Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

Laporan  singkat  hasil  pemeriksaan  lapangan  Tim Tanggap Darurat Gerakan Tanah di Desa Girimukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, sebagai berikut :

 1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:

Lokasi gerakan tanah di desa ini berada pada 2 lokasi, yaitu:

  1. Kampung Bolang, Dusun Bolang, Desa Girimukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Gerakan tanah ini terletak pada koordinat : 107° 6' 28" BT dan 06° 56' 18" LS. Gerakan tanah pada lokasi ini mulai terjadi pada bulan Mei 2017 dan terus berkembang hingga saat pemeriksaan.
  2. Kampung Margalaksana, Dusun Bolang, Desa Girimukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Gerakan tanah ini terletak pada koordinat : 107° 5' 36" BT dan 06° 51' 32" LS. Gerakan tanah pada lokasi ini terjadi pada tanggal 10 Juni 2017, setelah turun hujan deras dan lama

 

2. Dampak Gerakan Tanah :
  1. Kampung Bolang, Dusun Bolang, Desa Girimukti.
  2. Gerakan tanah ini mengakibatkan :
  • 1 rumah rusak dan terancam
  • 80 rumah terancam
  1. Kampung Margalaksana, Dusun Bolang, Desa Girimukti.

Gerakan tanah ini mengakibatkan :

  • 12 rumah dam 1 masjid terancam
3. Kondisi daerah bencana :
  • Morfologi :

Secara umum Dusun Bolang memiliki morfologi yang berupa perbukitan bergelombang. Kemiringan lereng perbukitan berkisar 15° – 35°. Pada lembah terdapat aliran sungai.

  • Geologi :

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Cianjur, Jawa (Sudjatmiko, P3G, 1972) batuan penyusun daerah bencana berupa breksi andesit piroksen bersisipan dengan lava andesit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan lokasi bencana diketahui bahwa bagian permukaan berupa tanah pelapukan dengan tingkat pelapukan tinggi, terdiri dari material endapan yang berukuran lempung hingga pasir halus. Tanah pelapukan di lokasi ini berupa lempung pasiran, dengan warna coklat, lunak, dan porous, dengan ketebalan 2 – 5 meter.  Di bawah tanah pelapukan terdapat batuan dasar yang berupa breksi  dengan fragmen berupa andesit, lapuk sedang dan aliran lava andesit yang diperkirakan hadir sebagai sisipan. Diperkirakan batas antara tanah pelapukan dengan breksi andesit dan lava andesit ini merupakan bidang gelincir dari material longsoran.

  • Tata Guna Lahan :

Tata guna lahan daerah bencana berupa kebun singkong dan kebun campuran pada lereng bagian atas, pemukiman pada lereng bagian tengah dan persawahan pada lereng bagian tengah dan bawah.

  • Keairan :

Sumber air  di daerah bencana berasal dari mata air dan sumur bor. Kedalaman sumur bor rata-rata sekitar 10 meter.

  • Kerentanan Gerakan Tanah :

Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Gerakan Tanah Kabupaten Cianjur (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) pada Bulan Juni 2017, daerah bencana termasuk pada daerah berpotensi gerakan tanah menengah-tinggi artinya pada daerah ini mempunyai tingkat kerentanan menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah terutama  pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

4. Kondisi Gerakan Tanah :
  
a. Kampung Bolang, Dusun Bolang, Desa Girimukti.

Jenis gerakan tanah yang terjadi di Kampung Bolang, Dusun Bolang, Desa Girimukti ini berupa rayapan (creeping). Terdapat beberapa titik pergerakan tanah yang semuanya mengarah ke arah lembah.

Pergerakan tanah pada lereng barat ditunjukan dengan adanya retakan-retakan yang berarah N12°E ke arah lembah dengan lebar 10-15 cm. Terdapat pergeseran tanah sebesar 10-20 cm.

b. Kampung Margalaksana, Dusun Bolang, Desa Girimukti

Jenis gerakan tanah yang terjadi di Kampung Margalaksana, Dusun Bolang, Desa Girimukti ini berupa longsoran material rombakan yang berada pada tebing yang berada di sisi jalan dan tebing pada lereng bukit dengan arah N 175°E.  Longsoran pada tebing di sisi jalan memiliki lebar mahkota sekitar 15 m, tinggi sekitar 5 m, dan panjang landaan sekitar 5 meter. Sedangkan longsoran di lereng bukit memiliki lebar sekitar 16 m, tinggi sekitar 4 m, dan panjang landaan sekitar 13 m. Longsoran relatif berarah ke tenggara. 

