Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Rt 10 Rw 04, Di Desa Legokherang, Kec. Cilebak, Kab. Kuningan, Prov Jawa Barat

Laporan singkat hasil pemeriksaan bencana tanah longsor di Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, sesuai dengan surat permintaan dari BPBD Kabupaten Kuningan No. 360/486/Ratlog tertanggal 31 Oktober 2017, sebagai berikut :

1. Lokasi dan Waktu Kejadian :

Gerakan tanah terjadi di RT 10 RW 04, Desa Legokherang, Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, terletak pada koordinat N 1080 34’ 31,1” E dan 070 08’ 48,8” LS serta koordinat N 1080 34’ 36,3” E dan 070 08’ 53,8” LS, berada pada ketinggian sekitar 685,8 - 692,5 meter diatas muka laut. Longsor di dua lokasi yang masih berdekatan, terletak pada satu lereng membentuk tapal kuda, terjadi pada hari Kamis 26 Oktober 2017 jam 16.30 WIB.

 

2.  Kondisi Gerakan Tanah dan Dampaknya

Gerakan tanah yang terjadi berupa Retakan tanah dan Longsoran bahan rombakan.

  1. Gerakan tanah pertama, berupa retakan disertai penurunan, terjadi pada lereng bagian atas dengan  panjang lereng 112 meter, kemiringan overall 300, mempunyai arah umum N 2000E. Retakan yang muncul mempunyai panjang 7 cm, lebar 5 cm. menimbulkan penurunan 20 cm. Gerakan tanah ini mengancam 3 rumah diatasnya
  2. Gerakan tanah kedua, berupa longsoran bahan rombakan, terjadi pada lereng bagian tengah dengan panjang lereng 180 meter, kemiringan overall 380, mempunyai arah umum N 1720E, Longsoran bahan rombakan yang terjadi mempunyai panjang 8 meter, lebar 4 meter. Gerakan tanah ini mengancam 5 rumah di lereng bagian bawah.

 

3.  Kondisi Daerah Pemeriksaan

  • Morfologi, Morfologi terletak  di lereng terjal perbukitan barat laut Gn. Subang (1205 m) Cimenteng dengan kemiringan lereng 15 – 400, pada tebing tebing curamnya mencapai 700, panjang lereng yang terkena longsor antara 112 – 180 meter dengan ketinggian sekitar 729 m di atas muka laut. Terdapat sungai kecil S. Cikembanga, mengalir di bagian bawah lereng.
  • Geologi, Batuan disusun oleh batulempung pada bagian bawah dan batupasir tufaan pada bagian atas. Batuan tersebut telah lapuk berupa lempung pasiran, coklat tua, sarang, porositas tinggi, gembur mudah menyerap air, tebal 2 – 4 meter. Struktur geologi akibat deformasi seperti patahan/sesar naik dan lipatan antiklin (fold) terdapat di bagian barat daerah ini. Berdasarkan Peta geologi Lembar Majenang, Jawa, Puslitbang Geologi (Irwan Bahar, 1995), merupakan bagian dari satuan batuan Formasi Halang (Tmph)
  • Tataguna lahan, Tata guna lahan pada lereng bagian atas umumnya berupa kebun campuran, sedangkan tata guna lahan pada lereng bagian bawah berupa lahan pesawahan. Pemukiman yang terkena retakan tanah, terletat diatas dan sebagian di bawah lokasi bencana.
  • Keairan, Air yang melimpas di areal bencana berasal dari mata air untuk mengairi pesawahan pada lereng bagian atas maupun bawah, termasuk untuk kolam kolam baik di lereng atas maupun bawah. Terdapat sungai dengan lebar sekitar 3 meter terdapat pada lereng bagian bawah yang selalu berair baik musim hujan atau kemarau. Warga juga memanfaatkan mata air yang muncul untuk keperluan air minum sehari hari melalui selang sederhana. Pada saat terjadi bencana curah hujan sangat tinggi dan hal ini yang memicu terjadinya bencana gerakan tanah.
  • Kerentanan Gerakan Tanah, Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Kuningan (PVMBG, Badan Geologi) dan Peta Prakiraan Potensi Terjadinya Gerakan Tanah Jawa Barat Bulan November 2017, daerah pemeriksaan termasuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah - Tinggi. Artinya daerah ini mempunyai tingkat kerentanan menengah – tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan. Gerakan tanah lama dapat aktif kembali terutama akibat curah hujan yang tinggi

 

4. Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah

Gerakan tanah terjadi disebabkan oleh beberapa faktor antara lain

  • Sifat fisik tanah pelapukan (lempung pasiran) yang sarang, gembur, mudah meresapkan air yang tebal
  • Adanya lapisan lempung, kedap air yang bertindak sebagai bidang gelincir gerakan tanah terletak dibawah tufa pasiran
  • Kemiringan lereng yang terjal
  • Tata lahan berupa pesawahan pada lereng bagian atas dan bawah
  • Dipicu oleh curah hujan yang tinggi

 

5. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah

Mekanisme gerakan tanah terjadi setelah turun hujan lebat, air hujan meresap masuk kedalam tanah sehingga bobot tanah meningkat sehingga lereng hilang kestabilannya dan masa tanah bergerak melalui bidang gelincir dalam hal ini batas antara batuan tufa pasiran dengan lempung dibawahnya, bergerak lambat menimbulkan retakan dan di lereng tengah menimbulkan longsoran bahan rombakan. 

 

6. Rekomendasi :

  • Retakan yang terjadi segera diisi dengan tanah lempung dan dipadatkan,
  • Air dari mata air beserta drainasenya diperbaiki dan dibuat permanen,
  • Lahan pesawahan yang basah dibuat selang-seling dengan tanaman keras dan palawija.
  • Hindari membuat kolam kolam ikan di lereng terjal
  • Masyarakat perlu waspada bila perlu mengungsi ke tempat yang aman jika terjadi hujan lebih dari 3 jam.
  • Untuk jangka panjang, rumah yang terancam dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

 

 

LAMPIRAN

Kuningan 1 (071217)

Gambar – 1 : Peta Petunjuk Lokasi Bencana Gerakan Tanah

 

Kuningan 2 (071217)

Gambar  - 2 : Peta Geologi Daerah Cilebak dan Sekitarnya, Kab. Kuningan

 

Kuningan 3 (071217)

Gambar  - 3 : Peta Situasi Gerakan Tanah Daerah Cilebak dan Sekitarnya, Kab. Kuningan, Prov Jawa Barat

 

Kuningan 4 (071217)

Gambar  - 4 : Penampang Situasi Gerakan Tanah Daerah Cilebak dan Sekitarnya, Kab. Kuningan, Jawa Barat

 

Kuningan 5 (071217)

Gambar  - 5 : Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah Daerah Kec.Cilebak, Oktober 2017, Kab. Kuningan, Prov Jawa Barat

 

POTENSI GERAKAN TANAH

 DI KABUPATEN KUNINGAN, PROVINSI JAWA BARAT, BULAN OKTOBER 2017

Kuningan 6 (071217)

Keterangan :

Kuningan 7 (071217)

 

Kuningan 8 (071217)

Foto-1 Koordinasi di BPBD Kab Kuningan, Prov. Jawa Barat, sebelum menuju lapangan

 

Kuningan 9 (071217)

Foto – 2 : Kenampakan retakan yang muncul  pada lereng bagian atas, panjang 7 m, lebar 5 cm, penurunan 20 cm, di Ds. Legokheang.

 

Kuningan 10 (071217)

Foto – 3 : Kenampakan longsoran bahan rombakan, pada lereng bagian tengah, panjang 8 m, lebar 4 m dengan tata lahan  pesawahan  pada lereng terjal hampir tegak Ds. Legokherang

 

Kuningan 11 (071217)

Foto – 4 : Kenampakan drainase yang tidak permanen pada lereng terjal lereng menjadi jenuh air

 

Kuningan 12 (071217)

Foto – 5 : Kenampakan kolam ikan yang juga menjadikan lereng jenuh air