Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tana Di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat

Laporan singkat hasil pemeriksaan tim pasca bencana gerakan tanah di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat berdasarkan surat permintaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat dengan nomor 360/122-BPBD, sebagai berikut:

 1. Lokasi bencana dan waktu kejadian:

Gerakan tanah terjadi di Perumahan ASABRI, Kp. Cinangsi RT 04 RW 02, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Secara geografi terletak pada koordinat  06° 57’ 06,6” LS dan 107° 27’ 47,7” BT. Gerakan tanah pertama kali terjadi pada tanggal 2 April 2015 dan masih terjadi sampai sekarang.

Lokasi gerakan tanah pernah diperiksa oleh tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada tanggal 8 April 2015 dengan keluarnya Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah nomor 1264/45/BGL.V/2015 dan pada tanggal 20 November 2015 dengan keluarnya Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah nomor 3406/45/BGL.V/2015.2. Dampak Gerakan Tanah

Menurut laporan BPBD Kab. Bandung Barat pada hari Jum’at, 10 April 2015, gerakan tanah mengakibatkan:

-     22 rumah rusak

-     49 rumah terancam gerakan tanah

Pada saat pemeriksaan terakhir, pihak BPBD Kabupaten Bandung Barat telah melakukan upaya mitigasi sesuai rekomendasi sebelumnya, diantaranya:

-     Membuat bronjong penahan tebing;

-     Penghijauan/menanam pohon yang berakar kuat dan mengikat di lokasi longsoran;

-     Memperbaiki saluran air dengan cara membuat drainase di lokasi longsoran, tetapi masih ada drainase yang tidak kedap air sehingga air permukaan langsung meresap ke dalam tanah;

-     Memperbaiki akses jalan dengan cara pengecoran;

-     Merelokasi 14 rumah ke tempat yang lebih aman.

 3. Kondisi daerah bencana:

  • Morfologi:

Secara umum morfologi Kampung Cinangsi dan sekitarnya merupakan daerah perbukitan dengan kemiringan lereng terjal sampai sangat terjal (30° - 45°). Daerah bencana berada pada ketinggian lebih dari 750 meter diatas permukaan laut.

  • Geologi:

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Cianjur (Sujatmiko, 1972) daerah bencana tersusun oleh endapan-endapan danau bersifat tufaan (Qa), andesit (a) dan batuan gunungapi yang terdiri dari breksi tufaan, lava, batupasir dan konglomerat (Pb).

Berdasarkan pengamatan di lokasi bencana, batuan dasar penyusun daerah tersebut berupa tuf dengan tanah pelapukan pasir tufaan yang berwarna coklat kemerahan, lunak, porous dengan ketebalan 2 - 4 meter. Batas antara tanah pelapukan dan batuan dasar diperkirakan sebagai bidang gelincir.

  •    Keairan:

Berdasarkan informasi warga setempat, kedalaman muka air tanah di sekitar lokasi bencana berkisar antara 10 – 15 meter, air permukaan pada daerah ini sangat baik dan mengalir cukup deras pada musim hujan.

  • Tata guna lahan:

Tataguna lahan pada lereng bagian berupa kebun campuran dan semak belukar, pada lereng bagian tengah berupa permukiman dan jalan sedangkan pada lereng bagian bawah berupa kebun campuran dan permukiman.

  • Kerentanan gerakan tanah

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Bandung Barat daerah Kp. Cinangsi masuk ke dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah artinya pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Pada zona ini gerakan tanah lama dapatr aktif kembali.

Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah di Provinsi Jawa Barat bulan April 2017 (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kecamatan Cililin termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah menengah sampai tinggi artinya pada daerah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir,  tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

4.    Kondisi Gerakan Tanah

Gerakan tanah yang terjadi di Kp. Cinangsi berupa longsoran bahan rombakan dan rayapan. Pada saat pemeriksaan, terdapat bekas longsoran bahan rombakan yang masih baru yang terdapat pada lereng bagian atas. Longsoran bahan bahan memiliki lebar longsor sekitar 10 meter dengan ketinggian 5 – 6 meter. Arah longsoran adalah N 310° E atau relatif ke arah barat laut.

Gerakan tanah jenis rayapan terjadi pada lereng bagian tengah. Gerakan tanah ini masih berkembang sampai sekarang, hal ini bisa dilihat munculnya retakan-retakan baru pada rumah-rumah warga.