5. Faktor penyebab gerakan tanah:

Secara umum, faktor penyebab gerakan tanah pada kedua lokasi tersebut adalah:

  • Curah hujan dengan intensitas tinggi dan lama yang turun sebelum gerakan tanah terjadi semakin memicu terjadinya gerakan tanah;
  • Sifat tanah pelapukan yang sarang dan mudah luruh jika terkena air,
  • Bidang lemah berupa kontak antara tanah pelapukan yang bersifat sarang dengan batuan di bawahnya (breksi dan lava andesit) yang bersifat lebih kedap air;
  • Buruknya sistem drainage mengakibatkan banyaknya air permukaan (air hujan, limbah rumah tangga, dan air kolam ikan) yang meresap ke dalam tanah melalui pori tanah akan meningkatkan beban pada lereng, sehingga membuat lereng menjadi tidak stabil;
  • Lereng bukit yang curam;
  • Perubahan tata guna lahan dari tanaman berakar dalam menjadi kebun singkong di sekitar lokasi bencana.
6. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah:
 
a. Kampung Bolang, Dusun Bolang, Desa Girimukti

Gerakan tanah di Kampung Bolang, Dusun Bolang, Desa Girimukti ini terjadi pada lokasi yang disusun oleh tanah pelapukan bersifat sarang, yaitu mudah menyerap air. Curah hujan yang tinggi dan aliran air permukaan meresap dan menjenuhi tanah permukaan, sehingga terjadi penjenuhan dan peningkatan bobot massa tanah. Kondisi ini menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan air pori dan berkurangnya daya ikat tanah. Retakan-retakan yang terjadi dan aliran air permukaan yang masuk dan meresap ke dalam retakan, serta perubahan tata guna lahan di atas bukit menjadi kebun singkong dan lereng bagian atas menyebabkan air yang meresap ke dalam tanah semakin banyak, sehingga gerakan tanah semakin intensif.

b. Kampung Margalaksana, Dusun Bolang, Desa Girimukti

Gerakan tanah di Kampung Margalaksana, Dusun Bolang, Desa Girimukti ini terjadi pada lokasi yang disusun oleh tanah pelapukan bersifat sarang, yang mudah menyerap air. Curah hujan yang tinggi dan aliran air permukaan meresap dan menjenuhi tanah permukaan, sehingga terjadi penjenuhan dan peningkatan bobot massa tanah. Kondisi ini menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan air pori dan berkurangnya daya ikat tanah. Lereng bukit yang curam (20-35) menyebabkan tanah yang jenuh air mudah bergerak dengan cepat. Perubahan tata guna lahan di atas bukit  menjadi kebun singkong dan lereng bagian atas menyebabkan air yang meresap ke dalam tanah semakin banyak, sehingga gerakan tanah semakin intensif.

7. Kesimpulan dan Rekomendasi Teknis

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, dapat disimpulkan bahwa:

  • Daerah bencana baik Kampung Bolang, Dusun Bolang, Desa Girimukti maupun Kampung Margalaksana, Dusun Bolang, Desa Girimukti berada pada zona kerentanan gerakan tanah menengah – tinggi. Kampung Margalaksana, Dusun Bolang, Desa Girimukti pernah mengalami gerakan tanah aliran bahan rombakan pada tahun 2008. Pada waktu itu seluruh penduduk telah direlokasi, tetapi saat ini mereka telah menempati kembali Kampungnya. Gerakan tanah lama tersebut berpotensi untuk aktif kembali, terutama apabila hujan turun dengan intensitas tinggi dan lama.

Rekomendasi Teknis :

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, maka direkomendasikan sebagai berikut :

a. Kampung Bolang, Dusun Bolang, Desa Girimukti.

  • Selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah turun hujan lebat, warga yang bertempat tinggal pada rumah terancam sebaiknya mengungsi ke tempat yang aman;
  • Menata dan memperbaiki aliran air permukaan/drainase dengan konstruksi/bahan yang kedap air agar air tidak menjenuhi tanah atau meresap ke bawah permukaan yang dapat mempercepat terjadinya gerakan tanah;
  • Memantau dengan intensif perkembangan retakan yang terjadi dan melaporkannya kepada instansi yang berwenang. Apabila terdapat retakan, diharap segera menutup retakan dengan tanah lempung yang dipadatkan (bukan pasir) untuk menghindari peresapan air secara cepat ke dalam tanah;
  • Untuk memperlambat peresapan air dan mengantisipasi terjadinya perkembangan gerakan tanah agar segera dilakukan:
  • Menata aliran air permukaan menjauh dari retakan.
  • Segala aktivitas hendaknya selalu dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan jiwa.
  • Mengurangi pembebanan tanah akibat penjenuhan dengan tidak mencetak areal persawahan, lahan basah dan kolam pada lereng.
    • Tidak melakukan pemotongan lereng yang tegak dan tinggi karena tanah pelapukan di daerah ini bersifat lepas yang mudah goyah jika lereng diganggu;
    • Mengganti tanaman singkong yang berada di pada lereng dan atas bukit dengan tanaman lain yang memiliki akar tunggang dan kuat;
    • Mempertahankan tanaman berakar kuat dan dalam, guna mempertahankan kestabilan lereng.
    • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.
  • Tidak mengembangkan permukiman mendekat ke arah tebing;
  • Agar masyarakat mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah setempat.

