Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat

Laporan  hasil  pemeriksaan  lapangan  Bencana Gerakan Tanah di Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat berdasarkan kejadian gerakan tanah di lokasi tersebut. Hasil pemeriksaan sebagai berikut, sebagai berikut :

1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:

Bencana gerakan tanah terjadi di SMP Negeri 3 Sukaresmi, Kampung Cipari, Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Secara geografis terletak pada koordinat  107° 3' 43,484" BT dan 6° 40' 43,179" LS. Gerakan tanah terjadi pada hari Jumat 10 November 2017 pukul 22:00 WIB.

 

2,  Kondisi daerah bencana :

  • Morfologi, Secara umum morfologi daerah bencana gerakan tanah ini pada bagian atas berupa lereng perbukitan landai dengan kemiringan lereng 10 - 15°. Sedangkan pada bagian bawah lebih landai dengan kemiringan 5 – 10°. Elevasi lokasi gerakan tanah di ketinggian 751 meter diatas permukaan laut.
  • Geologi, Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi bencana batuan penyusun daerah bencana adalah batulempung, serpih tufaan, batupasir berlapis baik, serpih pasiran, dan lempung serpihan yang termasuk Formasi Cantayan (Mtts) dalam Peta Geologi Regional lembar Cianjur (Sudjatmiko, 1972).
  • Keairan, Kondisi keairan di daerah bencana  sangat berlimpah untuk keperluan sehari-hari menggunakan air dari mataair. Rembesan air muncul pada tekuk lereng dan alur sungai yang bersumber dari perbukitan di sebelah Utara dan Barat dari lokasi gerakan tanah.
  • Tata guna lahan, Pada lereng bagian atas (Utara) lokasi bencana gerakan tanah merupakan kawasan pemukiman, sedangkan ke arah Selatan lokasi Gerakan tanah merupakan perkebunan campuran dan pesawahan.
  • Kerentanan gerakan tanah, Berdasarkan Peta Potensi Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Cianjur bulan November 2017 (Pusat Vulaknologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi), lokasi bencana terletak pada daerah potensi gerakan tanah tinggi artinya pada lokasi ini berpotensi tinggi terjadi gerakan tanah. Gerakan tanah lama dan gerakan tanah baru masih aktif bergerak, akibat curah hujan yang tinggi dan erosi yang kuat.

 

3. Situasi dan Dampak Bencana

Gerakan tanah yang terjadi di SMP Negeri 3 Sukaresmi, Kampung Cipari, Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi berupa nendatan dengan arah N 170° E, gerakan relatif ke arah Selatan. Mahkota longsoran mempunyai dimensi panjang 20 meter sudah mengalami penurunan 1 - 3 m. Pada bagian atas banyak muncul rembesan – rembesan air yang menyebabkan kondisi tanah menjadi jenuh air. Terdapat retakan tanah yang memanjang dari areal persawahan bagian Barat sampai ke Timur dengan panjang sekitar 195 meter.

Menurut informasi setempat dan pengamatan lapangan, dampak bencana gerakan tanah ini menyebabkan :

  • 3 lokal kelas rusak berat atau ambruk
  • 3 lokal kelas rusak sedang dengan kondisi dinding retak dan kaca pecah
  • 2 rumah terancam.

 

4. Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah :

Secara umum faktor penyebab terjadinya gerakan tanah di daerah pemeriksaan antara lain adalah:

  • Curah hujan dengan intensitas tinggi dan lama memicu terjadinya gerakan tanah.
  • Pesawahan di bagian tengah dan atas (arah Barat Laut) turut serta menjenuhi  sehingga berperan mendorong gerakan tanah pada lokasi tersebut.
  • Litologi batuan yang berupa batulempung dan batupasir Formasi Cantayan (Mtts)  turut berperan dalam mengontrol terjadinya gerakan tanah dan merupakan tipe khas pengontrol gerakan tanah tipe nendatan.
  • Rembesan air yang cukup berlimpah pada bagian atas karena drainase yang kurang baik masuk ke dalam celah atau retakan – retakan pada permukaan tanah.
  • Material urugan pada lokasi gerakan tanah yang sebelumnya merupakan areal persawahan.