 5. Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah:

 Secara umum gerakan tanah disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:

  • Sifat tanah pelapukan yang gembur dan sarang dengan kemampuan meloloskan air yang tinggi dan berada di atas batuan yang lebih kedap air. Kontak antara keduanya diperkirakan sebagai bidang gelincir,
  • Lereng yang terjal menyebabkan lereng kurang stabil,
  • Arah kemiringan lapisan batuan searah dengan arah kemiringan lereng sehingga tanah mudah bergerak,
  • Bangunan tembok/permanen menjadi beban bagi lereng, sehingga stabilitas lereng makin terganggu. Bangunan yang cocok untuk wilayah ini adalah bangunan yang berstruktur ringan,
  • Curah hujan tinggi dan berlangsung lama.

1.  Mekanisme gerakan tanah

Gerakan tanah terjadi pada lokasi yang disusun oleh tanah pelapukan bersifat sarang dan berada di atas batuan dasar yang bersifat lebih kedap air. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan lereng menjadi jenuh air dan terjadi peningkatan bobot massa tanah. Kondisi ini menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan air pori dan berkurangnya daya ikat tanah. Ditambah dengan kemiringan lereng terjal serta arah kemiringan batuan dasar yang searah dengan arah kemiringan lereng menyebabkan tanah mudah bergerak untuk mencari kesetimbangan baru sehingga terjadi longsoran bahan rombakan, serta berkembang menjadi gerakan tanah tipe rayapan pada areal permukiman mengakibatkan terjadinya retakan pada rumah-rumah warga.

6. Rekomendasi:

Berdasarkan pemeriksaan terkahir, dan telah dilakukannya upaya mitigasi oleh pemerintah daerah setempat, pemukiman di sekitar lokasi bencana  tidak perlu direlokasi, dengan syarat:

  • Kepada masyarakat yang masih tinggal di Kampung Cinangsi RT 04 RW 02 serta yang bermukim di bawahnya supaya meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gerakan tanah dan mengungsi ke tempat yang lebih aman pada saat dan setelah hujan deras yang berlangsung lama, karena wilayah permukiman ini masih berpotensi untuk terjadi gerakan tanah;
  • Masyarakat agar tidak beraktivitas pada lokasi longsoran dan retakan terutama diatas, pada dan dibawah tebing yang terjal;
  • Membuat saluran drainase yang kedap air di atas dan di bawah bronjong serta dialirkan menjauhi lereng;
  • Saluran drainase yang sudah ada dan  tidak kedap air agar dibuat menjadi kedap air;
  • Selalu memantau retakan dan jika muncul retakan baru agar segera ditutup dengan tanah lempung yang dipadatkan, supaya air tidak masuk ke dalam retakan;
  • Masyarakat segera melaporkan ke pemerintah setempat, apabila retakan di sekitar lokasi bencana terus berkembang;
  • Masyarakat agar selalu mengikuti arahan BPBD dan pemerintah daerah setempat.

 

cililin

Gambar 1. Peta lokasi gerakan tanah di Kp. Cinangsi, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat

 

cililin 1

Gambar 2. Peta geologi Kecamatan Cililin dan sekitarnya, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat

 

cililin 2

Gambar 3. Peta prakiraan wilayah terjadinya gerakan tanah pada bulan April 2017, Kabupaten Bandung Barat

 

cililin 3 cililin 4  

cililin 5

Gambar 4. Peta situasi gerakan tanah di Kp. Cinangsi, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Cililin,  Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat

 

cililin 6

Gambar 5. Penampang gerakan tanah di Kp. Cinangsi, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Bar


 

 

 cililin 7

Foto 1. Longsoran bahan rombakan pada lereng bagian atas di Kp. Cinangsi, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Hal ini menunjukkan bahwa daerah bencana masih belum stabil dan rawan terjadinya gerakan tanah. 

 

 

cililin 8

Foto 2. Gerakan tanah tipe rayapan di Kp. Cinangsi, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Hal ini ditandai dengan munculnya retakan pada rumah-rumah warga.

 

cililin 9

Foto 3. Arah kemiringan batuan dasar yang searah dengan kemiringan lereng yang membuat tanah/batuan mudah bergerak.

 

 

cililin 10

Foto 4. Saluran drainase yang tidak kedap air menyebabkan air permukaan dan air hujan langsung meresap ke dalam lereng sehingga membuat lereng jenuh air. Diharapkan agar saluran drainase dibuat menjadi kedap air.

 

 

cililin 11

Foto 5. Dinding penahan lereng yang telah dibuat di Kp. Cinangsi, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Agar dibuat saluran drainase yang kedap air pada bagian bawah bronjong dan mengalirkannya menjauhi lereng. 

 

 

cililin 12

Foto 6. Sosilisasi dan koordinasi tim PVMBG kepada BPBD Kabupaten Bandung Barat dan warga Kp. Cinangsi mengenai mitigasi gerakan tanah di Kp. Cinangsi, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.