 

 

b. Kampung Margalaksana, Dusun Bolang, Desa Girimukti

  • Selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah turun hujan lebat, warga yang bertempat tinggal pada rumah terancam sebaiknya mengungsi ke tempat yang aman;
  • Merelokasi 12 rumah terancam gerakan tanah ke tempat yang aman karena posisinya berada tepat dibawah tebing dan setelah direlokasi diharapkan tidak kembali ke lokasi awal;
  • Menata dan memperbaiki aliran air permukaan/drainase dengan konstruksi/bahan yang kedap air agar air tidak menjenuhi tanah atau meresap ke bawah permukaan yang dapat mempercepat terjadi gerakan tanah;
  • Memperbaiki saluran air atau kolam yang tidak kedap air menjadi konstruksi yang kedap air.
    • Tidak melakukan pemotongan lereng yang tegak dan tinggi karena tanah pelapukan di daerah ini bersifat lepas yang mudah goyah jika lereng diganggu;
    • Mengganti tanaman singkong yang berada pada lereng dengan tanaman lain yang memiliki akar tunggang dan kuat;
    • Mempertahankan tanaman berakar kuat dan dalam, guna mempertahankan kestabilan lereng.
    • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.
  • Tidak mengembangkan permukiman mendekat ke arah tebing;
  • Agar masyarakat mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah setempat.

 

campaka

Gambar 1. Peta Petunjuk Lokasi Gerakan Tanah di Desa Girimukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

 

campaka2

Gambar 2. Peta Geologi di Daerah Desa Girimukti, Kecamatan Campaka,  Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

 

campaka3

campaka4

Gambar 3. Peta Situasi dan Penampang Gerakan Tanah di Kampung Bolang, Dusun Bolang, Desa Girimukti. Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur

 

campaka5

campaka6

campaka7

Gambar 4. Peta Situasi dan Penampang Gerakan Tanah di Kampung Margalaksana, Dusun Bolang, Desa Girimukti. Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur

campaka8

Gambar 5. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Cianjur di Daerah Kampung Bolang, Dusun Bolang, Desa Girimukti. Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH DI KABUPATEN CIANJUR

PROVINSI JAWA BARAT BULAN JUNI 2017

campaka9

campaka10

 

campaka11

Foto 1. Gerakan tanah tipe rayapan di Kampung Bolang, Dusun Bolang, Desa Girimukti yang bergerak relatif ke arah selatan atau ke arah lembah (kiri atas) yang mengakibatkan 1 rumah warga rusak dan jalan kampung retak-retak (kiri bawah).

 

campaka12

Foto 2. Tata guna lahan di Kampung Margalaksana, Dusun Bolang, Desa Girimukti yang secara umum berupa lahan persawahan pada lereng bagian bawah, pemukiman pada lereng bagian tengan dan kebun singkong dan campuran pada lereng bagian atas dan tengah.

 

campaka13

Foto 3. Longsoran di Kampung Margalaksana, Dusun Bolang, Desa Girimukti yang berada pada sisi jalan kampung (lereng bagian bawah) yang mengakibatkan 12 rumah dan 1 masjid terancam serta jalan kampung tertutup material longsoran. 12 rumah terancam tersebut direkomendasikan untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman.

 

campaka14

Foto 4. Longsoran di Kampung Margalaksana, Dusun Bolang, Desa Girimukti yang berada lereng bagian tengah. Longsoran ini juga mengancam 12 rumah dan 1 masjid yang berada di bawahnya.

 

campaka15

Foto 5. Singkapan batuan dasar pada lokasi gerakan tanah yang berupa

breksi andesit dengan sisipan lava andesit.

 

campaka16

Foto 6. Persiapan Tim Tanggap Darurat Gerakan Tanah dari Badan Geologi dan

BPBD Kabupaten Cianjur sebelum menuju lokasi gerakan tanah

 

campaka17

Foto 7. Sosialisasi dari Badan Geologi kepada pemerintah daerah setempat paska pemeriksaan gerakan tanah di Desa Girimukti, Kecamatan Campaka,

Kabupaten Cianjur