Laporan Singkat Bencana Gerakan Tanah Kecamatan Munte, Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara

Laporan tim tanggap darurat gerakan tanah di Kecamatan Munthe, Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara, sebagai berikut:

1. Lokasi dan waktu kejadian :

Desa Kutambaru, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo secara geografis terletak pada koordinat: 03° 2’ 16,4” Lintang Utara dan 98° 24’ 18,1” Bujur Timur. Arah longsoran N 115° E. Terjadi pada tanggal 17 Februari 2017, jam 10.15 WIB.

 

2. Kondisi bencana dan dampak yang ditimbulkan :

Gerakan tanah yang terjadi di Desa Kutambaru Kecamatan Munthe, Kabupaten Karo berupa amblasan/subsidence dengan tinggi 15 m, pada tebing jalan antara Desa Kutambaru ke Kecamatan Juhar dengan kemiringan lereng 61°. Longsoran ini terjadi pada tanggal 17 Februari 2017 dengan arah gerak N 326º E yang mengakibatkan terputusnya jalan dan 1 bangunan PAUD hancur/hilang, serta 3 Rumah dan 1 gereja terancam.

 

3. Kondisi daerah bencana :

  • Secara umum topografi di sekitar lokasi gerakan tanah berupa perbukitan bergelombang dengan ketinggian lebih dari 1000 m di atas permukaan laut.
  • Berdasarkan Peta Geologi Lembar Medan, Sumatera Utara (Cameron dkk., 1982) batuan penyusun di daerah bencana berupa batuan gunungapi Tufa Toba (Qvt) yang terdiri dari tufa riodasit yang sebagian terelaskan.
  • Berdasarkan Peta Prakiraan Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan Maret 2017 di Provinsi Sumatera Utara (Badan Geologi), daerah bencana termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah menengah. Artinya, daerah tersebut mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

 

4. Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah :

  • Curah hujan yang tinggi dengan durasi lama sebelum terjadi gerakan tanah.
  • Sifat tanah pelapukan dengan ketebalan 1-5 m yang sarang dan mudah luruh jika terkena air.
  • Gempabumi yang terjadi hari Jumat (10/2/2017) dinihari berkekuatan 4,5 skala Richter (SR) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara dengan kedalaman gempa berada di 10 km di bawah permukaan laut.
  • Gempa terjadi lagi di Karo ini terjadi pada pukul 03.39 WIB, Selasa (14/2/2017). Pusat gempa berada di 3,35 LU-98,50 BT atau 23 Km sebelah Barat Daya Deli pada kedalaman 10 Km.
  • Drainage yang tidak kedap air, sehingga air mudah meresap ke dalam tanah. membuat tanah jenuh air sehingga berpotensi terjadinya longsor.
  • Adanya mata air yang meresap ke dalam tanah melalui pori tanah yang meningkatkan beban pada lereng, sehingga membuat lereng menjadi tidak stabil dan terjadilah longsor.
  • Kemiringan lereng yang terjal rata-rata >30°
  • Perubahan tata guna lahan dari hutan menjadi kebun campuran berupa kopi, coklat, dan lain-lain yang tidak mempunyai akar dalam.

 

5. Mekanisme terjadi gerakan tanah

Gerakan tanah dipicu oleh terjadinya gempa bumi pada tanggal 10 dan 14 Februari 2017, tanah pelapukan yang tebal, poros, lapuk, kemiringan lereng yang terjal serta hujan deras dalam waktu yang lama menyebabkan air hujan sebagian meresap ke dalam tanah melalui retakan dan ruang antar pori. Hal ini menyebabkan tanah menjadi jenuh air sehingga tanah menjadi gembur dan berat masa tanahnya bertambah serta kuat gesernya menurun, ditambah kurangnya akar tanaman keras yang dapat mengikat tanah pada lereng menyebabkan tanah menjadi tidak stabil dan terjadilah longsor yang materialnya menimbun jalan raya dari Desa Kutambaru, Kecamatan Munte ke Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo.

