Laporan Pemeriksaan Lahan Evakuasi Di Desa Nagrak Jaya, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat

Laporan  singkat  hasil  pemeriksaan  lapangan Tim Pasca Bencana Gerakan Tanah di Desa Nagrak Jaya, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat,  berdasarkan  permintaan  dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Sukabumi, dengan Surat Nomor:   070/410/VII/BPBD/2017, tanggal 25 Juli 2017, perihal: Permohonan Kajian Lahan Evakuasi, sebagai berikut:

 1. Lokasi rencana lahan evakuasi:

Terdapat 3 lokasi calon lahan evakuasi, yaitu:

a.  Lokasi 1: Kampung Kepuh, Dusun Telagaherang, Desa Nagrak Jaya, Kecamatan Curug Kembar. Secara geografis berada pada koordinat  7°11’30”S dan 106°55’29”E.

b.  Lokasi 2: Kampung Telagaherang, Dusun Telagaherang, Desa Nagrak Jaya, Kecamatan Curug Kembar.

Secara geografis berada pada koordinat 7°10’ 24,1”S dan 106°54’14,2”E.

 Lokasi 3: Kampung Pasir Angin, Dusun Citalahap, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sagaranten. Secara geografis berada pada koordinat  7° 8’ 55” S dan 106° 52’ 31” E.

2.   Kondisi daerah rencana pembangunan jalan:

  • Morfologi:

Secara umum, morfologi di sekitar calon lahan evakuasi merupakan perbukitan dengan kemiringan lereng agak landai sampai agak terjal serta pedataran yang dimanfaatkan sebagai permukiman dan lahan persawahan. Di sekitar ketiga calon lahan evakuasi terdapat matair dan danau atau telaga

  • Geologi:
  1. Litologi

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Jampang dan Balekambang, Jawa (RAB Sukamto, 1975), secara regional batuan penyusun pada lokasi bencana adalah:

  1. Formasi Bentang bagian bawah (Tmbl) yang terdiri dari atas batupasir, batulempung, batupasir gampingan , breksi tufaan, batugamping, dan konglomerat.
  2. Formasi Beser (Tmbv) yang terdiri dari satuan klastika gunungapi dan satuan lava. Bagian utama dari formasi ini terdiri atas breksi gunungapi, breksi lahar, breksi tufa, tufa , dan konglomerat. Sedangkan Lava andesit (anggota Cikondang) membentuk bukit – bukit kasar. Formasi Beser ini menumpang secara tak selaras Formasi Cimandiri dan Formasi Jampang. Satuan ini diperkirakan diendapkan  di lingkungan darat dan pantai.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi calon lahan evakuasi, batuan yang berada di :

  1. Lokasi 1: tersusun oleh tanah pelapukan dari lempung pasiran.
  2. Lokasi 2: tersusun oleh batupasir tufan yang tertutup oleh tanah pelapukan setebal 1 – 2 meter.
  3. Lokasi 3: tersusun oleh tanah pelapukan dari lempung pasiran.
  1. Struktur Geologi

Desa Nagrak Jaya merupakan desa yang berada pada komplek patahan, hal tersebut diindikasikan dengan kehadira mata air yang melimpah dan menunjukan adanya suatu orientasi tertentu. Selain itu, kehadiran patahan ini juga ditunjukan dengan adanya gawir/tebing yang memiliki pola kelurusan.

  1. Lokasi 1: calon lahan evakuasi pada lokasi ini berada di dekat mata air pancuran tujuh dan Talaga Bogo. Di timur laut dari Talaga Bogo terdapat gawir/tebing (Gunung Sapu). Gawir (G. Sapu) ini memiliki kelurusan dengan gawir/tebing  longsoran bulan Juli 2016, dengan arah N 327°E (tenggara-baratlaut). Mata air pancuran tujuh dan Talaga Bogo juga memiliki pola kelurusan dengan arah N 240°E (timurlaut-baratdaya).
  2. Lokasi 2: calon lahan evakuasi ini berada jauh dari komplek struktur geologi. Pada bagian utara dari lokasi ini, terdapat pola kelurusan dengan arah relatif barat-timur.
  3. Lokasi 3: calon lahan evakuasi ini berada di dekat Rawa Pasir angin yang memiliki gawir. Namun secara umum lokasi ini jauh dari komplek struktur geologi.
  •   Keairan:

Kondisi keairan di lokasi gerakan tanah dalam kondisi baik dan melimpah pada musim hujan dan bersumber dari beberapa  situ / danau yang berada di sekitar lokasi lahan evakuasi, yaitu:

