Tanggapan Bencana Gerakan Tanah Di Kec. Kotabunan, Kab. Bolaang Mongondow Timur Provinsi Sulawesi Utara

Tanggapan gerakan tanah di Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara, berdasarkan pemberitaan dari http://manado.tribunnews.com/2017/07/26/longsoran-batu-besar-menutupi-jalan-kotabunan-selatan pada Rabu, 26 Juli 2017 dan http://www.suarapembaharu.com/2017/08/waspada-material-longsor-kembali-nyaris.html pada Rabu, 2 Agustus 2017 sebagai berikut : 

1. Lokasi dan Waktu Kejadian :

Gerakan tanah terjadi di jalur trans Sulawesi tepatnya di Desa Kotabunan Selatan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Gerakan tanah pertama kali terjadi pada hari Rabu, 26 Juli 2017 dan kembali terjadi pada hari Rabu, 2 Agustus 2017.

 

2. Jenis Gerakan Tanah :

Jenis gerakan tanah berupa jatuhan batu (rock fall).

 

3. Dampak gerakan tanah :

  • Ruas jalan trans Sulawesi tertutup material longsoran berupa batuan.

 

4. Kondisi daerah bencana :
  • Secara umum morfologi Kecamatan Kotabunan berupa punggungan yang memanjang dari arah barat laut – tenggara dengan kemiringan lereng agak terjal – terjal.
  • Berdasarkan Peta Geologi Lembar Manado, Sulawesi Utara (A.C. Efendi dan S.S Bawono, 1997), daerah bencana disusun oleh Batuan Gunungapi yang pada umumnya terdiri dari lava, breksi dan tuf (Tmv).
  • Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Terjadi Gerakan Tanah Provinsi Jawa Tengah bulan Agustus 2017 (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kecamatan Kotabunan termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah Menengah - Tinggi pada daerah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

5. Faktor penyebab terjadinya tanah longsor diperkirakan karena :
  • Kemiringan lereng yang terjal membuat batuan/tanah mudah bergerak,
  • Tingkat pelapukan yang tinggi,
  • Curah hujan yang tinggi dengan durasi lama sebelum kejadian gerakan tanah.

 

6. Rekomendasi:
  • Masyarakat dan pengguna jalan yang melintas harap meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi jalur rawan gerakan tanah;
  • Segera membersihkan material longsoran. Pembersihan material longsoran agar tidak dilaksanakan pada saat dan setelah turun hujan karena dikhawatirkan adanya longsoran susulan yang bisa menimpa petugas kebersihan;
  • Pemasangan rambu rawan bencana gerakan tanah untuk meningkatkan kewaspadaan;
  • Pembuatan dinding penahan lereng, mengatur drainase dan melandaikan lereng;
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah;
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

 

 

 

LAMPIRAN

 

TD Bolmong 1 (140817)

Gambar 1. Peta lokasi gerakan tanah di Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara

 

TD Bolmong 2 (140817)

Gambar 2. Peta geologi Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara

 

TD Bolmong 3 (140817)

Gambar 3. Peta prakiraan wilayah terjadinya gerakan tanah pada bulan Agustus 2017, Provinsi Sulawesi Utara

 

POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR

PROVINSI SULAWESI UTARA

 BULAN AGUSTUS 2017

TD Bolmong 4 (140817)

Keterangan :

TD Bolmong 5 (140817)