 

6. Kesimpulan dan Rekomendasi

a. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Gerakan yang terjadi berupa amblesan. Gerakan tanah terjadi pada tebing terjal (>30°) pada tanah pelapukan tebal (1-5 meter) dan sarang yang berada diatas endapan tufa toba.
  • Masih berpotensi terjadinya longsor susulan, terutama pada saat maupun setelah hujan deras yang berlangsung lama.
  • Gempa bumi yang terjadi pada tanggal 10 dan 14 Februari 2017 di Kabupaten Karo merupakan pemicu terjadinya longsor.
  • Curah hujan ekstrim dengan durasi lama memicu terjadinya longsor.
  • Perubahan tata guna lahan dari hutan menjadi kebun campuran (kopi, coklat, dan lain-lain) yang mempunyai akar pendek menyebabkan tanah menjadi gembur dan mudah longsor.
  • Adanya mata air yang mengalir pada saluran yang tidak kedap menyebabkan tanah menjadi jenuh air sehingga tanah menjadi gembur dan berat masa tanahnya bertambah serta kuat gesernya menurun. 

b.  Rekomendasi

  • Tidak melakukan penggalian, pemotongan lereng dan menebang pohon-pohon pada lereng.
  • Memelihara vegetasi berakar dalam di daerah lereng berkemiringan terjal untuk memperkuat kestabilan lereng.
  • Tidak beraktivitas di sekitar tebing terutama pada saat hujan deras dan berlangsung lama.
  • Tidak mendirikan bangunan pada jarak yang terlalu dekat dengan tebing.
  • Tidak melakukan pemotongan lereng yang tegak dan tinggi karena tanah pelapukan di daerah ini cukup tebal dan bersifat lepas yang mudah longsor jika lereng diganggu.
  • Pemasangan rambu-rambu rawan bencana longsor di jalan untuk meningkatkan kewaspadaan
  • Masyarakat dan pengguna jalan yang melintas harap meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi jalur rawan longsor
  • Menata aliran air permukaan pada lereng bagian atas agak tidak masuk ke dalam tanah dan membuat tanah jenuh air sehingga berpotensi terjadinya longsor.
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat.

 

 

LAMPIRAN

 

Munte 1 (190417)

Gambar 1 Peta Lokasi Gerakan Tanah di Desa Kutambaru, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo

 

Munte 2 (190417)

Gambar 2  Peta Geologi  Desa Kutambaru. Kecamatan Munte dan sekitarnya, Kabupaten Karo

 

Munte 3 (190417)

Gambar 3 Peta prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah pada bulan Maret 2017, Provinsi Sumatera Utara


WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN KARO

PROVINSI SUMATERA UTARA

 BULAN MARET 2017

Munte 4 (190417)

Keterangan :

Munte 5 (190417)

 

Munte 6 (190417)

Gambar 4 Peta situasi gerakan tanah di Desa Kutambaru, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo, Sumatera Utara

 

Munte 7 (190417)

Gambar 4 Sketsa Penampang gerakan tanah di Desa Kutambaru, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo, Sumatera Utara

 

FOTO-FOTO GERAKAN TANAH

 Desa Kutambaru, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo, Sumatera Utara

Munte 8 (190417)

Foto 1. Peninjauan lokasi longsor di Desa Kutambaru, Kecamatan Munte bersama Camat Munte dan BPBD Karo.

 

Munte 9 (190417)

Foto 2. Longsor berupa amblesan dengan kedalaman mencapai 15 meter.

 

Munte 10 (190417)

Foto 3. Longsoran amblesan di Desa Kutambaru, Kec. Munte mengakibatkan 1 bangunan PAUD hilang, 3 rumah dan 1 gereja terancam.

 

Munte 11 (190417)

Foto 4. Hasil penggunaan drone di lokasi Longsor di Desa Kutambaru, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo, Sumatera Utara