.

 

Cimuncang 7 (290118)

Gambar 7. Daerah calon relokasi di Blok Ciherang, Kelurahan Lengkong Jaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut yang berupa sawah

 

Cimuncang 8 (290118)

Gambar 8. Daerah calon relokasi di Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Terdapat bekas longsoran lama pada bagian lereng selatan dari daerah calon lahan relokasi

 

Cimuncang 9 (290118)

Foto 1. Daerah calon lahan relokasi di Lengkong 2, Blok Ciherang, Kelurahan Lengkong Jaya, Kecamatan Karangpawitan berupa sawah milik pemerintah daerah setempat

 

Cimuncang 10 (290118)

Foto 2. Tata guna lahan berupa tambak dan sawah pada daerah relokasi di Lengkong 2, Blok Ciherang, Kelurahan Lengkong Jaya.

 

Cimuncang 11 (290118)

Foto 3. Terdapat aliran anak sungai pada daerah relokasi di Lengkong 2, Blok Ciherang, Kelurahan Lengkong Jaya

 

Cimuncang 12 (290118)

Foto 4. Sarana listrik telah tersedia pada daerah calon relokasi di Blok Ciherang, Kelurahan Lengkong Jaya

 

Cimuncang 13 (290118)

Foto 5. Daerah calon lahan relokasi di Lengkong 3, Kelurahan Lengkong Jaya, Kecamatan Karangpawitan berupa sawah dan tambak.

 

Cimuncang 14 (290118)

Foto 6. Daerah calon lahan relokasi di Lengkong 3, Kelurahan Lengkong Jaya, Kecamatan Karangpawitan berupa sawah dan tambak

 

Cimuncang 15 (290118)

Foto 7. Daerah calon lahan relokasi di Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Garut Kota, berupa bukit dengan lereng terjal – sangat terjal.

 

Cimuncang 16 (290118)

Foto 8. Tata guna lahan berupa kebun campuran dan sawah di Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Garut Kota

 

Cimuncang 17 (290118)

Foto 9. Salah satu bekas longsoran lama yang terdapat pada daerak calon relokasi di Kelurahan Cimuncang.

 

Cimuncang 18 (290118)

Foto 10. Salah satu bekas longsoran lama yang terdapat pada daerak calon relokasi di Kelurahan Cimuncang.

 

Cimuncang 19 (290118)

Foto 11. Koordinasi bersama BPBD Kabupaten Garut dan konsultan perencana daerah relokasi