  1. Lokasi 1: Mata air pancuran tujuh (air selalu melimpah baik di musim hujan maupun kemarau) dan Talaga Bogo (air melimpah saat musim hujan dan kering saat musim kemarau)
  2. Lokasi 2: mata air dan Danau Talaga Herang (air melimpah saat musim hujan dan mengering saat musim kemarau)
  3. Lokasi 3: Rawa pasir angin (air melimpah saat musim hujan dan kering saat musim kemarau)
  • Tata guna lahan:

Tata guna lahan pada lereng bagian atas atau gawir bagian atas berupa kebun campuran dan hutan yang di dominasi oleh karet dan pohon bambu. Sedangkan pada lereng bagian tengah dan bagian bawah berupa kebun campuran, sawah, pemukiman serta beberapa tempat terdapat danau.

  • Prakiraan gerakan tanah 

Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan Agustus 2017 di Kabupaten Sukabumi (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), lokasi gerakan tanah berada pada zona kerentanan  gerakan tanah menengah - tinggi, artinya pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir/tebing, tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.  

3. Kesimpulan dan Rekomendasi:

Kesimpulan:

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, dapat disimpulkan bahwa:

curug kembar 1

curug kembar 2

 

Rekomendasi: 

Berdasarkan hasil pemeriksaan calon lahan evakuasi, direkomendasikan sebagai berikut:

  1. Dari 3 calon lahan evakuasi, telah disusun prioritas penggunaan lahan sebagai lahan evakuasi berdasarkan kondisi morfologi, litologi, struktur geologi, keairan, kerentanan gerakan tanah, akses dan kenampakan gerakan tanah yaitu sebagai berikut:

1) Prioritas 1: Lokasi 2

2) Prioritas 2: Lokasi 3

3) Prioritas 3: Lokasi 1

  1. Lahan tersebut hanya digunakan sebagai lahan evakuasi dan bukan sebagai lahan untuk bangunan permanen, karena ketiga lahan tersebut berada pada zona kerentanan gerakan tanah menengah – tinggi.
  2. Tidak melakukan pemotongan lereng yang terjal, menata dan menjaga drainase, serta memelihara vegetasi berakar kuat di daerah lereng berkemiringan terjal untuk memperkuat kestabilan lereng.
  3. Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat (BPBD Kabupaten Sukabumi)..

 

curug kembar 3

Gambar 1. Peta lokasi gerakan tanah di Desa Nagrekjaya dan Sekitarnya, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

 

curug kembar 4

Gambar 2.  Peta geologi Desa Nagrekjaya dan Sekitarnya, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

 

curug kembar 5

Gambar 3. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten dan Kota Sukabumi.

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN SUKABUMI

PROVINSI JAWA BARAT 

BULAN AGUSTUS 2017

curug kembar 15

curug kembar 16

 

 

curug kembar 8

Foto 1. Kordinasi dengan warga setempat mengenai calon lahan evakuasi sebelum pemeriksaan calon lahan tersebut di lapangan.

curug kembar 9

Foto 2. Calon lahan evakuasi lokasi 1, Kampung Kepuh, Dusun Telagaherang, Desa Nagrak Jaya, Kecamatan Curug Kembar. Lokasi ini memiliki morfologi bergelombang dengan akses yang terbatas dan berada di dekat mata ait Pancuran Tujuh dan Talaga Bogo

 

curug kembar 10

Foto 3. Talaga Bogo dengan air melimpah saat musim hujan dan kering saat musim kemarau. Pada bagian utara terdapat gawir Gunung sapu.

 

curug kembar 11 

Foto 4. Mata air pancuran tuju yang selalu mengeluarkan air baik musim kemarau maupun musim penghujan. Mata air pancuran tujuh dan Talaga Bogo juga memiliki pola kelurusan dengan arah N 240°E (timurlaut-baratdaya) .

 

curug kembar 12

Foto 5. Calon lahan evakuasi lokasi 2, Kampung Telagaherang, Dusun Telagaherang, Desa Nagrak Jaya (a), Kecamatan Curug Kembar. Lokasi ini tersusun oleh breksi tuf dengan penutup berupa tanah pelapukan (lempung pasiran) setebal 0,5 – 1 meter (b).

 

curug kembar 13

Foto 6. Calon lahan evakuasi lokasi 3, Kampung Pasir Angin, Dusun Citalahap, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sagaranten (a) yang berada di dekat Rawa Pasir Angin yang kering di saat musim kemarau dan melimpah air saat musim hujan (b).

 

curug kembar 14

Foto 7. Kordinasi dengan warga setempat dan BPBD Kabupaten Sukabumi mengenai calon lahan evakuasi setelah pemeriksaan calon lahan tersebut di lapangan.