Laporan Singkat Bencana Gerakan Tanah Utama Di Desa Badaro, Di Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara

Tanggapan gerakan tanah di Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara, berdasarkan pengamatan dan pemeriksaan tim Tanggap Darurat Badan Geologi didampingi Aparatur Pemerintah Daerah setempat, adalah sebagai berikut :

 1. Lokasi dan Waktu Kejadian :

Lokasi gerakan tanah utama terjadi di Jalan trans Sulawesi yang menghubungkan antara Desa Badaro dan Desa Tobongon, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara, secara geografis terletak pada  koordinat 124° 25' 18,9" BT dan 00° 40' 37,4" LS dengan ketinggian 602 meter dpl. Gerakan tanah terjadi pada hari Kamis, 6 Juli 2017 pukul 01.30 WITA.

 2. Jenis dan Dimensi Gerakan Tanah :

Jenis gerakan tanah berupa longsoran/amblasan pada badan jalan dengan mekanisme rotasi. Dimensi gerakan tanah adalah tinggi +/- 25 meter, lebar +/- 40-60 meter, panjang aliran +/-150 meter, dengan arah longsoran N 250o E, arah retakan di N 30o E.

3. Dampak Gerakan Tanah :

  • Jalur trans Sulawesi Jalan Nasional antara Desa Badaro dan Desa Tobongon Kecamatan Modayag putus total tidak bisa dilalui.
  • Satu unit toyota kijang milik Jhon Lumakow Warga Motoling Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan 2 (dua) motor yang saat itu melintas di jalur tersebut terbawa longsoran tanah, namun tidak ada korban jiwa.

 4. Kondisi daerah bencana :

  • Secara umum morfologi Kecamatan Modayag berupa perbukitan relief kasar dengan kemiringan lereng terjal – curam >45o. Lokasi gerakan tanah berada pada ketinggian 600-650 meter dpl.
  • Litologi lokasi berupa perlapisan lava dan tuff bewarnah kuning, coklat dan merah bata yang telah mengalami pelapukan lanjut. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Kotamobagu, Sumatera (Apandi & Bachri, 1997) daerah lokasi gerakan tanah di Kecamatan Modayag tersusun oleh batuan dari Batuan Gunungapi Bilungala (Tmbv) yang terdiri dari breksi, tuf dan lava bersusunan andesit, dasit dan riolit. Zeolit dan kalsit sering dijumpai pada kepingan batuan penyusun breksi. Tuf umumnya bersifat dasitan, agak kompak dan berlapis buruk di beberapa tempat. Di daerah pantai selatan dekat Bilungala, satuan ini didominasi oleh lava dan breksi yang umumnya berkomposisi dasit, dan dicirikan oleh warna alterasi kuning sampai coklat, mineralisasi pirit, perekahan yang intensif, serta banyak dijumpai batuan terobosan diorite. Propilitisasi, kloritisasi dan epidotisasi banyak dijumpai pada lava. Tebal satuan diperkirakan lebih dari 1000 meter, sedang umumnya berdasarkan kandungan fosil dalam sisipan batugamping adalah Miosen Bawah – Miosen Akhir. Keairan dijumpai adanya alur dan mata air pada daerah longsoran.
  • Tataguna lahan lokasi gerakan tanah adalah ladang dan kebun campuran serta hutan pada bagian atas.
  • Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Terjadi Gerakan Tanah Provinsi Sulawesi Utara bulan Juli 2017 (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kecamatan Modayag termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah Menengah – Tinggi artinya pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

5. Penyebab Gerakan Tanah

 Berdasarkan kajian yang dilakukan, faktor-faktor penyebab terjadinya gerakan tanah adalah :

  • Tingkat pelapukan batuan yang lanjut menyebabkan batuan menjadi sarang, lunak serta mudah luruh jika terkena air.
  • Kemiringan lereng yang terjal, berupa perbukitan berelief kasar.
  • Curah hujan dengan intensitas tinggi sebelum kejadian memicu gerakan tanah.
  • Kondisi keairan menunjukan adanya alur air pada lokasi gerakan tanah

 6. Mekanisme Gerakan Tanah

Hujan deras dengan waktu cukup lama, membuat air permukaan (air   hujan) masuk ke dalam tanah melalui ruang antar butir dan retakan-retakan, sehingga tanah pelapukan menjadi jenuh air, menyebabkan bobot masanya bertambah dan kuat gesernya menurun. Akibatnya tanah/batuan menjadi tidak stabil, sehingga terjadilah gerakan tanah pada areal tersebut.

 7. Rekomendasi:

  • Membuat jalan alternatif dengan menggeser jalan memotong lokasi longsor dengan syarat memenuhi nilai keamanan kestabilan lereng dan kekuatan tanah. Jalan tersebut sebaiknya dengan konstruksi beton.
  • Alur sungai dan mata air diarahkan supaya tidak mengerosi bagian bawah badan jalan atau kaki lereng dengan membuat saluran drainase dan gorong-gorong.
  • Perkuatan dinding lereng dan perbaikan saluran drainase permukaan supaya air tidak masuk ke area longsoran di sepanjang lereng.
  • Meningkatkan kesiapsiagaan pada saat dan setelah turun hujan karena masih berpotensi terjadi longsoran susulan.
  • Waspada bagi pengguna jalan terhadap banyaknya titik longsor di sepanjang jalan Kotamobagu ke arah Ibukota Bolaang Mongondow Timur. Kawasan tersebut masih berpotensi terjadi longsoran susulan karena pada bagian atas badan jalan masih retak-retak sehingga masyarakat dan pengguna jalan tidak melintasi area yang retak-retak dan menjauhi area longsoran jika terjadi hujan;
  • Memasang Rambu Peringatan bahaya longsor
  • Masyarakat agar ikut memantau munculnya retakan baru, jika retakan bertambah lebar segera melaporkan ke Pemerintah Daerah.
  • Meningkatkan sosialisasi dan dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat.

 

 

badaro 1

Gambar 1. Peta lokasi gerakan tanah di Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur

 

badaro 2

Gambar 2.   Peta geologi daerah Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Apandi & Bachri, 1997).

 

badaro 3

Gambar 3.   Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Djadja & Triana, 2013).

 

badaro 4

Gambar 4.   Peta Situasi Gerakan Tanah di Desa Badaro, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur

 

badaro 5

Gambar 5.   Penampang Gerakan Tanah A - B

 

badaro 6

Gambar 6. Peta Prakiraan Potensi Gerakan Tanah Provinsi Sulawesi Utara Bulan Juli 2017 (PVMBG, 2017)

 

badaro 7

badaro 8

badaro 9

badaro 10

 

DAFTAR FOTO SURVEI

badaro 11

badaro 12

Foto 1. Koordinasi dan Sosialisasi dengan BPBD Kabupaten

Bolaang Mongondow Timur.

 

badaro 13

Foto 2. Lokasi Longsor dan Potensi di sepanjang jalan nasional menuju Ibukota

Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

badaro 14

Foto 3. Penampakan Longsor dari sisi Barat Laut.

badaro 15

Foto 4. Penampakan Longsor dari sisi Tenggara

badaro 16

Foto 5. Penampakan jalan yang amblas di daerah Badaro, Kecamatan Modayag.

badaro 17

Foto 6. Posisi aspal yang terlongsorkan, dengan tinggi tebing  +/- 25 meter.