Laporan Singkat Bencana Gerakan Tanah Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara

Laporan tim tanggap darurat gerakan tanah di Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, sebagai berikut:

1. Lokasi dan waktu kejadian:

Desa Ketawaren, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo secara geografis terletak pada koordinat: 02° 59’ 23,8” Lintang Utara dan 98° 16’ 56,9” Bujur Timur. Gerakan tanah ini terjadi sekitar tanggal 4-6 Januari 2017.

 

2. Kondisi bencana dan dampak yang ditimbulkan :

Gerakan tanah yang terjadi berupa longsoran bahan rombakan dengan tinggi 50 m, pada tebing perbukitan dengan kemiringan lereng >30° dengan arah gerak N 242º E. Longsoran ini terjadi lereng bagian atas pemukiman sehingga mengancam 55 KK dan 185 jiwa.

 

3. Kondisi daerah bencana :

  • Secara umum topografi di sekitar lokasi gerakan tanah berupa perbukitan bergelombang dengan ketinggian lebih dari 850 m di atas permukaan laut.
  • Berdasarkan Peta Geologi Lembar Sidikalang, Sumatera Utara (Aldis dkk., 1983) batuan penyusun daerah bencana ialah Formasi Kluet yang terdiri dari batupasir metakuarsa, metaklake, batusabak dan filit.
  • Berdasarkan Peta Prakiraan Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan Maret 2017 di Provinsi Sumatera Utara (Badan Geologi), daerah bencana termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah menengah-tinggi. Artinya, daerah tersebut mempunyai potensi menengah hingga tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

4. Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah :

  • Curah hujan yang tinggi dengan durasi lama sebelum terjadi gerakan tanah.
  • Sifat tanah pelapukan dengan ketebalan 1-3 m yang sarang dan mudah luruh jika terkena air.
  • Banyaknya air permukaan yang meresap ke dalam tanah melalui pori tanah yang meningkatkan beban pada lereng, sehingga membuat lereng menjadi tidak stabil dan terjadilah longsor.
  • Drainage yang tidak kedap air, sehingga air mudah meresap masuk kedalam tanah. membuat tanah jenuh air sehingga berpotensi terjadinya longsor.
  • Kemiringan lereng yang terjal rata-rata >30°
  • Perubahan tata guna lahan pada bagian bawah lereng, dari hutan menjadi kebun campuran berupa kopi, coklat, dll yang tidak mempunyai akar dalam.
  • Menurut keterangan warga, terjadi angin puting beliung yang menyebabkan pohon-pohon terangkat lepas dengan akarnya dan terjadilah longsor.
  • Adanya batuan metamorf batusabak dan filit yang kedap air, dapat menjadi bidang gelincir.

 

5. Mekanisme terjadi gerakan tanah

Adanya kejadian angin puting beliung yang mengangkat pohon mengakibatkan kohesi tanah berkurang, adanya bidang gelincir antara batuan metamorf (batusabak dan filit) dan tanah pelapukan, kemiringan lereng yang terjal serta hujan deras dalam waktu yang lama menyebabkan air hujan sebagian meresap ke dalam tanah melalui retakan dan ruang antar pori. Hal ini menyebabkan tanah menjadi jenuh air sehingga tanah menjadi gembur dan berat masa tanahnya bertambah serta kuat gesernya menurun, ditambah kurangnya akar tanaman keras yang dapat mengikat tanah pada bagian bawah lereng menyebabkan tanah menjadi tidak stabil dan terjadilah longsor yang tinbunan materialnya mendekat kearah Desa Ketawaren, Kecamatan Juhar.

 

6. Kesimpulan dan Rekomendasi

a. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Gerakan yang terjadi berupa longsoran bahan rombakan.
  • Gerakan tanah terjadi pada tebing terjal (>30°) pada tanah pelapukan tebal (1-3 meter) dan sarang yang berada di atas endapan batuan metamorf (batusabak dan filit). Kontak antara batuan metamorf dengan tanah di atasnya menjadi bidang gelincir.
  • Masih berpotensi terjadinya longsor susulan, terutama pada saat maupun setelah hujan deras yang berlangsung lama.
  • Curah hujan ekstrim dengan durasi lama dapat memicu terjadinya longsor.
  • Perubahan tata guna lahan pada lereng bagian bawah dari hutan menjadi kebun campuran (kopi, coklat, dan lain-lain) yang mempunyai akar pendek menyebabkan tanah menjadi gembur dan mudah longsor. 

b.  Rekomendasi

  • Memelihara vegetasi berakar dalam di daerah lereng berkemiringan terjal untuk memperkuat kestabilan lereng.
  • Tidak melakukan penebangan pohon-pohon pada lereng.
  • Tidak beraktivitas di sekitar tebing terutama pada saat hujan lebat dan berlangsung lama.
  • Tidak mendirikan bangunan pada jarak yang terlalu dekat dengan tebing.
  • Tidak melakukan pemotongan lereng yang tegak dan tinggi karena tanah pelapukan di daerah ini cukup tebal dan bersifat lepas yang mudah longsor jika lereng diganggu.
  • Pemasangan rambu-rambu rawan bencana longsor untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat setempat
  • Masyarakat dan pengguna jalan yang melintas harap meningkatkan kewaspadaan terutama pada waktu hujan.
  • Menata aliran air pada tempat pemandian yang terdapat di Desa Ketawaren agak tidak masuk ke dalam tanah dan membuat tanah jenuh air sehingga berpotensi terjadinya longsor.
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat.

 

 

LAMPIRAN

 

Jurah 1 (190417)

Gambar 1 Peta Lokasi Gerakan Tanah di Desa Ketawaren, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo

 

Jurah 2 (190417)

Gambar 2 Peta Geologi Desa Ketawaren, Kecamatan Juhar dan sekitarnya, Kabupaten Karo

 

Jurah 3 (190417)

Gambar 3 Peta prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah pada bulan Maret 2017, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN KARO

PROVINSI SUMATERA UTARA

 BULAN MARET 2017

Jurah 4 (190417)

Keterangan :

Jurah 5 (190417)

 

Jurah 6 (190417)

Gambar 4 Peta situasi gerakan tanah di Desa Ketawaren, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, Sumatera Utara

 

Jurah 7 (190417)

Gambar 5 Sketsa penampang gerakan tanah di Desa Ketawaren, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, Sumatera Utara

 

FOTO-FOTO GERAKAN TANAH

 Desa Ketawaren, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, Sumatera Utara

Jurah 8 (190417)

Foto 1. Tebing dengan kemiringan >30° yang longsor di Desa Ketawaren, Kec. Juhar, mengancam 55 KK, 185 jiwa di bawahnya.

 

Jurah 9 (190417)

Foto 2. Koordinasi dengan Camat Juhar dan BPBD Karo

 

Jurah 10 (190417)

Foto 3. Desa Ketawaren dengan latar belakang longsoran pada perbukitan yang mengancam.

 

Jurah 11 (190417)

Foto 4. Data kependudukan yang terpasang di Kantor Kecamatan Juhar.