 

5. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah :

Gerakan tanah terjadi pada lokasi yang disusun oleh tanah pelapukan yang cukup tebal, bersifat sarang dan berada di atas batuan dasar sebagai bidang gelincir (batulempung) yang bersifat lebih kedap air. Curah hujan yang tinggi dan saluran air yang kurang baik di bagian atas, mengakibatkan lereng menjadi jenuh air dan terjadi peningkatan bobot massa tanah. Kondisi ini menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan air pori dan berkurangnya daya ikat tanah. Akibatnya bobot masanya tanah bertambah dan kuat gesernya menurun mencari kesetimbangan sehingga tanah tidak stabil (mudah bergerak).

 

6. Rekomendasi Teknis

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, maka direkomendasikan sebagai berikut:

  • Lokasi SMP Negeri 3 Sukaresmi masih berpotensi terjadi gerakan tanah tipe lambat, namun tidak secepat pergerakan sebelumnya.
  • Retakan yang terdapat di areal persawahan yang memanjang dari arah Barat – Timur sampai ke bangunan sekolah agar ditutup dengan tanah lempung yang dipadatkan agar air hujan tidak masuk/meresap dan menjenuhi tanah yang menyebabkan retakan semakin membesar.
  • Berdasarkan hal tersebut di atas, bangunan SMP Negeri Sukaresmi perlu di relokasi.
  • 2 (dua) rumah yang terancam dan bangunan Sekolah Dasar yang berada di dekat lokasi (Utara) bencana pada saat ini tidak perlu di relokasi, dengan syarat:
    • Memperbaiki/menata saluran air (drainase) di bagian Barat lokasi bencana pada areal persawahan jangan sampai aliran air dibiarkan liar terbuang kemana saja sekitar lokasi untuk menghindari masuknya air;
    • Dibuat dinding penahan (retaining wall) yang diberi saluran air untuk mengeluarkan air dari lereng;
    • Tata guna lahan (sawah) yang memerlukan banyak air yang berada dibagian bawah  dan tengah (bagian Selatan) agar diubah menjadi tanaman keras berakar kuat dan dalam (tanaman tahunan) yang akarnya dapat mengikat tanah pada lereng;
    • Jika muncul retakan segera menutup retakan dengan tanah lempung yang dipadatkan agar air hujan tidak masuk/meresap dan menjenuhi tanah pada lereng;
    • Agar dipasang rambu-rambu peringatan terhadap adanya gerakan tanah;
    • Masyarakat yang berada/tinggal di lokasi bencana agar selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah hujan lebat yang berlangsung lama.

 

LAMPIRAN

Sukaresmi 1 (071217)

Gambar 1. Lokasi gerakan tanah di Kampung Cipari, Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

 

Sukaresmi 2 (071217)

Gambar 2. Peta Geologi Lokasi Bencana di Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

 

TABEL WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH 

DI KABUPATEN CIANJUR, JAWA BARAT

 BULAN NOVEMBER 2017

Sukaresmi 3 (071217)

Keterangan :

Sukaresmi 4 (071217)

 

Sukaresmi 5 (071217)

Gambar 3.  Peta Prakiraan Potensi Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat di Bulan November 2017

 

Sukaresmi 6 (071217)

Gambar 4. Peta Situasi Gerakan Tanah di Kampung Cipari, Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

 

Sukaresmi 7 (071217)

Gambar 5. Penampang gerakan tanah di lokasi SMP Negeri 3 Sukaresmi, Kampung Cipari, Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

 

Sukaresmi 8 (071217)

Foto 1. Kerusakan di lokasi Gerakan Tanah yang berada di SMP Negeri 3 Sukaresmi mengakibatkan 3 ruangan kelas rusak berat/ambruk dan 2 ruangan kelas rusak sedang

 

Sukaresmi 9 (071217)

Foto 2. Mahkota longsoran yang mengalami penurunan 1 – 3 meter yang memanjang dari Barat Timur dengan arah pergerakan N 170° E relatif ke Selatan.

 

Sukaresmi 10 (071217)

Foto 3. Retakan yang berarah relatif Barat Timur dengan panjang sekitar 195 meter dari lokasi bangunan sekolah sampai areal persawahan yang berada dibagian Barat.

 

Sukaresmi 11 (071217)

Foto 4. Areal Persawahan yang berada di tengah (bagian Barat) mengalami pergerakan tanah / penurunan sebelumnya.

 

Sukaresmi 13 (071217)

Foto 5. Banyak terdapat kolam di bagian atas (Utara) karena melimpahnya air sehingga perlu penataan saluran drainase yang baik.

 

Sukaresmi 14 (071217)

Foto 6. Koordinasi dan sosialisasi dengan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

 

Sukaresmi 15 (071217)

Foto 7. Pemeriksaan lapangan didampingi perangkat Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur