Laporan Singkat Pemeriksaan Rencana Tempat Relokasi Di Desa Padangjaya, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah

Laporan  hasil  pemeriksaan  lapangan  rencana tempat relokasi di Desa Padangjaya, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah berdasarkan Surat Permohonan dari BPBD Kabupaten Cilacap tentang Kajian Lokasi Lahan Relokasi yang bernomor 360/340/39. Hasil pemeriksaan sebagai berikut :1. Lokasi dan Dampak Gerakan Tanah:

Gerakan tanah terjadi di RT 02 RW 05, Dusun Jatiluhur, Desa Padangjaya, Kec. Majenang, Kab. Cilacap, dengan koordinat gerakan tanah (pada titik mahkota) 07º 17’ 06,4” LS dan 108º 47’ 03,84” BT. Bencana gerakan tanah mulai terjadi pada tanggal 16 Januari 2017 yang kemudian secara intensif berkembang sampai tanggal 18 Januari 2017 setelah turun hujan dengan intensitas tinggi selama seminggu sebelumnya. Jenis gerakan tanah adalah rayapan (creeping) yang ditunjukkan dengan retakan-retakan, nendatan, dan amblasan pada tanah dan rumah penduduk. Retakan tersebar dari lereng bagian atas hingga bagian bawahnya. Arah retakan relatif seragam dengan kisaran N 25° E hingga N 30° E, ke arah tenggara - selatan. Lebar retakan berkisar antara 10-30 cm, penurunan/amblasan sebesar 10 cm sampai 1,5 m. Dampak gerakan tanah adalah 6 (enam) rumah hancur, 17 rumah rusak berat, 24 Kepala Keluarga mengungsi, Jalan dusun rusak berat.  Atas dasar kejadian tersebut penduduk yang terkena dampak bencana gerakan tanah akan di relokasi di sebelah tenggara yang berjarak + 350 m dari lokasi kejadian, sehingga perlu kajian geologi terhadap rencana tempat relokasi yang akan dibangun.

2. Kondisi Rencana Tempat Relokasi

  • Daerah rencana relokasi secara geografi terletak pada koordinat 108° 47' 11,3" BT dan 7° 17' 14,7" LS. Luas tanah daerah rencana relokasi : ±  3.675 m2 dengan tata guna lahan kebun/ladang campuran.
  • Status tanah adalah Hak Milik.
  • Pencapaian lokasi rencana relokasi dengan jalan tanah dengan lebar + 1 m, kondisi jalan tanah dan jarak dari jalan besar dan hunian sementara (lapangan bola) + 150 m.
  • Secara umum topografi di sekitar Dusun Jatiluhur RT 01 dan RW 05, Desa Padangjaya, Kecamatan Majenang berupa perbukitan dengan ketinggian antara 200 - 300 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan lereng 10° - 35°. Morfologi daerah lahan relokasi memiliki kemiringan lereng 10° – 20° (bagian selatan) dan 20° – 35° berupa perbukitan, punggungan dan terdapat 2 alur sungai kecil yang terletak di bagian utara dan timur laut dari lokasi lahan relokasi.
  • Batuan dasar penyusun daerah relokasi berupa lava andesit, basalt dan breksi tuf serta sisipan napal (Formasi Kumbang) serta di bagian atasnya merupakan tanah pelapukan dengan ketebalan 1 - >3 meter.
  • Kondisi keairan di daerah lahan relokasi terdapat mata air dengan jarak 50 m ke arah barat dan kedalaman muka air tanah sekitar 10 m.
  • Dari hasil pengamatan lapangan di daerah tersebut tidak terdapat tanda-tanda terjadinya gerakan tanah, baik gerakan tanah lama maupun baru. Hal yang perlu diantisipasi terhadap potensi gerakan tanah adalah untuk tidak mendirikan bangunan atau fasilitas umum yang berdekatan dengan bukit dan punggungan serta di lembah alur sungai kecil disebelah utara dan timur laut rencana tempat relokasi, dan tata guna lahan sawah/kolam di atas rencana tempat relokasi serta di usahakan seminimal mungkin pengurugan tanah untuk keperluan tempat relokasi, dan pemotongan lereng jangan terlalu terjal. Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Cilacap,  Provinsi Jawa Barat (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), daerah rencana lahan relokasi sebagian besar masuk ke dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah - Tinggi artinya pada lokasi ini berpotensi menegah - tinggi terjadi gerakan tanah. Gerakan tanah lama dan gerakan tanah baru masih aktif bergerak, pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.
  • Berdasarkan hasil penyelidikan daerah ini cukup layak untuk dijadikan sebagai lahan relokasi dengan syarat :

-       Tidak membuat pemotongan lereng dengan sudut lereng lebih besar dari 150 dengan tinggi lereng lebih dari 1,5 meter.

-       Perlu dibuat saluran kedap untuk air permukaan dan air limbah rumah tangga dan dialirkan ke kaki lereng (agar tidak meresap dan menjenuhi tanah)

-       Pada 2 alur sungai kecil yang berada disebelah utara dan timur laut dibuat cek dam sebagai antisipasi adanya aliran lumpur atau aliran bahan rombakan

-       Ladang campuran di bagian atas/sebelah utara dan timur laut lahan relokasi sebaiknya ditanami tanaman keras berakar kuat dan dalam yang dapat berfungsi menahan lereng.

-       Tidak mencetak kolam dan sawah pada/sekitar lahan relokasi.

-       Pemotongan tinggi lereng kurang dari 1,5 meter dengan perbandingan tinggi vertikal : jarak horizontal adalah 1 : 2

-       Pemukiman Jangan terlalu dekat dengan bukit di sebelah utara dan 2 alur sungai, untuk menghindari erosi pada tebing/alur sungai dan aliran bahan rombakan.

-       Pemukiman jangan terlalu dekat dengan tebing/lereng.

-       Pengembangan lahan relokasi tidak disarankan kesebelah utara dan timur lahan relokasi dikarenakan di daerah tersebut berdekatan dengan bukit dan punggungan serta 2 alur sungai kecil.

3. Rekomendasi Teknis

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, maka direkomendasikan sebagai berikut:

  1. Berdasarkan penyelidikan geologi daerah rencana tempat relokasi kemungkinan sebagian aman (bagian tengah dan selatan) terhadap potensi bencana gerakan tanah sehingga daerah tersebut cukup layak untuk pemukiman, sedangkan bagian utara dan timur disarankan tidak digunakan untuk pemukiman dan bangunan lainnya dikarenakan berdekatan dengan bukit/punggungan serta 2 alur sungai kecil sehingga untuk perluasan lahan relokasi sebaiknya ke arah selatan dan barat, namun demikian harus disesuaikan dengan rencana tata ruang dan wilayah Kabupaten Cilacap.
  2. Tidak membuat pemotongan lereng dengan sudut lereng lebih besar dari 150.
  3. Pemotongan tinggi lereng kurang dari 1,5 meter dengan perbandingan tinggi vertikal : jarak horizontal adalah 1 : 2
  4. Perlu dibuat saluran kedap untuk air permukaan dan air limbah rumah tangga dan dialirkan ke kaki lereng (agar tidak meresap dan menjenuhi tanah)
  5. Pada alur sungai kecil yang berada disebelah timur duat cek dam sebagai antisipasi adanya aliran lumpur atau aliran bahan rombakan
  6. Kebun/ladang campuran di bagian atas/sebelah utara dan timurlaut sebaiknya ditanami tanaman keras berakar kuat dan dalam yang dapat berfungsi menahan lereng.
  7. Tidak mencetak kolam dan sawah pada/sekitar lahan relokasi
  8. Masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah hujan lebat yang berlangsung lama.
  9. Pemukiman jangan terlalu dekat dengan tebing/lereng.

cilacap jatiluhur 1

Gambar 1. Peta petunjuk tempat relokasi RT 01 RW 05 Kp. Jatiluhur, Desa Padangjaya,

Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah

 

cilacap jatiluhur 2

Gambar 2 Peta Geologi Rencana Lokasi Relokasi Desa Padangjaya

 

cilacap jatiluhur 3

Gambar 3  Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Cilacap

 

cilacap jatiluhur 4

Gambar 4. Peta situasi tempat relokasi RT 01 RW 05 Kp. Jatiluhur, Desa Padangjaya,

Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah

 

cilacap jatiluhur 5


Gambar 5  Penampang Rencana Tempat Relokasi RT 01 RW 05 Kp. Jatiluhur, Desa Padangjaya,

Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah

 

cilacap jatiluhur 6

Foto 1 Gerakan tanah tipe rayapan (creeping) yang terjadi tanggal 16 – 18 Januari 2017 di RT 02 RW 05 Kp. Jatiluhur, Desa Padangjaya, Kecamatan Majenang

 

cilacap jatiluhur 7

Foto 2 Amblesan tanah tanggal 16 – 18 Januari 2017 yang memutuskan jalan di

RT 01 RW 05 Kp. Jatiluhur, Desa Padangjaya, Kecamatan Majenang

 

cilacap jatiluhur 8

Foto 3. Lahan Relokasi di RT 01 RW 05 Kp. Jatiluhur, Desa Padangjaya, Kecamatan Majenang

 

cilacap jatiluhur 11

Foto 4. Alur Sungai Kecil bagian 2 di lereng bagian bawah bukit yang berjarak + 30 meter dari batas utara rencana lahan relokasi.

 

cilacap jatiluhur 12

Foto 5. Alur Sungai Kecil bagian 1 di lereng bagian bawah bukit yang berdekatan dengan batas utara rencana lahan relokasi.

 

cilacap jatiluhur 14

Foto 6. Akses jalan menuju tempat relokasi yang berjarak + 150 meter dari Lapangan Bola/ Hunian Sementara

 

cilacap jatiluhur  15

Foto 7. Batuan Penyusun di Lokasi Lahan Relokasi Berupa Breksi gunungapi dan tuf andesit

 

cilacap jatiluhur 13

Foto 8. Koordinasi sebelum peninjauan lahan relokasi di Kantor Desa Padangjaya, Kecamatan Majenang